Apakah Aman Membawa Barang di Atap Saat Mudik Lebaran?
Pemudik yang memakai mobil individu umumnya bawa banyak benda. Apalagi, sering kali benda bawaan itu diikat di atap mobil. Nyaman tidak sih?
Bagi Instruktur serta pendiri Jakarta Defensive Driving Consulting( JDDC), Jusri Pulubuhu, pengendara tidak direkomendasikan asal mengikat beberapa barang bawaan di atap mobil.
"Mengapa? Tidak hanya benda itu tidak nyaman, pula ini tidak nyaman buat orang lain. Jika benda itu jatuh bisa jadi hendak membahayakan pengguna jalur lain. Makanya dianjurkan gunakan roof box," ucap Jusri kepada detikcom.
Bila memanglah di bagasi tidak dapat menampung, Jusri menganjurkan lebih nyaman memakai roof box ataupun boks yang terpasang di atap. Itu juga style berkendaranya wajib disesuaikan lagi. Paling utama soal kecepatan.
"Yang jelas kecepatan wajib diturunkan, jangan 120 kilometer/ jam ia geber meski katanya nyaman," ucapnya.
Yakinkan pula roof box mempunyai roof rack serta bracket yang bagus serta kokoh. Karena, kata Jusri, terdapat peristiwa roof box mobil terlepas.
Berikutnya, Jusri menganjurkan supaya tidak muat benda di roof box sangat kelewatan. Hendaknya muatan yang dibawa lumayan 70% dari kapasitas optimal roof box itu.
"Misalnya katakan ia 550 liter, jangan digunakan full 550 liter. Sebab ingat, beban muatan itu cuma ditopang oleh sebagian kaki ataupun bracket yang rentan lepas. Meski brakcet kokoh, tetapi sebab terpaan angin beban kerja sang bracket hendak terus menjadi berat. Aku sarankan 70% dari kapasitas optimal," ucapnya.
Jusri mewanti- wanti pemudik untuk mengikuti tips membawa barang saat melakukan perjalanan mudik. Pengendara dianjurkan cuma bawa benda yang sekiranya diperlukan sepanjang ekspedisi. Sedangkan benda yang cuma dibutuhkan di kampung taman hendaknya dikirimkan memakai jasa ekspedisi.
"Jika ruang penumpang diokupasi beberapa barang, yang terjalin merupakan sesak serta tidak aman. Tidak aman tadi hendak membuat orang- orang di dalam kendaraan hendak tekanan pikiran. Ia dapat sakit. Kerap jika mudik, anggota keluarga dalam satu mobil itu hingga di tujuan terdapat yang sakit, itu sebab tekanan pikiran tadi di dalam kendaraan. Sebab muatan yang begitu banyak, belum bau santapan yang dibawa. Terlebih beberapa barang itu membuat tidak aman sang sopir. Wah sang sopir itu hendak jauh lebih tekanan pikiran," katanya.
"Sebab bawa beberapa barang sangat banyak, tidak hanya tidak membuat aman, pula terpaut dengan bobot kendaraan. Dampaknya mengkonsumsi bahan bakar boros serta usia komponen jadi pendek seperti suspensi, bushing- bushing," ucapnya.











