Agar Kita Istiqomah!
Alhamdulillah, bahas tentang preparation udah, tentang reparasi diri juga udah. Nah, setelah itu gimana sih cara mempertahankan proses reparasi diri kita agar long lasting?
Istiqomah. Satu kata yang sering kita denger tapi susahnya subhanallah untuk dipraktikkan. Nggak percaya? Coba aja masalah "giving". Kita diminta untuk istiqomah selalu "giving" setiap harinya aja sulitnya minta ampun. Padahal Allah menyukai amalan yang kontinyu walau kecil. Dalam hidup kita harus senantiasa berikhtiar, bukan? Termasuk untuk istiqomah juga kita wajib ikhtiar.
Cara istiqomah yang pertama adalah bulatkan niat dan tekad. Memang ya niat itu sangat menentukan. Pasti akan selalu percuma persiapan yang kita buat tanpa niat yang tulus. Kedua, hiduplah seperti esok akan tiada. Hah, maksudnya apa? Iya, bayangkanlah kalau hari ini adalah hari terakhir kita, maka pasti kita akan berusaha istiqomah terhadap segala proses perbaikan diri kita. Terakhir, carilah teman seperjuangan dalam mereparasi diri. Kita ini sebagai manusia kerap lalai dan meremehkan banyak hal. Maka, dengan adanya teman satu perjuangan dan memiliki visi yang sama untuk memperbaiki diri tentunya akan lebih memudahkan kita untuk istiqomah.
Sobat, mempersiapkan kematian, mereparasi diri, dan istiqomah dalam memperbaiki diri adalah proses yang akan terus berjalan hingga Allah memanggil kita, hingga Allah mengatakan "Ayo pulang, masamu di dunia telah usai" Semoga saat masa itu datang kita semua sudah besungguh-sungguh memberikan yang terbaik dengan ikhtiar maksimal untuk menjalankan ketiga proses tersebut. Jangan lupa, sertakan rasa tulus nan ikhlas mengharap ridho dan cinta-Nya dalam setiap proses. Selamat berubah! Selamat Mereparasi diri Anda! Semoga kita semua istiqomah di jalan-Nya!














