dua cards

Kiana Khansmith
untitled

tannertan36
Not today Justin
đ
No title available
EXPECTATIONS
Fai_Ryy
taylor price
Xuebing Du
No title available

Andulka

izzy's playlists!

Love Begins
PUT YOUR BEARD IN MY MOUTH
Noah Kahan
Cosimo Galluzzi
Cosmic Funnies
Keni
No title available

seen from United States
seen from Portugal

seen from Sweden

seen from Canada
seen from United States
seen from Canada
seen from United States
seen from Brazil
seen from United Kingdom

seen from United States
seen from United States

seen from United Kingdom
seen from Colombia

seen from United Kingdom

seen from Malaysia
seen from Germany
seen from Malaysia
seen from Nepal

seen from Sweden
seen from Malaysia
@dhinnyrizkyamalia
dua cards
Uyghur⌠Kita mungkin baru belajar mengejanya akhir-akhir ini. Namun, ikatan aqidah antara kita dan mereka, telah tercipta sejak Islam menjadi cahaya di dunia. Hari ini, satu lagi saudara kita yang sedang menahan pedih perih luka duka. Uyghur menjerit meminta pertolongan, atas kedzoliman komunis China yang beringas tiada ampun. Hari ini, jika belum jauh langkah yang mampu kita buat untuk menyelamatkan mereka, maka setidaknya teruslah ceritakan kepada orang-orang tentang perjuangan mereka. Agar orang-orang tahu tentang nasib saudara seaqidahnya. Lalu, jangan pernah berhenti mendoakan mereka. Menyebut dengan khusyuk untuk keselamatan dan kemenangan mereka.
#westandwithuyghur
A friendly ghostie reminder to sleep, get some physical activity, and take any medication. Otherwise you might be feeling worse without even realizing it - your physical health can affect your mental health a lot!
Iâll be hosting my first livestream for my Patreon this Thursday 12/19! ي(*â§ââŚ*)Űś So excited, so nervous.Â
It can mean a lot to have someone listen and wish you well. This red panda is here to offer you hot tea and a friendly ear. đľâ¤ď¸ď¸
2020 Calendar | Loading Penguin Hugs | Webtoon
ŘąŮبŮŮŮŮا ŮŮا ŘŞŮزŮغ٠ŮŮŮŮŮبŮŮŮا بŮŘšŮŘŻŮ ŘĽŮذ٠ŮŮŘŻŮŮŮŘŞŮŮŮا ŮŮŮŮب٠ŮŮŮŮا Ů ŮŮ ŮŮŮŘŻŮŮŮŮ ŘąŮŘŮŮ ŮŘŠŮ Ű ŘĽŮŮŮŮŮŮ ŘŁŮŮت٠اŮŮŮŮŮŮŮاب٠(8) ŘąŮبŮŮŮŮا ŘĽŮŮŮŮŮŮ ŘŹŮا٠Ůؚ٠اŮŮŮŮاس٠ŮŮŮŮŮŮŮ Ů ŮŮŮا ŘąŮŮŮب٠ŮŮŮŮŮ Ű ŘĽŮŮŮ٠اŮŮŮŮŮŮ ŮŮا ŮŮŘŽŮŮŮŮ٠اŮŮŮ ŮŮŘšŮاد٠(9)
Instagram: fejgear
Sakura-Shaped Parasol Designed for Japanâs Cherry Blossom Season đ¸
Orang gagal sekalipun memiliki kepuasannya sendiri. Puas karena sudah berusaha. Puas karena sudah membuktikan bahwa dirinya bukanlah pemalas atau pemuda tanpa determinasi. Meski belum berhasil, setidaknya dia sudah satu tingkat di atas orang-orang yang enggan mencoba.
â Taufik Aulia
Remembering Allah is a gift in marriage because it reminds you that everything you say and do is recorded by the angels.
Via Wives of Jannah
wrrrrkout update
Pertama,
Gue masih workout, kok. Sempet berenti sebulanan lebih pas les jahit. Mendadak kalangkabut gitu padahal nambah kegiatan setitik doangan.
Terus berat gue nambah dari sejak rajin workout. Masih biasa aja sih ga lebih dari angka terberat gue. Cuma badan jadi gaenak dan mood kembali jelejele aja anjir signipikan ternyata. ._.
Itâs nice that my abs still has some shape mesqi nae berat badan, tho.
Gue kembali workout setelah dimention @aksakintaka di postingannya yang berjudul âMoodâ. Anw gue kaget (banget), ada orang mencoba workout akibat membaca postingan gue.
Ketahuilah bahwa penemuan ini membuat gue sangat senang. Apalagi di tengahtengah mood pengangguran yang tiap hari merasa gaguna. Thanks lho, yang ngasi tau tentang itu, atau yang ngasih testimoni bahwa beneran setelah mempraktekkan video workout yang gue rekomendasikanârasanya ena. It does, mean a lot you have no idea.
Basically gue mulai workout lagi sebagiannya karena malu. WKWKWKK :( timakasy Kin suda menyadarkan aqu.
Rutin workout gue masih sama, dengan sediqit tambahanâkarena resolusyi 2019 w adala memiliky perut yang berotot. Donât judge me, I just want to feel sexy for my own damn self ok.
Greget, karena gue merasa itu beneran bisa terjadi kalo gue rutin workout lanjut. Iâve been seeing progress and itâs exciting.
Anw berikut workout 101 gue yang sebenernyamah gtgt aja wqwq:
1. WARM UP!
5 menit aja, cukup. Sambil dengerin chasing fire-nya Lauv, pula tuh.
Ini warmup favorit gue setelah mencoba beberapa warmup dari blogilates. Ena, karena asa semua bagian kena. Paha, pinggang, punggung, perut, tangan. Sebentar banget pula.
2. CARDIO/FULL BODY WORKOUT
Ini workout utama. Gue biasa melakukan yang durasinya 10-15 menit dengan 5-10 detik istirahat antar excercises. Tujuannya untuk meningkatkan detak jantung (alias doi jadi memompa lebi banya oksigen buat sel-sel tubuh), daaaan disinyalir sebagai jenis workout paling epektip untuk membakar lemak.
Videonya dari mbak Chloe Ting kecintaanq. Beliyo banya bikin full body workout. Tapi ini favorit gue. Entah gimana daripada ngerjain yang 30 menit, yang ini gue ngerasanya lebih banjur keringet dan ngosngosan. Padahal 15 menit doang. Berasa epektip ngunu lhoo.
Barubaru ini mbak chloe bikin varian No Jumping full body workout baru. Cuma 10 menit, dan gue lumayan suka meski gerakannya ada yang riweh.
Yagimana gue gabisa push up :(
Gerakannya ada yang sama dengan yang di video no jumping sebelumnya anw. Tapi ada beberapa gerakan yang targetnya perut. So, me likey.
3. ABS EXCERCISES
Demi mentjapai resolusi, gue juga menambahkan video berikut dalam rutinitas. Video ini termasuk dalam program 30 days flat belly challenge beliyo januari kemaren. Dan gue sukak banget kombinasi gerakannya. 10 menit doang pun.
This is weird, but i kinda like having sore abs. The most satisfiying self inflicted pain for me right now.
So if you feel like hating yourself so much, I recommend you to do this instead of scratching or cutting. ;)
Feels. So. Good.
Ceritanya gue baru aja banget melakukan keempat rangkaian video tersebut.
Terus,
Mati lampu.
Dan batre gue tinggal 5%. Nyamuk pun keluar semua karena gelep, tapi gapapa karena gue lagi namaste.
Yawda gt ja stay healthy, bebebs.
Perlu banget ini direblog, otw download
âAllah, help me to remember You, to be grateful to You and to worship You in an excellent manner Ameenâ
â (via islamicrays)
Be patient. He will change your situation in a way that you didnât even imagine. Trust Him
Antara Perbuatan dengan Pelakunya
Setiap perbuatan baik atau buruk pasti ada pelakunya. Namun setiap pelaku, suatu saat akan lepas dan meninggalkan apa yang diperbuatnya. Maka, antara perbuatan dan pelaku adalah hal yang berbeda. Kita tidak bisa menghakimi pelaku dari perbuatannya. Kita juga tidak bisa menyimpulkan perbuatan dari pelakunya.
Bencilah Maksiat, tapi Sayangi Pendosanya
Perbuatan maksiat sudah pasti dibenci Rasulullah SAW dan Allah SWT. Dan kita juga harus turut menjauhinya. Tapi karena antara perbuatan dan pelakunya adalah hal yang berbeda, maka kita harus tetap sayangi pendosanya.
Orang yang melakukan maksiat pasti mendapat dosa. Akan tetapi, pintu taubat selalu terbuka untuknya. Jika dia telah meninggalkan perbuatannya, maka dia adalah bagian dari kita. Jika dia telah memohon ampun kepada-Nya, niscaya hapuslah dosa-dosanya. Sehingga bisa jadi dia lebih mulia daripada kita. Jangan sampai kita lupa, bahwa hanya Allah-lah yang bisa membolak-balikkan hati hamba-Nya.
Janganlah kita menyerah kepada pendosa. Apalagi sampai membantu setan dengan menghinanya dan melaknatinya. Jangan pula kita menghakimi dan mencaci. Karena tugas kita adalah saling mengingatkan antar pribadi. Doakan dia agar kembali ke jalan Illahi. Mintakan kepada Allah SWT agar dosanya diampuni. Ajaklah dia dengan hikmah dengan kelembutan hati. Niscaya akan lebih mudah dalam menerima nasihat dan semakin semangat untuk memperbaiki diri.Â
Jika kamu melihat temanmu melakukan dosa jangan engkau malah menjadi teman setan mengalahkan dirinya; maksudnya, kamu katakan ya Allah, hinakanlah dia, laknatilah dia. Namun, mintalah kepada Allah agar dia peroleh ampunan. (Abdullah bin Mas'ud)
Kritiklah Pernyataan, tapi Muliakan Penyampainya
Setiap orang berhak mengutarakan pendapatnya. Tapi tidak setiap dari kita setuju atau suka. Kita tidak bisa memaksa semua orang untuk setuju dengan kita. Adalah hal yang wajar jika kita mempunyai pendapat yang berbeda. Sampaikanlah perbedaan pendapat dengan adab yang mulia. Antara perbuatan dan pelaku adalah hal yang berbeda, begitu pula antara pernyataan dengan penyampainya. Â Maka hormatilah penyampainya, karena yang kita tanggapi adalah pernyataannya. Gunakan kritik untuk menanggapi pernyataannya, bukan penyampainya. Selalu ingat bahwa kita tidak selalu benar dan orang lain tidak selalu salah.
Pendapatku ini benar. Tetapi mungkin mengandung kesalahan. Adapun pendapat orang lain itu salah, tetapi bisa jadi mengandung kebenaran. (Imam Asy Syafi'i)
Ada berbagai hikmah dan makna dalam sebuah pernyataan. Ada berbagai sudut pandang dalam sebuah pemikiran. Dan itu semua bisa disampaikan, tanpa memandang siapa yang menyampaikan. Siapapun yang menyampaikan kebaikan, wajib kita terima dan dengarkan.Â
Jangan melihat siapa yang bicara tapi lihatlah apa yang dibicarakan. (Ali bin Abi Thalib)
Musuh Kita Adalah Penyakit, dan Bukan Penderitanya
Ibarat penyakit dengan penderitanya. Adalah perumpaan dari perbuatan dengan pelakunya. Â Kita membenci penyakit yang ada pada sesorang, tapi kita tidak benci kepada pribadinya. Bisa jadi orang tersebut adalah yang sangat kita cinta. Sehingga jika dia terkena penyakit, apakah dengan sebab penyakit tersebut lantas kita membencinya? Justru kita akan berusaha untuk membantunya, agar lekas sehat seperti sedia kala. Begitu pula antara maksiat dengan pendosa, serta antara pernyataan dengan penyampainya. Itu semua ibarat penyakit dengan penderitanya. Yang kita lakukan adalah membantunya untuk memperbaiki diri. Menolongnya untuk meninggalkan maksiat yang dijalani. Tunjukkan adab yang baik dengan muliakan dan sayangi. Sehingga di saat seperti inilah seharusnya kita menjadi di antara. Penengah ketika yang lain terlalu jauh membenci para pendosa. Penengah sehingga tidak menghakimi sebelum mengetahui kebenaran yang nyata. Semoga kita bisa menjadi perantara bagi kawan yang saat ini masih membutuhkan penunjuk jalan kebaikan. Semoga kita bisa menjadi perantara bagi pendosa untuk bertaubat dari kemaksiatan.
Bencilah maksiat, tapi sayangi pendosanya. Kritiklah pernyataan, tapi muliakan penyampainya. Musuh kita adalah penyakit, dan bukan penderitanya. (Ustadz Salim A. Fillah)