Barakallah.. MasyaAllah..
Usianya kini 26 bulan. Tiba-tiba mamak pengen nulis perkembangan Nashita. Gigi masih 12 Alhamdulillah masih utuh. Rambut tetep pirang dan kasar ikal, hidung makin mendelep dan yang patut disyukuri alhamdulillah berat badan makin naik karena porsi makan malamnya porsi kuli (2 piring).
Emosi mulai terkontrol dan mulai tahu apa itu sedih, apa itu marah dan apa itu seneng. Kemarin pas di lampu merah, kalau ada yang ngamen sering diberi sama dia. Memang tujuan saya adalah membuat Nashita ini gemar memberi. Ada saat di mana banci yang sedang ngamen dan ayah Nashita memutuskan tidak membuka cendela mobil. Apa yang terjadi?
" Ya Allah Ya Adzim ( Astaghfirullah hal adzim) kasian"
Kasian?
" Ya Allah Ya Adzim ( Astaghfirullah hal adzim) kasian gak dikasih"
Matanya berkaca-kaca,sedih sepanjang jalan. Saya pun mengatakan bahwa tidak apa-apa sedih tapi Nashita tidak perlu memberi ke semua orang. Harus lihat mana yang membutuhkan.
Malam ini pula ketika saya sudah tidur, ayah Nashita menidurkan anaknya dan tidak sengaja pelipis saya terbentur kepala Nashita dengan keras. Saya otomatis tengkurap menahan sakit sampai keluar kata "Aduh" sambil kelogetan keluar air mata.
"Amma nangis.. ayah ii.. amaa nangis", sambil menangis dia menyaksikan ibunya kesakitan
"Ayah minta maaf, ayah gak sengaja", kata Ayah Nashita
" Sengaja..Ayah ii" sambil terus menangis
"Amma gak papa, sudah jangan nangis, ayah dah minta maaf" kata saya
"hua hua Ayah hmmm"
Segitu lembutnya anak perempuan saya ini ketika ada hal yang buat dia ternyuh. Seperti dulu pernah saya dapati dia menangis karena mendengarkan lagu rukun iman dari Nusa dan Rara atau pun dia menangis saat kami orang tuanya saling pijit memijit karena badan kami capek. Nashita mengira itu adalah tindakan saling menyakiti.
Barakalah.. Alhamdulillah wa syukurillah. Allah memberikan nikmat yang tak terkira. Saya harus selalu bersyukur dengan perkembangan anak saya. Meskipun dia bukan tipe anak yang mampu untuk diajak kompromi. Saat tidak mau diajak belajar ABC, dia tidak pernah bertanya atau pun memperhatikan. Bahkan flash card nya saja digigiti atau dimakan. Dia akan membungkam mulut kami agar tidak membicarakan yang tidak ingin dia dengar. Saat kami ajak hafalan Al Fatihah, di ayat akhir dia bilang
" Gak mau, sudah "
Meskipun terkadang ada hati yang khawatir, anak teman saya umur segini udah hafal huruf hijaiyah. Teman saya mengajarinya dengan keras. Apakah saya harus seperti itu?
Apakah pola pengasuhan saya sudah benar dengan tidak memaksa anak dengan hal yang tidak dia sukai?
Tapi bagi saya dan semoga ini benar, di golden age ini, saya ingin menanamkan apapun tanpa memaksa dan lebih pengenalan emosi dan kontrolnya. Karena saya tidak ingin akhlak Nashita kelak yang akan membuat saya menangis di hari tua.
Bismillah semoga awal tahun depan sudah ada adiknya Nashita.
28 September 2021
Bandung lautan 🔥










