Kamu hanya menganggapku tidak lebih dari figuran dalam hidupmu.

blake kathryn
h

No title available
One Nice Bug Per Day
🪼

Kiana Khansmith
Show & Tell
The Bright Sessions
I'd rather be in outer space 🛸
Color Me Curious
Not today Justin

bliss lane
★

tannertan36
almost home

❣ Chile in a Photography ❣
sheepfilms
Lint Roller? I Barely Know Her

if i look back, i am lost

Jar Jar Binks Fan Club
seen from United States

seen from United States

seen from United Kingdom
seen from United States

seen from United States

seen from United States

seen from Netherlands
seen from Canada

seen from United States

seen from Germany
seen from United States
seen from Greece

seen from United States
seen from United States

seen from Germany

seen from United States

seen from Brazil
seen from Argentina
seen from France

seen from Chile
@dicaramelchocolate-blog
Kamu hanya menganggapku tidak lebih dari figuran dalam hidupmu.
Dam
"Kamu deket sama dia, rel? " -salah satu teman formalitasku. Dengan raut muka heran, atau lebih tepatnya kaget ketika dia melihat kedekatanku dengan sosok 'Dam' tersebut. Wajar kok, jika teman ku kaget melihat kenyataan yg ada. Tapi,. Seperti biasa. Kedekatanku dengan beberapa teman lelaki ku hanya sebatas dalam pesan (chat room). Untuk kehidupan nyata? Hmmm.. Menyapa, ataupun sekedar senyum dengannya pun rasanya canggung. Dam.. Dia sosok lelaki yang... Hmmm.. Beringas? Bukan. Nakal? Hmmm.. Entah. Begajulan? Bisa jadi. Baik? Iya. Haa??? Baik? Aku benar-benar merasakan kebenaran pepatah yg mengatakan "don't judge the book by the cover" . Dam, sosok teman lelaki yang kukira awalnya sangar, nakal, begajulan, dll. Ternyata tidak seburuk ekspektasi ku selama ini. Berawal dari aku yang menyukai postingan dia di instagram, kemudian dia mengirim pesan kepadaku dan mulai dari itu kita sering bertukar pesan tapi sebatas di instagram saja. Aku tak ada rasa apa-apa dengan dia. Dia sosok yg tepat untuk dijadikan teman. Seringnya waktu yg kita habiskan untuk bercerita tentang kita satu sama lain aku mulai mengetahui data data tentang dirinya. Dia anak tunggal. Ayah dan ibu nya sama sama bekerja.
2nama
Ada dua nama yang sampai saaat ini masih saja belum bisa beranjak dari dalam hati dan pikiran ini. Entahlah, sekeras apapun aku mencoba untuk melupakan,menghilangkan nama ke duanya nyatanya justru semakin kuat ingatanku tentang nya.
Han..
Nyatanya memang tidak mudah melupakan ataupun menghilangkan semua tentangmu. 15bulan bukan waktu yang singkat.. Jadi tidak salah bukan apabila aku (masih) sulit melupakan atau menghilangkan nama mu dari pikiran dan hati ku.
Meski sudah 2tahun lebih kita berpisah, rasa ini masih saja ada. Dan hal kecil semacam nomor hp mu pun aku masih hafal. Dan sialnya kau masih menggunakan nomor hp tersebut. Gatal sekali rasanya tanganku untuk memejet nomor mu.
Dan Kamu, Korls.
Meninggalkanku untuk selama-lamanya, kembali kepada-Nya disaat aku sedang merasa nyaman denganmu, membuat ku masih terngiang akan dirimu. Tak ada yang tahu kapan kita akan berpulang kepada-Nya. Yaa seperti itulah kenyataannya. Ku harap kau tenang di dunia baru mu, jadilah bintang yang paling bersinar ketika malam tiba, agar aku masih bisa melihatmu,korls.
Dan mulai saat ini aku tak ingin mencoba melupakan atau menghilangkan nama kalian dari dalam pikiran dan hati ini, karena semakin aku mencoba melupakan atau menghilangkan nama kalian maka akan semakin kuat ingatanku akan kalian.
Terimakasih untuk waktu dan kenangan yang sudah terukir. Terima kasih karena kalian berdua adalah sosok yang pernah menjadi salah satu alasan ku untuk tetap semangat menjalani hari-hari ku (kala dulu).
Dan teruntuk kamu lelaki yang sudah dituliskan oleh Allah sebagai pendampingku kelak, Pesanku hanya lah satu. Bimbinglah aku pada jalan Nya, dan jalankan kewajiban mu sebagai suami ku kelak,yaitu menafkahi batin dan lahir ku.
Untuk saat ini aku sedang mencoba untuk tidak terlalu percaya diri atas intensitas waktu mu yang sering kau habiskan denganku. Mungkin kau sedang merasa bosan dengan orang-orang di sekitarmu atau mungkin kau sedang merasa jenuh dengan perempuan mu. Ah sudahlah. Ngomong apa aku ini.
Rumah
“Jogja-rumah mu berapa jam sih, Din?” “7jam biasanya. Kenapa?” “Jauh juga yaa.” “Iyaa. Jauh.”
Kuliah di Jogja bukanlah pertama kalinya aku merantau atau jauh dari rumah.Sejak SMA aku sudah menjadi perantau, yaa meskipun jarak rantau ku waktu itu hanya 2jam saja. Dan kini? 7jam. 7jam memang bukanlah waktu yang sebentar. Tapi entah kenapa sejauh-jauhnya rumah mu, maka tak pernah ada rasa berat bagimu untuk pulang ke rumah mu. Meski sejauh apapun jaraknya, dan selama apapun waktu tempuhnya tak kan ada rasa berat untuk menempuh perjalanannya. Karena disitulah tempatmu untuk pulang, yaitu RUMAH.
Jerapah
“Bagaimana hubunganmu dengan dia? Sudah ada perkembangan apa?” tanya salah satu temanku.
HAHAHA Rasanya ingin sekali aku menertawai diriku sendiri. Hubungan? Aku sama dia “JUST FRIEND”. Iya, kenyataan yang ada berbicara seperti itu, jika aku dan dia nothing special. Dia hanya menganggap diriku sebagai Teman. Tidak lebih.
Berawal dari pertemuan pertama kita di hutan mangrove kala itu. Dia memiliki tubuh yang tinggi, maka aku memberi nama panggilan kepada dia dengan “Jerapah”. Sedangkan dia memanggil aku dengan sebutan “Panda”. Seiring berjalan nya waktu rasa itu mulai muncul dalam diri ini. Tapi, sejujurnya saat rasa itu mulai muncul dalam perasaan ini, aku ragu. Karena aku tahu dia bukan tipe lelaki yang akan menyatakan perasaanya lalu mengajak sang perempuan nya menjalin hubungan yang dinamakan “Pacaran”. Apalagi setelah pernyataan dia yang menyatakan bahwa dia menganggap aku hanya sebatas TEMAN, tidak lebih.
Selama kita berkomunikasi aku sering menangkap bahwa ia sedang mencoba memberi sinyal kepadaku. Entah juga, mungkin aku yang terlalu percaya diri. HAHA. Dan kini aku mencoba membuang jau rasa yang pernah ada untukmu. Sekarang aku mencoba bersikap netral terhadap dirimu. Mungkin untuk saat ini Tuhan memang sedang menakdirkan diriku untuk menikmati kesendirianku saat ini.
Dan untuk kamu, Jerapah. Tak usah kau mencoba mengirim sinyal kepadaku, karena radar yang ada pada diriku sudah ku blokir agar tidak bisa menagkap sinyal sedang kau tujukan untuk ku. Semoga akan ada pertemuan lagi diantara kita. Aku rindu melihat punggung mu dari belakang.
Ressa Herlambang - Menyesal
Lagu ini merupakan lagu yang cukup lama. Sekitar tahun 2008 jika tidak salah. Entah kenapa akhir-akhir ini saya lagi suka dengan lagu-lagu lama.
Hai, Jul.
Nyatanya memutar ulang voice note yang pernah kamu kirim ke aku membuat diri ini kembali ke masa-masa dimana aku dan kamu (pernah) menjadi teman. Iya. “Teman Gabut” lebih tepatnya. Nyatanya aku rindu menghabiskan waktu dengan mu melalui telfon.Ada aku yang slalu menantikan dirimu memainkan gitar, ada kamu yang slalu siap mendengar cerita panjangku dan nyanyian gak jelas ku di tengah-tengah telfon. Iya, nyatanya Tuhan pernah menakdirkan kita sedekat itu, tidak dengan sekarang.