Tentang #PCO Syndrome
Alhamdulillah aku berkesempatan melanjutkan tulisanku tentang ikhtiar kehamilan. Kali ini aku akan bahas tentang PCOS (Polycistic Ovarium Syndrome) atau SOP (Sindrom Ovarium Polikistik).
Apa itu PCOS?
PCOS itu istilah yang sering digunakan untuk gangguan kelenjar endokrinologik pada wanita yang mengakibatkan timbulnya kista-kista kecil di ovarium. Biasanya gangguan fungsi ini yang menyebabkan sel telur susah matang, atau biasanya disebut anovulasi. Walaupun wanita tersebut mengalami menstruasi setiap bulannya, namun belum tentu wanita tersebut mengalami ovulasi.
Apa Penyebab Munculnya PCOS?
PCOS tidak memiliki jenis yang beragam. Penyebabnya belum diketahui secara pasti sampai saat ini. Penelitian menduga, penyebab PCOS adalah faktor genetik. Selain itu banyak wanita dengan PCOS juga menderita diabetes. Penelitian membuktikan adanya hubungan antara PCOS dengan kemampuan tubuh dalam memproduksi insulin. Banyak bukti bahwa insulin dengan kadar yang tinggi akan menyebabkan produksi hormon androgen bertambah. Hormon androgen akan merangsang perkembangan organ seks dan ciri seksual seorang pria seperti jenggot, kumis, dan suara membesar. Jika kita memiliki orang tua/nenek kakek yang memiliki penyakit diabetes, kemungkinan besar kita akan mengalami PCOS. Apalagi jika kita memiliki saudara kandung yang mengalami PCOS, yap, kemungkinannya lebih besar lagi kalau kita juga mengalaminya. PCOS juga tidak hanya karena faktor genetik, namun bisa disebabkan karena pola hidup yang buruk, misal pola makan tidak dijaga, suka begadang, merokok, minum alkohol, dan lain lain, hal itu bisa menyebabkan munculnya PCOS.
Apa Ciri-ciri PCOS?
1. Hirsutisme
Tumbuh rambut lebat di bagian tubuh tertentu (dada, kaki, muka) jika dibandingkan dengan wanita lain yang berasal dari komunitas etnik yang sama.
2. Anovulasi
Folikel yang belum matang yang tersapat di ovarium gagal mengubah kelebihan hormon androgen menjadi estrogen yang akhirnya menghambat tumbuhnya folikel, akibatnya ovulasi tidak terjadi karena sel telur tidak tumbuh sempurna. Jika sel telur tidak tumbuh sempurna atau susah matang, sel telur tersebut tidak mau lepas dari indung telur maka akhirnya menjadi kista-kista kecil. Hal ini yang menyebabkan sulitnya terjadi kehamilan.
3. Siklus Menstruasi tidak Teratur
Bagi penderita PCOS biasanya siklus menstruasinya panjang, bisa lebih dari 35 hari dari wanita normal lainnya (21-35 hari). Ada yang mengalami menstruasi dua bulan sekali, tiga bulan sekali, bahkan setahun sekali.
4. Banyak kista kecil di ovarium
Kista merupakan kantong-kantong berisi cairan yang ditemukan dalam jaringan ovarium. Kista sering terjadi pada banyak wanita, tetapi pada penderita PCOS terdapat peningkatan jumlah kista ini akan terlihat pada pemeriksaan USG Transvaginal.
5. Berat Bada Bertambah terutama di Sekitar Panggul
Wanita yang mengalami PCOS umumnya memiliki masalah obesitas. Hal itu karena tubuh memiliki resistensi insulin. Namun bukan berarti PCOs dialami oleh yang bertubuh gemuk saja, wanita dengan postur badan kurus pun juga bisa mengalami PCOS. Resistensi insulin bisa dilihat dari riwayat keluarga yang mengalami diabetes
6. Berjerawat
7. Rambut Rontok
8. Acanthosis Nigrans
Menggelapnya warna kulit di bawah lengan, dada, tengkuk
9. Mudah stress dan depresi
Namun bukan berarti penderita PCOS mengalami semua hal di atas, bisa saja hanya beberapa poin yang dialaminya. Cara taunya? Ya USG transvaginal untuk mengetahui kondisi sel telur kita. Biasanya dokter akwn memeriksa detail riwayat kesehatan kita seperti siklus menstruasi, riwayat reproduksi, riwayat kehamilan, metode KB. Jika didiagnosis menderita PCOS, dokter akan menganjurkan untuk menjalani tes darah untuk mengukur kadar hormon, kadar insulin dan glukosa, kadar kolestrol dan trigiliserida.
Bagaimana Cara Menangani atau Mencegahnya?
Jaga berat badan tetap ideal
Makan makanan bergizi seimbang
Melakukan olahraga rutin
Menghindari konsumsi gula secara berlebihan
Adakah Obatnya?
Sejauh ini belum ada obat untuk mengobati PCOS. Yang bisa dilakukan adalah pencegahan agar tidak terjadi masalah yang rumit. Salah satu obat-obatan yang membantu penderita mendapat siklus haid teratur adalah pil KB. Pemberian pil KB dapat mengatur menstuasi, mengurangi kadar hormon androgen yang berlebihan, dapat membersihkan jerawat. Namun pemakaian pil KB ini tentunya atas izin dokter. Jenis pil KB yang dianjurkan adalah jenis yang mengandung antiandrogen sehingga hormon androgen tidak dapat bekerja. Jika kadar hormon androgen turun, ovulasi dapat terjadi lagi.
Aku dan PCOS
Aku termasuk yang mengalami menstruasi tiap bulannya, memang sih siklusnya bukan yang teratur seperti tiap 28-29 sekali, tapi aku bisa berubah-ubah tiap bulannya, bulan ini 30 hari, bulan depannya 35 hari, bulan depannya lagi 33 hari, bahkan pernah sampai 40 hari. Siklusnya cenderung panjang memang. Kupikir semua itu normal, karena sebelum menikah aku bukan tipe yang perhatikan jadwal mens sampai dicatat di kalender gitu, ya jalani aja, kalau saatnya mens, yasudah :’)
Ketika tamu bulanan itu tiba, aku juga nggak pernah ngalami keluhan sakit perut luar biasa, keram, dsb, sampai-sampai harus bedrest. Paling cuma sakit perut sebentar, habis itu hilang.
Setelah menikah, aku dan suami sempat LDM 6 bulan, aku pikir wajar sih kalau belum hamil karena faktor jarak dan waktu pertemuan 2 bulan sekali. Namun ketika aku sudah mulai ikut suami, bulan pertama belum dikasih, bulan berikutnya juga belum. Terus begitu sampai usia pernikahan kami 1 tahun. Akhirnya aku memutuskan untuk ke dokter spesialis kandungan dan cerita tentang keluhanku.
Yap! Akhirnya baru ketahuan kalau aku penderita PCOS. Aku sebenarnya nggak begiu heran, karena aku punya kakak perempuan yang mengalami PCOS juga.
PCOS Bukan Berarti Tidak Bisa Hamil
Perlu ditekankan di sini, PCOS bukan berarti mandul dan tidak bisa hamil. Of course, bisa. Atas izin Allah tentunya. Hanya saja butuh effort lebih untuk memperjuangkan kehamilan. Aku pernah gabung di grup wanita-wanita yang sedang menjalankan program hamil, kebanyakan keluhan mereka adalah PCOS, namun tidak sedikit dari mereka yang bercerita kalau dari semua ikhtiar-ikhtiar mereka akhirnya membuahkan hasil: tespek dua garis.
Dan... Nggak jarang juga penderita PCOS itu rawan keguguran. Tetapi semua itu atas kehendak Allah, semua karena Allah. Aku bergabung dengan wanita-wanita tangguh, mereka sempat-sempatnya mengatakan : “Alhamdulillah aku mengalami keguguran, walaupun pahit dan sedih rasanya, tapi aku bisa merasakan kehamilan, aku tahu kalau aku bisa hamil, aku bukan wanita mandul.”
Dan perjuangan mereka masih berlanjut...
Yang Dilakukan Ketika Divonis PCOS
1. Pola Hidup Sehat
This is the most important thing. Ini sangat ngaruh banget. Karena salah satu faktor pemicu PCOS adalah pola hidup yang buruk. Sebenarnya aku bukan tipe wanita dengan obesitas atau kelebihan berat badan. Berat badanku ideal bahkan cenderung kurus. Pola makanku juga selama ini nggak aneh-aneh, bukan pecinta makanan/minuman manis. Hanya saja biasanya memang kebanyakan cewek males olahraga ya wkwk.
Nah jadi selama ini aku ngejalanin olahraga minimal 3 kali seminggu. Olahraga apapun. Mau jalan pagi, jogging, atau senam. Yang berupa gerakan berulang dan bikin badan kita berkeringat. Aku biasanya senam di rumah, dengan bermodalkan youtube yang penting bisa bikin berkeringat. Kalau bosan, minimal melakukan gerakan pemanasan, jadi jangan sampai berdiam diri aja.
2. Perhatikan Pola Makan dan Apa Saja yang Dikonsumsi
Nah biasanya penderita PCOS diminta untuk mengurangi asupan gula dan karbohidrat. Trus kalau sudah kurus, diminta ngurangi gula dan karbohidrat, gimana dong? Jadi kata dokter, makan seperti biasa aja, tapi perbanyak sayur dan buah, sama olahraga juga. Gimana caranya mendapatkan berat badan ideal.
Kalau aku sih, nyoba terapkan food combining. Pernah denger nggak? Kalau aku ceritakan di sini cukup panjang sih, kapan-kapan deh ya :)
Jadi food combining yang kulakukan itu, aku nggak sarapan pagi dengan makanan berat. Sarapan pagi aku banyak makan buah sama minum susu. Kalau siang, makan dengan gizi lengkap, maksudnya ada lauk beserta sayuran. No bakso, no mie ayam, no sosis, no roti. Dan ini yang buat aku agak sedih karena harus mengurangi itu semua. Harus banyak makan sayur :’) Lanjut makan malam, dipastikan makan sebelum jam 8 malam karena pada saat itu tubuh kita dalam proses penyerapan makanan. Aku memang jarang ngemil malam-malam jadi aku makan seperti biasa.
Pokoknya kita harus ngurangi junk food, makanan cepat saji. Termasuk nugget ayam, sosis, dan lain-lain. Gorengan pun juga dikurangi. Semuanya dikurangi ya, bukan berarti nggak boleh makan sama sekali. Termasuk makanan/minuman manis seperti green tea latte, susu milo, es campur.. Boleh aja, halal kok. Aku pernah di bulan pertama bener2 ngurangi asupan gula, hasilnya? Aku jatuh lemes, kayak nggak punya tenaga gitu. Akhirnya aku putuskan makan minum seperti biasa, hanya saja porsinya sedikit dikurangi.
3. No Stress
Biasanya penderita PCOS itu mudah stress. Aku juga belum pernah baca sih hubungannya apa. Tapi aku mengalami sendiri, memang mudah stress. Apalagi aku menjalankan hari-hari di rumah, mood swing banget. Suami jadi pelampiasan. Tapi setelah aku baca-baca, memang nggak boleh stress. Salah satunya itu adalah banyak gerak, banyak olahraga, banyak sosialisasi. Olahraga? Seperti poin 2 ya, olahraga itu bisa mengeluarkan hormon endorpin, dan endorpin yang membuat kita merasa bahagia. That’s why orang yang suka olahraga itu jarang stress.
Minta suami sekali kali keluar kota buat liburan. Walaupun dalam kota nggak apa, yang penting bisa seneng-seneng lah. Nggak melulu di rumah dengan seabrek kerjaan di rumah. Kalau perlu keluar kota, nginap di hotel, liburan seharian. Kemudian pengeluaran bengkak :’D
3. Konsumsi Obat
Sebenarnya nggak ada obat buat penderita PCOS seperti di penjelasan sebelumnya. Ada dokter yang meresepkan pil KB, ada yang meresepkan metformin. Aku salah satu yang diresepkan metformin. Apa itu? Metformin itu obat buat penderita diabetes. Kok bisa dikasih metformin? Karena penderita PCOS kan mengalami resistensi insulin, seperti penderita diabetes. Pastinya obat ini harus dengan resep dokter.
4. IKHLAS
Nah ini poin terberat. Bacanya gampang, nyebutnya gampang, ngejalaninnya yang susah. Aku yang termasuk susah, aku juga nggak tau ikhlas itu harus bagaimana. Tetapi aku semakin belajar, bahwa semua ikhtiar yang kita jalani, ada campur tangan Allah di situ. Aku yakin Allah pasti memberikan yang terbaik, di waktu yang terbaik pula. Jangan terlalu berekspektasi tinggi pada hasil, nikmati saja prosesnya. Aku pernah di titik lelah sampai-sampai ingin menyerah. Tetapi karena keinginanku untuk punya keturunan begitu besar, bismillah, semua aku perjuangkan karena Allah.
Allah sedang menempa kita dengan ujian dan sabar. Kalau ujian ikhlas aja belum lulus, Allah nggak bakalan kasih.
5. Doa
Dan jangan lupa, kita nggak boleh berhenti berdoa, memohon sama Allah. Aku bener-bener setiap ngeliat anak kecil, aku langsung doa saat itu.
“Robbi hablii minash shoolihiin” [Ya Rabbku, anugrahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang-orang yang saleh]”. (QS. Ash Shaffaat: 100)
aku membaca doa itu setiap sholat, setiap di waktu-waktu mustajab, bahkan ngeliat anak kecil di sosial media pun tak henti-hentinya aku menyebut doa itu.
Semoga dengan berbagai ikhtiar di atas, Allah menganugerahkan pada kita sekalian keturunan bagi yang belum dianugerahi dan dikaruniai anak-anak yang sholeh nan sholehah. Aamiin Yaa Samii’ud Du’aa’.
(c) Dessy Puspa Sari
Kebumen, 17 Mei 2019













