Mengadili Persepsi
Menurut gue banyak hal yang lucu yang akan lo temuin dalam kehidupan lo. Entah hal lucu tersebut berupa lelucon atau bahkan peristiwa yang emang lucu hingga perdebatan opini antara individu. dimana setiap individu tersebut berusaha mendewakan pemikirannya tersebut. Mengawali pagi dengan sarapan internet, masuk ke portal berita, buka postingan medsos. Itulah rutinitas hampir seluruh orang yang hidup pada era internetisasi atau digitalisasi ini. Demikian juga dengan gue, dari awal gue membuka mata di pagi hari hingga pada malam hari gue memejamkan mata untuk beristirahat pastilah gue akan menemukan baik itu post, meme, status yang seperti petuah, artikel, hingga video yang dimana didalamnya akan ada suatu perdebatan (re : commment) yang menurut gue layaknya sampah. "Loh salah ada orang ngeluarin opini nya? Apa jangan-jangan lo ansos orangnya." Statement diatas mungkin akan ditunjukan ke gue sehabis gue berkata demikian. Tapi bukan maksud gue kita semua ga boleh bersuara akan hal yang terjadi disekitar kita. Tetapi melainkan pada era sekarang ini ternyata masih banyaknya orang atau kelompok yang berusaha "mendewakan" pemikiran mereka. Gue tau kita hidup di bangsa yang sangat menjunjung tinggi apa itu demokratis dimana setiap orang dapat menyampaikan suara pendapatnya akan suatu hal yang terjadi. Akan tetapi nampaknya bangsa kita ini Bangsa dan Negeriku Indonesia masih belum bisa menerima apa yang dinamakan kemajemukan opini. Oh maaf bukan bangsa kita yang salah akan tetapi "orang" yang ada pada bangsa ini. Ketika lo mempunyai suatu opini akan suatu hal dan lo berusaha mengemukakan pendapat lo. Lo akan mendapat suatu statement seperti "pendapat lo salah cuy! lo gabisa gini yang bener tuh yang kaya gini." Pastinya lo akan merasa muak, kesal, hingga heran. "Lah kenapa? Emangnya gue harus selalu setuju sama pemikiran lo?". Statement seperti itu pasti akan lo ucapkan ketika ada orang atau bahkan kelompok yang berusaha mendewakan pemikirannya untuk semua hal. Damn! It's such a crazy thing! Gue tau emang banyak hal yang terkadang bisa diterima atau bahkan tidak dalam kehidupan sosial ini. Begitupula seharusnya akan opini dimana selama batas "wajar" opini tersebut dapat diutarakan maka tidak ada salahnya untuk berusaha mematikan opini tersebut. At least, janganlah selalu berusaha "mendewakan pemikiran" dimana lo, gue, atau mereka terlahir sebagai makhluk sosial yang memiliki kebebasan akan berpendapat atau bahkan berekspresi sebebas mungkin. Dengan lo melakukan hal tersebut sama aja dengan secara halus lo mematikan idealisitas individu tersebut. #Np : Seringai - Mengadili Persepsi










