Berbeda. Memangnya Mengapa?
Saat kita sama-sama menyukai suatu hal apakah menurutmu benar, kita harus sama? serupa? tidak boleh berbeda?
Aku suka membaca buku perihal banyak hal novel romantis, buku puisi, buku pengetahuan umum, parenting, dan masih banyak lagi Kau suka membaca buku-buku agama, buku-buku yang menurutmu pasti berfaedah
Ya, kita berbeda Memangnya mengapa?
Aku suka menulis puisi, cerita pendek, sampai dengan naskah novel romantis yang entah akan diterbitkan oleh penerbit mana Kau selalu menulis hal yang kauyakini maha baik terkadang menggurui, tak jarang pula menghakimi hal tersebut, kau anggap layak untuk dibagikan karena menurutmu, itu lebih bermanfaat bagi banyak orang
Ya, kita sangat berbeda Memangnya mengapa?
Aku terbiasa mengutarakan apa yang kurasa melalui media apa saja terkadang bicara langsung, seringkali hanya diam di kamar bahkan menulis sebanyak mungkin di mana saja kusuka Kau lebih suka meminta nasihat orang-orang yang kau kagumi isi kepalanya menurutmu, itu lebih ada gunanya
Ya, kita sangat berbeda Memangnya mengapa?
Aku suka berkawan dengan siapa saja seringkali, aku tak memandang jenis kesamaan berkawan, menurutku bisa dengan siapa saja namun mengikuti kebiasaan mereka yang tak benar itu lain soal Kau hanya berkawan dengan ‘sesamamu’ katamu, kau tak biasa berkawan dengan yang visi misi hidupnya berbeda menurutmu, mereka lebih menyenangkan untuk berbagi perihal apa saja
Ya, kita sangat berbeda Memangnya mengapa?
Apakah dengan merasa menjadi orang paling sempurna di dunia kau merasa berhak mengecilkan orang lain yang berbeda? Apakah dengan merasa sudah melakukan yang baik kau merasa berhak untuk menilai yang sebaliknya adalah buruk? Apakah benar, kebaikanmu sedangkal itu? karena beberapa orang, benar melakukan apa yang hatinya katakan
Ingatlah fakta bahwa ketika kau mengecilkan seseorang, Tuhan yang akan mengecilkanmu.
Medan, 25 November 2015
- Tia Setiawati
saik abizzz. terimakasih untuk ini <3


















