shocking day
tanggal 20 agustus 2014 hari dimana semua terasa kelam, gelap, hancur. semua kenangan seakan kembali ditayangkan seketika, persis seperti film yang ditayangkan dengan durasi pendek.
seperti biasanya ketika masuk kantor yang saya lakukan bikin kopi dan membereskan pekerjaan kantor. namun rutinitas semua itu buyar ketika jam 15:46 ada telpon ke hp saya dengan nomer yang belum tersimpan. ketika diangkat ternyata nunu (kakak ipar) yang telpon, dia menelpon dengan nada tergesa gesa dan sedikit tidak jelas karena isak tangisnya, dia pun meminta saya untuk pulang kerumah secepatnya. yang saya ingat percakapan nya seperti ini
N:din si mamah pingsan.!
D:pingsan kunaon?
N:duka da teu acan sadar
D:enya ayeuna uih.
dengan percakapan seperti itu langsung sontak jantung ini berdebar lebih kencang, dan perasaan ini tak karuan hanya berharap semoga baik baik saja ibu saya dirumah. selepas telponan saya pun pamit minta ijin pulang, keadaan di kantor tidak terlalu ramai waktu itu yang ada di kantor Pak Adib yang sedang mengerjakan sesuatu di laptop nya. dan pak adib pun bertanya "ada apa? din." saya menjawab dengan nada bergetar "ibu saya pingsan pak. Pa adib pun langsung mengiyakan "cepet pulang sana, klo ada apa" langsung kasih kabar. dan saya pun membereskan meja yang penuh dengan kertas revisi dan mematikan komputer.
dengan perasaan gusar dan tak menentu selama perjalanan pulang, akhirnya saya sampai di depan rumah.
dan kaget setengah mati ketika dengan melihat adik saya sedang mendorong ibu menggunakan kursi roda dengan wajah pucat pasi dengan bibir membiru. dengan melihat kondisi ini saya langsung membantu adik melarikan ibu saya ke IGD rumah sakit ginjal yang tidak jauh dari rumah. dengan susah payah melewati jalan rumah yang penuh dengan polisi tidur, sepanjang perjalanan menuju IGD banyak warga bertanya "saha Ieu" mereka pun melihat langsung ibu saya yang duduk lemas di kursi roda. 'astagfirullah dewi'.. dengan sedikit meneteskan air mata saya berharap ibu saya bisa ditangani cepat oleh pihak rumah sakit,
dan akhirnya sampai di IGD Rumah Sakit Ginjal, dan langsung ditangani oleh Dokter beserta tim. setelah harap harap cemas dan berdoa semoga ibu saya tidak terjadi hal yang serius. Dikesempatan yang sama ada beberapa warga yang datang ke lobby IGD dan bertanya kenapa bisa sampai dibawa ke IGD.
setelah menunggu 10 menit kurang, deni(adik ipar) menghampiri saya dan berkata "sing sabar nya a, mamah tos ngantunkeun".
Saya pun terdiam lemas tak berdaya tangis pun tak bisa dibendung seakan hidup ini tak adil, kenapa harus ibu saya yang diambil oleh sang khalik, disaat saya masih mengikuti proses Sidang Tugas Akhir, saya belum diwisuda, saya belum bisa membahagiakan beliau kenapa!!
“Tiada seorang pun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal” (QS. Luqman [31]: 34)
awan gelap pun seperti tepat berada diatas kepala, ketika masuk ke ruang IGD dengan melihat orang yang saya cintai terbujur kaku. flashback ketika dia tersenyum, bercanda dengan cucu kesayangan nya, menawarkan sarapan setiap pagi, membuka pintu sewaktu saya pulang kerja larut, mengantarkan berbelanja, ya allah.
Yang paling diingat dari ibuku adalah orang yang paling sabar dan mengajarkan arti sabar dan berjuang hingga titik akhir. Bagaimana dia membesarkan kedua anaknya seorang diri. dari anaknya remaja hingga dewasa.
Sampai tulisan ini dibuat, saya masih ingat dan terngiang favorit lagunya ketika saya dan teman-teman bermain gitar di teras rumah. Lagunya Peterpan - Yang terdalam menjadi lagu yang sering diminta ibu ketika kami nongkrong.
Akhir dari hidup di dunia ini adalah kematian. Hanya surga allah yang bisa mempertemukan kami kembali di akhirat kelak. Wallahualam Bissawab
Akhir kata
اَللَّهُمَّ اغْفِرْلَها وَارْحَمْهَا وَعَافِهَا وَاعْفُ عَنْهَا، وَأَكْرِمْ نُزُلَهَا، وَوَسِّعْ مَدْخَلَهَا، وَاغْسِلْهَا بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ، وَنَقِّهَا مِنَ الْخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ اْلاَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ. وَأَبْدِلْهَا دَارًا خَيِرًا مِنْ دَارِهَا، وَأَهْلًا خَيْرًا مِنْ اَهْلِهَا وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهَا، وَأَدْخِلْهَا الْجَنَّةَ، وَأَعِذْهَا مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَفِتْنَتِهِ وَمِنْ عَذَابِ النَّارِ
“Allaahummaghfir laha warham ha wa’aafi ha wa’fu anha wa akrim nuzula ha wa wassi’ madkhola ha waghsil ha bil maa-i wats-tsalji wal barodi wa naqqi ha minal khothooyaa kamaa yunaqqots tsaubul abyadlu minad danasi wa abdil ha daaron khoiron min daari ha wa ahlan khoiron min ahli ha wazaujan khoiron min zaoji ha wa adkhil hal jannata wa ‘aidz ha min ‘adzaabil qobri wafitnati hi wa min ‘adzaabin naar”.
mungkin ini jalan yang terbaik bagi ibu saya..
goodbye forever my lovely mom.
i will always love you forever.
doaku selalu menyertaimu













