3 Kunci Kemajuan Suatu Kota/Kab.:
Butekal
Budaya
Teknologi
Alam
No title available
Misplaced Lens Cap

gracie abrams
d e v o n
h

Discoholic 🪩
Mike Driver

Love Begins
almost home
YOU ARE THE REASON

bliss lane

shark vs the universe

if i look back, i am lost
No title available
No title available
Not today Justin
Show & Tell
No title available

blake kathryn
noise dept.
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from Kazakhstan

seen from United States
seen from United States
seen from United Kingdom

seen from United States

seen from Nigeria
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from Japan

seen from United States
@dpqb-web
3 Kunci Kemajuan Suatu Kota/Kab.:
Butekal
Budaya
Teknologi
Alam
Kamu berasumsi. Nggak boleh kamu.
Lutut Binsar Panjaitan (KBNBK)
Apa kewajiban saya mempertanggungjawabkan saya punya Big Data sama kalian?
Luhut Binsar Panjaitan
Kebohongan bersuara lebih keras daripada kebenaran, namun kebenaran lebih berani melawan daripada kebohongan
Demokrasi hanya bisa berjalan baik, apabila rakyatnya dapat berpikir bebas dan cerdas, mengoreksi yang buruk dan memilih keputusan yang baik (minimal bukan penjilat pihak manapun), dan pemimpin yang ditunjuk dapat mendengarkan suara baik dari rakyatnya.
Kediktatoran hanya bisa berjalan baik, apabila pemimpinnya dapat berpikir cerdas untuk memilih keputusan yang baik dan mengoreksi keputusan yang buruk, tidak rakus akan kekuasaan, dan rakyatnya yang dengan sukarela mengikuti arahan dari pemimpinnya.
Good or bad people are relative. Friends will call us good. Enemies will call us bad.
Only God is absolute good.
The scariest thing is the evil will live forever in us until we die. Makes us stingy. Makes us greedy. Makes us envious. Makes us angry. Makes us crazy.
Kenapa kemajuan teknologi di Indonesia, sepertinya kandas dan tidak maju2?
Karena mereka terlalu mengikuti arus standarisasi dan tdk prnh membuat keunikan (fitur) tersendiri didalam produk teknologi buatannya.
Sebagai contoh, coba bandingkan garis produk televisi merk luar negeri dgn garis produk televisi merk lokal. Fitur yang dibawakan dari bandingan produk sangat beda jauh; merk luar negeri sdh ada yg membawakan 8K, OLED, 95", Dolby, Smart TV, HDMI 2.1, dll. sedangkan merk lokal masih nyaman dgn 4K, TFT LCD, dll.; pasti dgn alasan "belum banyak konsumen yg tertarik dgn fitur2 tsb." (setidaknya Polytron sdh mulai mengenal Mini-LED, QDLED, HDR10+, 120Hz VRR)
Bukan hanya itu, segala kemajuan teknologi di Indonesia kandas/ambang hanya karena "terlalu nyaman di zonanya".
Saya ingat suatu pertanyaan dari salah satu menteri lama yang cukup "mantap didengar"; dan saya menambah kalimat lainnya dengan pertanyaan yang sama.
Internet cepat buat apa?
Televisi digital buat apa?
Kendaraan listrik buat apa?
(dst.) buat apa?
Tapi jarang ada yang bertanya,
Kapan Internet cepat?
Kapan Televisi digital?
Kapan Kendaraan listrik?
Kapan (dst.)?
Inilah alasannya mengapa kemajuan di Indonesia masih biasa2 saja. Saya berikan kritik seperti ini, dengan harapan teknologi di Indonesia bisa berkembang maju dgn baik.
Terkadang, pemimpin bijaksana itu menolak dirinya untuk menjadi pemimpin.
Pemimpin bijaksana itu hanya akan memimpin jika dia ditunjuk oleh seseorang, entah kerabatnya, teman2nya, atau org2 sekitar.
Lebih baik jadi macan sehari daripada jadi kambing setahun.
Siti Fadilah Supari
plagiat samsung
plagiat ipad
tata letak situs
bahasa desain
Kebaikan dan keburukannya perlu dipelajari.
Kebaikannya dipelajari untuk kita teladani.
Keburukannya dipelajari untuk kita jauhi.
Lebih baik tiada teman, daripada punya teman buruk
Dulu, diktator Indo berani unjuk muka di hadapan warga2nya, sampai ke anak2.
Sekarang, diktator Indo bersembunyi di belakang kursi presiden, spy klw tata negaranya berantakan, yg disalahkan presidennya.