A Change of Me, Welcoming 30
23 November 2022
05:02am
Hari ini, menjadi lembar pertama ku genap berusia 30 tahun. Jika pada tahun-tahun sebelumnya aku kerap mengaku tidak ada yang berbeda, maka kali aku tegaskan semua sudah berubah.
Puncak dari perubahan ini terjadi pada sepekan sebelum tulisan ini terbit. Saat malam pergantian hari, aku tidak bisa tidur. Benak pikir ku kala itu berkata, pekan depan aku sudah seutuhnya melepas masa lajang.
Secara fakta, masa lajang ku memang sudah berakhir pada 28 November 2021, namun realitanya, dalam setahun terakhir sifat kelajangan ku belum benar-benar sirna.
Malam itu aku berkontemplasi, bahkan aku sedikit menitihkan air mata. Aku bersedih, kenyataan menjadi seorang suami dan seorang ayah membutuhkan masa adaptasi yang tidak instan.
Banyak faktor memang, mungkin karena saat itu kami tengah terpisah jarak, Jakarta-Sukabumi. Mungkin juga karena hubungan pacaran yang singkat dan baru saling mengenal lebih banyak ketika sudah diikat oleh agama dan negara.
November menjadi bulan peralihan, semua tutur laku sebagai lajang harus tuntas. Membuang hal bodoh yang bisa merusak ketenangan tatanan kehidupan.
Ketika ada hal buruk yang menimpa akibat kebodohan, aku tidak lagi berdiri di atas nama diri sendiri atau bahkan berlindung kepada orangtua. Sebab kini, baik buruknya aku akan jelas berdampak kepada keluarga. Ada istri dan anak yang harus dijaga, lahir dan batin.
Mereka adalah tanggungjawab, tanggungjawab utama yang ku pilih untuk usia 30. Menjaganya adalah janji sehidup dan semati. Bahkan, jika nyawa ini yang harus taruhannya.
Aku sadar, dengan begitu porsi untuk diri ku sendiri sudah bukan menjadi prioirtas. Kebahagiaan ku harus bergeser dari kesenangan pribadi menuju kegembiraan bersama.
Aku tidak bisa mengatakan sudah bahagia saat mereka tidak ikut merasa. Tapi, aku harus bisa ikut mereka dalam suka cita meski faktanya aku sedang tidak baik-baik saja.
Aku memang belum ahli bagaimana menjadi nyata di tengah fana. Sebab yang aku tahu, perjalanan ini hanya sementara. Mungkin aku hanya perlu berpura, hingga pada nantinya aku bisa menuju bahagia tanpa harus banyak warna.

















