Tentang Ketidakpastian
Mengenai duka, kecewa, luka, dan banyaknya prasangka, semua itu hanya sementara bukan? Sama halnya dengan bahagia, ia pun tak abadi bukan?
Di umur yang sekarang sudah mencapai 26 tahun ini, ada banyak sekali sudut pandang baru mengenai hidup yang baru aku mengerti maksudnya. Tentang siapa aku di hidup ini? Apa tujuan dilahirkannya? Membawa dan bisa memberikan makna apa ke sekelilingnya? Perjalanan mencari tahu itu semua, sungguh bukanlah perjalanan yang mudah. Sama sekali bukan. Ada banyak tangis, ada banyak terkaan, ada banyak gamang dan kalut yang seakan tak berkesudahan.
Entah, mungkin karena memang cenderung melankolis dan berjiwa tua. Ditambah hasil tes kepribadian ala-ala di internet menunjukkan kalau aku seorang INFJ yang banyak galaunya, karena terus menerus mencari makna kebenaran akan apa yang seharusnya terjadi, akan sebuah kata ideal tentang banyak hal. Combo ribetnya. Super overthinking. Maunya perfeksionis. Banyak yang dipengen. Tapi juga pekerja keras. Kompleks kan? Banget!
Tapi, setahun belakangan ini aku belajar banyak hal yang sedikit banyak juga membantuku mengurangi ke-kompleksitas-an diri aku sendiri. Bahwa semua hal tidak perlu sempurna. Bahwa hati yang luas untuk bisa belajar jadi lebih baik adalah hal yang terpenting. Mengenai memaafkan diri sendiri, orang lain, atau situasi dan kondisi yang kita sendiri pun tidak inginkan. Melihat kembali pula bahwa tak ada yang benar-benar bisa kita kuasai, kita miliki, atau pun kita kontrol sepenuhnya agar menjadi utuh seperti yang kita mau. Tidak ada.
Begitu pun dengan kepastian yang esok hari ingin kita dapatkan. Jadwal-jadwal yang sudah disusun. Rencana yang sudah dirancang atau pun mengenai banyak hal yang pasti bisa kita gapai. Rasanya itu semua belum pasti dan memang tidak pasti. Ketidakpastian yang pasti selalu ada di setiap harinya.
Dari situ aku belajar, bahwa hari ini, detik ini, dan banyak momen yang masih di kasih oleh Allah adalah kesempatan yang paling berharga. Adalah sesuatu yang harus aku hidupi di saat itu, yang juga harus selalu disyukuri. Sebab hari esok begitu abstrak, tak terduga, tak pernah bisa disangka.















