1 : lagi kangen...
2 : sama?
1 : belum kenal..
2 : kok bisa?
1 : baru nyadar barusan..
2 : apanya?
1 : kangennya, ternyata bisa..
2 : ke warung yuk?
1 : ngga pengen. (melengos) eh tapi ngapain?
2 : siapa tau disana ada yang jual.
1 : oke. berangkat!

Love Begins

Origami Around
RMH
No title available

pixel skylines
★
Cosimo Galluzzi
Aqua Utopia|海の底で記憶を紡ぐ
EXPECTATIONS

Product Placement
ojovivo
h

Kiana Khansmith
occasionally subtle
Interview Vampire Daily
🩵 avery cochrane 🩵

shark vs the universe
PUT YOUR BEARD IN MY MOUTH

Discoholic 🪩

izzy's playlists!
seen from United States

seen from United States

seen from Türkiye
seen from Vietnam

seen from Pakistan
seen from Indonesia

seen from United States

seen from Malaysia

seen from United Kingdom

seen from Japan
seen from Brazil

seen from United States
seen from Indonesia
seen from Germany
seen from United States

seen from Malaysia
seen from Poland

seen from Argentina
seen from Malaysia
seen from United States
@diduadesember-blog
1 : lagi kangen...
2 : sama?
1 : belum kenal..
2 : kok bisa?
1 : baru nyadar barusan..
2 : apanya?
1 : kangennya, ternyata bisa..
2 : ke warung yuk?
1 : ngga pengen. (melengos) eh tapi ngapain?
2 : siapa tau disana ada yang jual.
1 : oke. berangkat!
Sebelum Nanti
Nikmatilah masa sendiri sebelum kemudian kau jadi bagian dari masa seorang lelaki.
Bekerjalah sebaik-baiknya, sebelum nanti pikiranmu terpecah oleh keperluannya di rumah.
Nikmati sepertiga malam sepanjang-panjangnya, sebelum nanti malam-malammu mungkin akan disibukkan untuk menemaninya.
Reguk jam-jam selepas subuh untuk menulis, sebelum nanti jam-jam itu harus kau gunakan untuk menyiapkan rumah dan kebutuhannya keluar rumah.
Manfaatkan pagi untuk memasak makanan kesukaanmu, sebelum nanti kamu harus memasak makanan kesukaannya dan yang baik buat tubuhnya, bukan lagi apa yang kau suka.
Mandilah dengan riang, bernyanyi jika suka. Sebelum nanti kamu malu menyumbang suara di rumah mertua (kalo tinggal di rumah mertua).
Membacalah sepulang bekerja, apa saja. Sebelum nanti kamu akan menghabiskan waktu istirahatmu dengan mendengarnya berbagi cerita, tentang harinya di luar sana.
Bermajelislah banyak-banyak, bertemu dengan orang-orang yang menambah ilmu. Sebelum nanti kamu akan punya satu guru, yang membimbing langkahmu dengan semua ilmu yang sudah kau dapat.
Nikmatilah Minggu sore dengan nongkrong di tempat yang kau suka : perpustakaan, tempat jual buku-buku bekas, taman, museum, kafe, lalu ngobrol dengan orang-orang asing. Sebelum nanti kamu akan sibuk berbincang-bincang dengannya dimanapun kalian berada.
Berbagilah rejeki dengan orang lain sebanyak-banyaknya. Sebelum nanti kebutuhan rumah tangga menjadi alasan setan untuk menggodamu menjadi kikir.
Sering-seringlah menghabiskan waktu bersama orang tuamu, sebelum nanti waktumu menjadi milik lelaki itu.
Bertemu dan berkumpullah bersama sahabat-sahabatmu, sebelum nanti semua itu akan sangat jarang kau lakukan karena kehidupan yang sudah sangat berbeda.
Nikmati me time mu, sebelum nanti akan menjadi our time.
Bukan berarti masa nanti bersamanya itu akan buruk. Tapi, nikmati saja setiap detik yang kita punya. Bersyukur dengan keberadaan kita. Dan meresapi rasa-rasa menyenangkan serta sensasi berbeda yang diberikan setiap masa.
Blabbering ini terinspirasi dari curcol an beberapa sahabat yang sudah menikah. Bukannya mengeluh, tapi kadang tanpa sadar mereka mengatakan sesuatu yang mengindikasikan bahwa mereka merindukan saat-saat me time.
Surabaya, 6 Januari 2015. Sambil minum teh hangat di pagi yang dingin.
sudah. selesai. tidak akan lagi mengejar rasa itu. ya, mungkin aku yang tak bisa dan tak mengerti caranya menunggu. biar saja. waktu memang berkuasa bukan? untukmu, aku sudah selesai.
aku rindu kawan bicara ngalor ngidul. yang asik diajak berkhayal tentang langit. tentang kenapa saat malam langit membuat nyaman. tentang kenapa bintang memiliki tempatnya masing-masing. tentang kenapa kita bisa nyaman bicara tanpa harus menutupi diri, membatasi pikiran dan imajinasi. aku kangen dengan semua cerita impianmu yang tidak masuk diakal orang-orang, tapi aku sangat menggebu-gebu mendengarnya, juga ingin ikut meraihnya. aku kangen, tembakan pertanyaan nyelikit dan aneh yang tiba-tiba kau utarakan, bisa langsung atau bahkan via handphone. hai kamu, aku sudah lama tidak 'bercerita' seperti itu. aku kangen kamu, sebenarnya. obrolan itu hanya alasan belaka untuk bisa meminta waktumu. kamar kedua, 06.01.15
sampai kapan?
beberapa hari ini aku mulai merasa ada yang aneh. setiap melihat sosokmu, aku selalu melatunkan doa, menyisipkan harapan. entah rasa ini hanya godaan nafsu belaka atau memang ‘feeling’ lantaran bertemu denganmu. aku mengerti menahan rindu menjadi suatu latihan hati yang luar biasa. setiap hari kadar rindu bertambah tanpa bisa dibendung. lalu, aku bisa apa? semua kendali ada padamu. aku hanya bisa menunggu, sambil tetap melangitkan doa, yang entah sampai kapan. semoga doa kita sempat bertemu di langit, menunggu di eksekusi oleh yang Maha Pengasih.
kalau saja ada rekaman tahun-tahun yang sudah lewat, dia pasti terkagum-kagum. bisa, pasti semakin bisa lagi untuk tahun-tahun berikutnya. perjalanan paling luar biasa adalah perjalanan diri sendiri. perjuangan, setiap detiknya harus diperjuangkan. bersyukur, segala yang telah lewat tak boleh lepas dari syukur. berdoa, segala yang akan datang harus selalu dalam naungan doa. terima kasih, tidak ada apa-apanya tanpa keberadaan semua orang luar biasa. berbaik hati dan budilah pada si kecil yang dulu suka tersenyum dan menangis. bertanggung jawablah pada impian-impian si gadis kecil yang suka bermimpi. jadilah spesial untuknya. jangan lelah, untuk senyum-senyum selanjutnya.
nyebelin, kangen kangen kangeenn.. abis dikodein malah ngga bales. resee reseee. kenapa susah banget jujur siih.. kangen tau. kangen banget.
soal pernikahan, di usia ku sekarang memang sudah menjadi hal wajib nomor wahid yang dipertanyakan orang sekitar. mereka menunggu aku menjadi genap. sekarang yang masih ganjil, belum stabil katanya. entah apa asyiknya menggoda orang yang belum menikah. padahal, justru bagiku, pernikahan adalah tahapan dan pilihan terbesar dalam hidup. aku merubah haluan tanggung jawabku. aku berganti tanggungan atas hidup dan matiku. sakral, dan penuh tanggungjawab. bukan hanya di dunia, tapi juga untuk akhirat. aku juga ingin menikah. di waktu yang tepat. semoga tidak terlalu lama juga usiaku menunggu untuk menjadi genap. persiapan. entah apa yang sudah kupersiapkan saat ini. mental, masih tiarap. keterampilan ibu rumah tangga, masih tidak seujung kuku dari mama. dan yang paling penting, partnernya. entah siapa dan dimana ia sekarang. aku? suka sama siapa? mungkin, aku akan jatuh cinta terus-menerus dengan partnerku kelak. iya kan, hei partner! #ke21
disini, kuah indomie bisa jadi keajaiban dunia yang menyegarkan. disini, air segelas bisa jadi pertahanan buat bermeter-meter ke atas. disini, hujan dan terik punya kenikmatan masing-masing. disini tidak melulu soal siapa yang kuat dan teratas. kadang di atas lah kita merasa tidak ada apa-apanya, sama rendahnya. disini, kawan tambah menjadi kawan. disini, aku asik mengenali diri sendiri. disini, sejauh apapun melangkah, setinggi apapun meraih, masih ada langit diatas kita. meski kita sejajar dengan langit, tapi masih ada langit diatas kita. kenapa? karena Dia lah yang Maha Melangit, Maha Tinggi. jadi, jangan pernah ragu meminta, memohon, dan menjadikannya alasan berusaha.
Disini,22/11. #ke22 – View on Path.
kodrat perempuan, seceria dan setangguh apapun adalah diperhatikan. bukan diperhatikan akan tingkah lakunya, tapi ada yang menjadikannya pusat perhatian dari seluruh rasanya. aku masih pemula, soal cinta aku tak tahu apa-apa. semoga itu tidak membuatmu gentar. semoga itu tidak membuatmu salah mengartikan. semoga kau tidak menyerah dengan keacuhanku. terkadang, aku memang tak mengerti. aku acuh karena tidak tahu, bukan karena ingin. untuk kau yang ingin menjadi pusat perhatianku, berterus teranglah padaku. tidak usah menggunakan cara-cara tersirat. dan, jangan malu. karena aku menyukai semua rasa darimu. jadi, semoga rasa kita segera bertemu. #ke23
mengingatmu entah kenapa menjadi hobiku akhir-akhir ini. telingaku menunggu mendengar suaramu. mataku mencari dimana sosok atau namamu tertulis. pikiranku selalu dihuni segala tengtangmu. aku takut meneruskan semua ini. aku belum siap, atau takut kecewa mungkin. aku ingin berharap, tapi aku tau itu sia-sia. entah kau sudah berlabuh pada orang lain atau belum. tapi, entah mengapa, aku selalu mengharapkanmu meski sedikit. mungkin, jika rasa ini salah, tak perlu ada kepastian. biarkan saja begini. biarkan saja hanya hatiku yang tahu. sampai kau benar-benar pergi. rasamu benar-benar menjauh. dan rasaku biar aku yang urus sendiri.
#ke24
jadi yang tidak diperhitungkan memang tidak enak. tapi, sadar tidak, saat itu kita disuruh isitirahat sejenak, untuk memikirkan dan melakukan sesuatu untuk diri sendiri. kalau semua harus sesuai kehendakmu, maka akan banyak perselisihan. manusia itu egois. egois itu lumrah, jika masih dalam kadarnya. jadi, suatu waktu ada baiknya kita menerima keegoisan orang lain, asal diri tidak ikut terluka. tidak apa-apa, kita punya Dia yang selalu memperhatikan 24jam. kenapa harus sedih hanya diacuhkan oleh makhlukNya? #ke25
dua.
jatuh menurutku mengasyikkan. kita melihat dunia dari pandangan lain saat jatuh. beda dengan mendarat, yang bisa sakit tergantung dimana kita mendarat. jatuh adalah suatu proses, berhenti jika sampai di tempat pendaratannya. kupikir, jika itu jatuh pada cinta sejati, maka tempat pendaratannya adalah saat roh terpisah dari raga. maka jatuhlah dengan indah, dengan penuh kesadaran, dengan pemikiran dan doa. tempat pendaratan bisa berubah, maka saat jatuh, tetapkan tempat mendaratnya. agar tidak tersasar, agar tidak ada jatuh sembarangan.
jatuh.
Kau boleh menjadi seceria dan semenyenangkan apa pun di luar sana. Terlihat kuat dan tegar menjalani hidup. Namun, Sayang, khusus di hadapanku, kau boleh bermanja melemah. Biarkan pelukku yang menenangkan dan menguatkan segala keluhmu.
Minka kepada Minko. (via tumbloggerkita)
sebelum mengeluh, masih banyak yang belum kita syukuri. sebelum menghakimi, masih banyak yang belum kita pahami. sebelum menyerah, sudah pantaskah kita dinilai berusaha? memperjuangkan? padahal kita masih jalan ditempat, kenapa begitu leha-leha? begitu meremehkan waktu.
masih bisa bangun? larilah. perbekalanmu cukup untuk bahkan berlarian. hujan bisa membuat badan segar, jangan manja basah. tujuanmu, kau sendiri yang tentukan. bukan berjuang kalau tidak jatuh-jatuhan. tapi, jatuhlah dengan bangga dan patut diperhitungkan.
secukupnya.