METODE ILMIAH
Hallo Gais! Nah setelah kita membahas tentang jenis variabel di pembahasan sebelumnya, nah pada kesempatan kali ini saya akan membahas tentang metode ilmiah nii! Baiklah, sekarang kita akan mulai bahas dari apa itu metode ilmiah?
Hakikat fisika salah satunya adalah proses ilmiah. Dalam hal ini proses keilmuan untuk memperoleh pengetahuan secara sistematis berdasarkan bukti-bukti fisis (data empiris) disebut metode ilmiah dengan kata lain, metode ilmiah juga diartikan sebagai proses berfikir untuk memecahkan masalah secara sistematis, empiris dan terkontrol.
Metode ilmiah dilakukan melalui serangkaian tahapan atau langkah yang terurut dan terkontrol.
A. Langkah-langkah metode ilmiah dapat dijelaskan sebagai berikut :
Observasi Awal
Mengidentifikasi Masalah
Merumuskan atau Menyatakan Hipotesis
Melakukan Eksperimen
Menyimpulkan Hasil Eksperimen
1. Observasi awal
Setelah topik yang akan diteliti dalam proyek ilmiah ditentukan, langkah pertama untuk melakukan proyek ilmiah adalah melakukan observasi awal untuk mengumpulkan informasi segala sesuatu yang berhubungan dengan topik tersebut melalui pengalaman, berbagai sumber ilmu pengetahuan, berkonsultasi dengan ahli yang sesuai.
• Gunakan semua referensi: buku, jurnal, majalah, koran, internet, interview, dll
• Kumpulkan informasi dari ahli: instruktur, peneliti, insinyur, dll
• Lakukan eksplorasi lain yang berhubungan dengan topik.
2. Mengidentifikasi masalah
Permasalahan merupakan pertanyaan ilmiah yang harus diselesaikan. Permasalahan dinyatakan dalam pertanyaan terbuka yaitu pertanyaan dengan jawaban berupa suatu pernyataan, bukan jawaban ya atau tidak. Sebagai contoh: Bagaimana cara menyimpan energi surya di rumah?
• Batasi permasalahan seperlunya agar tidak terlalu luas.
• Pilih permasalahan yang penting dan menarik untuk diteliti.
• Pilih permasalahan yang dapat diselesaikan secara eksperimen.
3. Merumuskan atau menyatakan hipotesis
Hipotesis merupakan suatu ide atau dugaan sementara tentang penyelesaian masalah yang diajukan dalam proyek ilmiah. Hipotesis dirumuskan atau dinyatakan sebelum penelitian yang seksama atas topik proyek ilmiah dilakukan, karenanya kebenaran hipotesis ini perlu diuji lebih lanjut melalui penelitian yang seksama. Yang perlu diingat, jika menurut hasil pengujian ternyata hipotesis tidak benar bukan berarti penelitian yang dilakukan salah.
• Gunakan pengalaman atau pengamatan lalu sebagai dasar hipotesis
• Rumuskan hipotesis sebelum memulai proyek eksperimen
4. Melakukan Eksperimen
Eksperimen dirancang dan dilakukan untuk menguji hipotesis yang diajukan. Perhitungkan semua variabel, yaitu semua yang berpengaruh pada eksperimen. Ada tiga jenis variabel yang perlu diperhatikan pada eksperimen: variabel bebas, variabel terikat, dan variabel kontrol.
Varibel bebas merupakan variabel yang dapat diubah secara bebas. Variabel terikat adalah variabel yang diteliti, yang perubahannya bergantung pada variabel bebas. Variabel kontrol adalah variabel yang selama eksperimen dipertahankan tetap.
• Usahakan hanya satu variabel bebas selama eksperimen
• Pertahankan kondisi yang tetap pada variabel-variabel yang diasumsikan konstan
• Lakukan eksperimen berulang kali untuk memvariasi hasil.
• Catat hasil eksperimen secara lengkap dan seksama.
5. Menyimpulkan hasil eksperimen
Kesimpulan proyek merupakan ringkasan hasil proyek eksperimen dan pernyataan bagaimana hubungan antara hasil eksperimen dengan hipotesis. Alasan-alasan untuk hasil eksperimen yang bertentangan dengan hipotesis termasuk di dalamnya. Jika dapat dilakukan, kesimpulan dapat diakhiri dengan memberikan pemikiran untuk penelitian lebih lanjut.
Jika hasil eksperimen tidak sesuai dengan hipotesis:
• Jangan ubah hipotesis
• Jangan abaikan hasil eksperimen
• Berikan alasan yang masuk akal mengapa tidak sesuai
• Berikan cara-cara yang mungkin dilakukan selanjutnya untuk menemukan penyebab ketidaksesuaian
• Bila cukup waktu lakukan eksperimen sekali lagi atau susun ulang eksperimen.
B. Tujuan Metode Ilmiah
Tujuan metode ilmiah adalah untuk mendapatkan pengetahuan ilmiah (yang rasional dan teruji) sehingga merupakan pengetahuan yang dapat diandalkan. Selain itu metode ilmiah bertujuan untuk :
1. Mengorganisasikan suatu fakta
2. Dapat mengaitkan fakta-fakta yang menjadi kajian
3. Merupakan suatu pengejaran terhadap kebenaran yang diatur oleh pertimbangan- pertimbangan logis.
C. Manfaat Menulis Ilmiah
Beberapa Manfaat menulis ilmiah diantaranya :
1. Melatih berpikir tertib dan teratur karena menulis ilmiah harus mengikuti tata cara penulisan yang sudah ditentukan prosedur tertentu, metode dan teknik, aturan / kaidah standar, disajikan teratur, runtun dan tertib.
2. Menulis ilmiah memerlukan literatur, buku-buku ilmiah, kamus, ensiklopedia yang disusun tertib.
3. Oleh sebab pada hakikatnya sebuah karangan ilmiah ialah laporan tentang kebenaran yang diperoleh dari hasil penelitian di lapangan.
4. Karena dalam karya ilmiah ada organ yang disebut bab pembahasan yang berfungsi menganalisis, memecahkan dan menjawab setiap permasalahan sampai tuntas hingga ditemukannya jawaban berupa karya ilmiah.
5. Karena dalam karya ilmiah ada orang yang disebut bab landasan teori atau kerangka teoritis yang berfungsi memaparkan teori-teori para ahli seta mengomentari atau mengkritiknya untuk mendukung dan memperkuat argumen penulis.
6. Bahasa komunikatif ilmiah memiliki syarat :
harus jelas = harus bermakna tunggal tidak boleh ambigu
penempatan gatra (unsur fungsional dalam kalimat) harus lengkap dan dan tepat
diksi atau pilihan kata harus tepat.
.
.
.
Nah, Sekarang saya akan memberikan contoh terhadap Metode Ilmiah saya! Metode Ilmiah saya akan bertema tentang:
Pentingnya Menjaga Kebersihan Dalam Kondisi Pandemi Covid-19.
OBSERVASI AWAL
Dilansir dari Detik.com bahwa sejak Minggu (2/2), ratusan warga negara Indonesia (WNI) yang dievakuasi dari Wuhan, China menjalani 14 hari masa observasi di Natuna, Kepulauan Riau. Observasi dijalankan melalui pengamatan kondisi ratusan WNI itu, apakah menampakkan gejala terjangkit virus corona atau tidak. Total ada 238 WNI yang dievakuasi dari Wuhan ke Natuna. Mereka kini berada di tenda pusat observasi di kawasan Provinsi Kepulauan Riau itu. Gejala virus corona yang diamati adalah batuk, sesak napas, dan peningkatan suhu badan yang tinggi.
Berikut merupakan hasil riset berdasarkan estimasi sample Volunteer yang sudah dilakukan treatment pada 4/5/2020:
Hasil observasi awal berdasarkan sample yang di riset:
Persentase penyebaran pandemi covid 62,5% dari 1 induk.
Jika dihitung sebagai besaran statistik maka pandemi covid-19 sebesar 66.67%.
Hasil riset cluster covid-19 tingkat mortalitas/tingkat kematian sebesar 2% – 11% (berdasarkan data update tertanggal 4/5/2020).
Hasil persentase sendawa pada saat pertama minum MicroXiotiQ dapat dijadikan parameter (98%) volunteer ODP/PDP/+ sudah terinfeksi Virus Covid -19.
Dalam 1 cluster Covid – 19 akan menduplikasi / menggandakan diri sebanyak 1 – 6×.
Mengkonsumsi MicroXiotiQ C-20 Pada orang yang sehat berfungsi sebagai relaxasi tubuh.
Mengkonsumsi MicroXiotiQ C-20 untuk orang yang sakit akan memberikan khasiat meningkatkan stamina tubuh menjadi lebih segar, anti alergi, dan mengurangi batuk
Mengkonsumsi MicroXiotiQ C-20 dapat melancarkan saluran pencernaan, dikarenakan didalam komposisinya terdapat (mikroba yang baik/pre-biotik) dan juga pro-biotik yang berfungsi sebagai penguat imun yang dapat mempercepat terbentuknya antibody.
Berdasarkan hasil observasi penulis yang telah dilakukan melalui media social Facebook dan WhatsApp serta pengisian kuesioner yang di isi oleh masyarakat sasaran, ditemukan permasalahan yang dihadapi masyarakat pekerja yaitu masalah psikologis setelah dirumahkan oleh perusahaan tempatnya bekerja akibat Covid-19. Beberapa masyarakat pekerja yang dirumahkan memiliki masalah psikologis berupa stress akibat Covid-19, Stress dalam artian jenuh tidak tahu menau apa yang harus dikerjakan selama dirumahkan, cemas atau kekhawatiran terhadap masa depan, banyaknya beban pikiran dan tanggungan. Pada masa pandemic Covid-19 menjadikan dampak negatif terhadap para pekerja khususnya pekerja di Bali. Pandemic yang sudah ada beberapa bulan ini menyebabkan banyak waktu yang dilakukan hanya dirumah saja, masyarakat juga merasakan jenuh karena terlalu lamanya tinggal dirumah dan tidak mendapatkan pengalaman apapun seperti yang biasa dilakukan pada kondisi normal.
.
IDENTIFIKASI MASALAH
Latar Belakang
Fenomena virus yang sedang terjadi yaitu virus corona (Covid-19) kini tengah mengganggu aktivitas masyarakat. Belum lagi masih ada banyak orang yang menyepelekan tentang virus Corona ini sehingga mereka kurang memperhatikan kebersihan. Padahal, sebenarnya kita sangat penting untuk menjaga kebersihan di masa sekarang ini. Kebersihan lingkungan merupakan hal yang tak terpisahkan dari kehidupan manusia dan merupakan unsur yang fundamental dalam ilmu kesehatan dan pencegahan (Lastriyah, 2011). Yang dimaksud dengan kebersihan lingkungan adalah menciptakan lingkungan yang sehat sehingga tidak mudah terserang berbagai penyakit seperti diare, demam berdarah, muntaber dan lainnya. Hal ini dapat dicapai dengan menciptakan suatu lingkungan yang bersih indah dan nyaman. Kebersihan merupakan sebuah cerminan bagi setiap individu dalam menjaga kesehatan yang begitu penting dalam kehidupan sehari-hari. Kebersihan lingkungan merupakan suatu keadaan yang bebas dari segala kotoran dan penyakit, yang dapat merugikan segala aspek yang menyangkut setiap kegiatan dan perilaku lingkungan masyarakat, dimana kehidupan manusia tidak bisa dipisahkan baik lingkungan alam maupun lingkungan sosial (Buhungo, 2012). Disaat-saat seperti ini kita sangat penting untuk menjaga kebersihan kita agar imun kita tidak mudah terkena serangan virus. Karena jika kita terserang penyakit dan menyebabkan imun kita meurun, itu dapat membuat virus lebih mudah menyerang kita.
.
Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah yang ada, maka dapat diidentifikasikan beberapa masalah antara lain sebagai berikut:
1. Kurangnya kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan.
2. Seberapa cepat virus Covid-19 tersebar dan menyerang.
3. Masyarkat masih kurang memerhatikan dan menjaga imunitas tubuh agar tidak mudah terserang virus.
HIPTOTESIS
Hipotesis 1
Virus Covid -19 akan menebarkan seluruh benih virusnya keseluruh mahluk hidup, tingkat intensitas pandeminya tergantung dari proteksi antibodi dan personal hygiene (kebersihan diri sendiri)
Hipotesis 2 Jika hasil swab test seluruhnya positif covid-19 maka pandemi 100% Hipotesis 3 Jika hasil swab test seluruhnya negatif maka covid-19 hanya mengambil sample yang paling lemah saja
Hipotesis 4 jika hasil swab test didapatkan 1- 5 orang positif, maka covid-19 melepaskan partikel asam aminonya sebanyak 30% – 70% kesekitarnya sesuai target penyebarannya Hipotesis 5 Jika hasil swab test sample positif, tetapi hasil swab test ke-2 volunteer negatif maka, MicroXiotiQ C-20 berfungsi dengan baik untuk mengobati dan mendeteksi terpaparnya covid-19 Hipotesis 6 Jika terdapat mortalitas (angka kematian) di area diluar zona cluster, dengan radius terdekat max sekitar 1 Km maka Covid bersifat abstrax / random tingkat penyebarannya Hipotesis 7 Pada saat tubuh dalam keadaan kurang sehat pada masa pandemi COVID-19, tidak diperbolehkan mengkonsumsi VIT C, VIT C yang masuk kedalam tubuh akan diserap langsung oleh COVID-19, yang akan mengakibatkan Virus COVID-19 menjadi semakin kuat di karenakan Virus membutuhkan kadar asam yang tinggi untuk pertumbuhannya
Hipotesis 8 Virus Covid-19 selain menyerang sistem pernafasan (paru-paru) juga menyerang pencernaan (lambung) didalam tubuh,didapatkan hasil observasi dari Volunteer yang terkonfirmasi positif mengalangi gangguan pencernaan (magh akut).
.
MELAKUKAN EKSPERIMEN
Jepang Bereksperimen Untuk Menunjukkan Betapa Cepatnya Virus Menyebar
Jepang melakuan eksperimen untuk membuktikkan seberapa cepat virus corona menyebar. Video eksperimen Jepang yang bertujuan untuk menunjukkan betapa mudahnya kuman dan virus menyebar di restoran meski hanya satu orang yang terinfeksi. Eksperimen ini mensimulasikan suasana di restoran prasmanan yang dilakukan oleh salah satu media publik Jepang, NHK, bersama para ahli kesehatan.
Video tersebut menunjukkan 10 orang datang ke restoran, dengan satu partisipan dipilih sebagai orang yang 'terinfeksi'. Satu orang yang terinfeksi tersebut diberikan zat fluoresen yang bisa terlihat ketika lampu diredupkan.
Setiap peserta kemudian makan seperti biasa layaknya di restoran tampa mempertimbangkan risiko kontaminasi. Di akhir video, lampu ruangan diredupkan dan memperlihatkan bagaimana 'infeksi' telah menyebar.
Zat yang dipakai digunakan sebagai penanda untuk melihat virus dan akhirnya 'menempel' pada peralatan makanan, piring-piring, tangan, bahkan wajah beberapa peserta.
NHK juga melakukan percobaan kedua di mana peserta simulasi mengantisipasi kontaminasi dengan melakukan tindakan pencegahan yang diperlukan. Partisipan, termasuk salah satu yang ditunjuk sebagai orang yang 'terinfeksi' mencuci tangan sebelum dan setelah makan.
Cuplikan video eksperimen diatas dapat kalian tonton dibawah ini denganmeng-klik link dibawah ini,
https://twitter.com/Johnny_suputama/status/1258786799851376641?ref_src=twsrc%5Etfw%7Ctwcamp%5Etweetembed%7Ctwterm%5E1258786799851376641%7Ctwgr%5E%7Ctwcon%5Es1_c10&ref_url=https%3A%2F%2Fhealth.detik.com%2Fberita-detikhealth%2Fd-5047459%2Feksperimen-ini-tunjukkan-betapa-cepat-virus-corona-menyebar-di-restoran
Sekarang, mari kita simpulkan hasil eksperimen diatas!
.
HASIL EKSPERIMEN
Berdasarkan video dan hasil eksperimen diatas, maka dapat disimpulkan hasil eksperimennya yaitu:
Virus akan menyebar ke permukaan dengan sangat cepat.
Pentingnya menjaga kebersihan tangan agar tidak mudah terinfeksi virus.
Betapa mudahnya kuman dan virus menyebar dimanapun kita berada walaupun hanya satu orang yang terinfeksi.
Pentingnya menjaga jarak dan mematuhi protokol dan prokes agar virus ini segera berakhir.
dll.
.
TUJUAN METODE ILMIAH
Berkaitan dengan judul penelitian, penelitian ini diharapkan bermanfaat:
Dapat mengetahui pentingnya menjaga kebersihan agar tidak mudah terinfeksi virus.
Dapat mengetahui untuk tidak dapat menyepelekan virus covid ini.
Dapat mengetahui bahwa betapa mudah dan cepatnya virus dan kuman menyebar walaupun hanya satu orang yang terinfeksi.
.
.
Nah, sekian penjelasan dari saya tentang metode ilmiah dan hasil penelitian metode ilmiah saya. Saya memohon maaf sebesar-besarnya jika dalam penelitian metode ilmiah saya ada salah kata baik yang disengaja ataupun tidak. Semoga penjelasan dan penelitian saya dapat bermanfaat. Terima Kasih!🙏🏻
Berikut saya lampirkan link-link yang saya gunakan dalam mencari metode ilmiah diatas:
-) https://news.detik.com/berita/d-4883101/observasi-14-hari-terhadap-wni-dari-wuhan-pengamatan-gejala-corona
-) https://www.denastiarrashvia.com/2020/05/04/hasil-observasi-covid-19/
-) https://kkn.undiksha.ac.id/blog/awal-mula-permasalahan-masyarakat-pekerja-akibat-covid-19-observasi
-) https://repository.unja.ac.id/13711/4/BAB%20I.pdf
-) http://eprints.umpo.ac.id/5947/2/BAB%20I%20watermark.pdf
-) https://www.denastiarrashvia.com/2020/05/04/hasil-observasi-covid-19/
-) https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5047459/eksperimen-ini-tunjukkan-betapa-cepat-virus-corona-menyebar-di-restoran












