Seharian itu aku bosan, sendirian, dan rindu sekali Ibu...
Tiba-tiba seseorang membalas status galauku. Seseorang yang hari itu ulang tahun. Seorang laki-laki pertama yang bisa membuatku nyaman, membuatku menjadi diri sendiri, membuatku bahagia kala itu.
Dia bukan adikku, bukan sepupuku, bukan juga saudaraku. Kami tidak ada hubungan darah sama sekali. Tapi dia, selalu jadi alasan kenapa rasanya aku selalu pulang cepat dari sekolah.
Sejak kecil aku hidup mandiri. Ibuku single parent, makanya dia bekerja keras untuk kehidupanku. Pergi pagi dan kadang harus pulang ketika sudah larut malam. Jadi, dari kecil aku hampir selalu makan siang sendirian.
Tapi semua itu berubah ketika dia dan ibunya memutuskan untuk tinggal di rumah kami. Ibu kami sama-sama single parent dan harus bekerja. Jadi mulai hari itu kami punya dua ibu, ibuku dan mami nya. Sejak hari itu juga, aku selalu pulang cepat dari sekolah, kurasa saat itu aku SMA dan dia masih SD. Jadi tiap hari kami makan siang berdua, sambil bercerita tentang dia yang ditaksir kakak kelasnya. Menyetel musik keras-keras, dan bernyanyi didepan cermin.
Seindah itu kebersamaan kami. Tapi itu sudah sepuluh tahun yang lalu. Setelah akhirnya dia dan mami harus pindah tinggal di rumah neneknya. Tapi lihat, di obrolan kami malam itu, dia bahkan masih ingat apa yang sering dimasak ibuku. Terharu❤