Hmmm pasti sebagian orang tahu sama judul tulisan ini. Kalo berpikir ini adalah salah satu judul lagu dari band Seringai, ya bener juga sih. Tapi saya pake judul ini karena memang seringkali keadaan ini yang selalu terjadi di sekitar kita.
Menghakimi atau nge-judge orang pasti akan selalu dilakukan oleh orang sekitar kita. Sangat gampang pastinya untuk kita menghakimi orang tanpa tahu latar belakang orang tersebut, benar kan? misalnya;
“wah si ini orangnya gini... wah si itu orangnya gitu...”
“alah dia mah paling.....”
dan masih banyak lagi. Pasti banyak kan diantara kita yang berpikiran seperti itu?
Nah itu semua timbul dari persepsi kita dan kepercayaan-kepercayaan kita yang selama ini selalu membentengi kita dari kenyataan yang sebenarnya terjadi. Tidak selamanya apa yang kita anggap itu benar adalah kebenaran yang absolut. Banyak sudut pandang lain dari suatu permasalahan yang sering sekali luput dari pengamatan kita.
Gini saya kasih contoh, jika ada seseorang yang selalu pulang malam pasti persepsi kita mengaitkan dengan hal-hal yang negatif. Padahal, belum tentu orang tersebut melakukan hal itu kan? Bisa saja orang tersebut setiap malam memberikan bantuan kepada tuna wisma atau pemulung misalnya. Tidak mungkin? Tapi bisa saja kan? Jika ada seseorang pada masa lalunya berperilaku buruk, belum tentu juga di masa depan orang tersebut akan seperti itu kan?
Persepsi-persepsi seperti ini yang menurut saya perlu diadili, dalam artian bahwa posisikan kita sebagai orang tersebut. Jika kita tidak tahu latar belakang atau alasan mereka melakukan hal tersebut, kita sama sekali tidak berhak untuk menghakimi mereka berdasarkan persepsi kita dengan alasan apapun. Karena selama kita memiliki persepsi buruk pada seseorang, semua hal baik yang dilakukan oleh orang tersebut akan kita anggap sebagai pencitraan atau sifat “angin-anginan” saja dari orang tersebut (kebetulan baik).
“fa i’nnallaaha bimaa ya'maluuna basyir” (sesungguhnya Allah Maha Melihat apa yang mereka kerjakan)