“Salah satu cara untuk membuat diriku merasa bebas dalah dengan menunjukkan sisi gelapku. Aku ingin orang-orang yang berharga bagiku mengetahui kalau sisi gelap itu juga merupakan bagian dariku.”
sheepfilms
AnasAbdin
h
tumblr dot com
will byers stan first human second

oozey mess

if i look back, i am lost
🪼
trying on a metaphor
Claire Keane
Aqua Utopia|海の底で記憶を紡ぐ

pixel skylines

Product Placement
ojovivo
occasionally subtle
cherry valley forever

JVL
No title available
Show & Tell
One Nice Bug Per Day
seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from United States

seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from Germany

seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from Malaysia
seen from Türkiye
seen from United States
@devikafitra
“Salah satu cara untuk membuat diriku merasa bebas dalah dengan menunjukkan sisi gelapku. Aku ingin orang-orang yang berharga bagiku mengetahui kalau sisi gelap itu juga merupakan bagian dariku.”
Pernikahan adalah salah satu dari tiga perjanjian terkuat yang disebutkan dalam Al-Quran atau Miitsaqan Ghaliizhaa. Perjanjian pertama adalah perjanjian Allah dengan Bani Israil. Perjanjian kedua adalah perjanjian Allah dengan rasul-rasulNya. Perjanjian ketig, ialah pernikahan.
Simaklah hadis Rasulullah SAW ini: Siapa yang menghendaki kehidupan di dunia, wajib baginya memiliki ilmu. Siapa yang menginginkan kehidupan akhirat, wajib baginya memiliki ilmu. Dan siapa yang menghendaki keduanya, wajib baginya memiliki ilmu. (HR. Tarmidzi)
“Menurut kalian dari sisi keimanan siapakah yang paling kuat?”
Para malaikat ya Rasulullah...
“Malaikat memang diciptakan untuk beribadah kepada Allah.”
Para nabi ya Rasulullah...
“Wahyu turun kepada para nabi dari Allah...”
Kalau begitu para sahabat...
“Kalian adalah para sahabat yang bertemu dan berbicra secara langsung dengan nabi kalian.”
Kalau begitu siapakah itu orang-orang yang beriman kuat ya Rasulullah?
“Umatku di akhir zaman yang beriman kepadaku dan mencintaiku tanpa mengenalku dan melihatku...”
“Coba ingat-ingat lagi sebenarnya apa yang kita perjuangkan, apakah kamu hanya memperjuangkan seseorang untuk menjadi pedampingmu atau memperjuangkan ibadahmu. Jika memang untuk ibadahmu, sebenanya, dengan siapa pun kamu bisa melakukannya, tidak harus denganku. Semoga kita bisa ikhlas menerimanya.”
Sungguh, niatku bukanlah untuk meminta banyak waktu darimu. Karena siapalah diriku sehingga harus menempati ingatanmu yang begitu luas itu. Karena aku tahu kalau diriku tidak akan pernah memiliki banyak tempat di dunia ini. Aku juga tahu kalau diriku sama sekali tidak memiliki hak untuk diingat. Karena itulah, aku merasa sangat malu ketika memikirkan semua ini, bahkan ketika berharap untuk diingat. - Suara hati Hajar yang tidak lagi bertemu Nabi Ibrahim setelah empat belas tahun lamanya.
Orang dewasa menyukai angka-angka. Jika kalian bercerita tentang teman baru, mereka tidak pernah tanya, “Bagaimana nada suaranya? Permainan apa yang paling disukainya? Apakah ia mengoleksi kupu-kupu?” mereka bertanya, “Berapa umurnya? Berapa saudaranya? Berapa berat badanya? Berapa gaji ayahnya?” hanya demikianlah mereka mengira dapat mengenalnya. Jika kalian berkata kepada orang dewasa, “Aku melihat rumah yang bagus, dibuat dari batu bata merah muda dengan bunga kerenyam di jendela dan burung merpati di atapnya....”, mereka tidak dapat membayangkan rumah itu. Kita harus berkata begini, “Aku melihat rumah seharga 180 ribu franc.” Baru mereka akan berseru, “Aduh, betapa bagusnya!” (Antoine De Saint-Exupery, 2016: 21)
Le Petit Prince -- Pangeran Cilik PT Gramedia Pustaka Utama