Dengan maraknya program literasi yang diusung pemerintah dan bermunculannya grup-grup pecinta baca memberikan pilihan baru bagi generasi muda sebagai pilihan hobi. Membaca tak lagi dianggap aneh, nerd or geek. Membaca seolah memiliki kelasnya tersendiri dimana mereka yang gemar membaca tahu segalanya? Iyakah? Tentu tidak, sama seperti hobi lainnya, pembaca memiliki selebritinya tersendiri yaitu penulis-penulis favorit dimana di dalamnya ada gosip, tingkah konyol, penulis yang berkubu-kubu, sindir sana-sini, lover dan hater dimana-mana. Bacaan memiliki ragam genre dan memiliki peminatnya masing-masing dimana kadang penggemar satu genre menyerang genre lainnya, tak ubahnya army vs exo-l fanwar hahaha. Sebagai umpana ada pembaca sastra merasa kalau mereka yang membaca genre populer tidaklah bisa disebut pembaca karena membaca sesuatu yang dianggap nirfaedah. Ada lagi yang mengganggap bahwa orang yang doyan ngikutin mode itu buang-buang uang, padahal dia sama saja hanya saja objeknya berbeda pembaca memilih membeli bahkan memnimbun buku, sedangkan yang dia komentari memilih membeli baju dengan aneka model sesuai trend. Ini hanyalah sekedar opini, karena banyak terjadi orang merasa keren karena hobi membaca dan memandang sebelah mata padahal ga gitu juga kali ah, makanya aku sukaaa banget sama salah satu quote yang entah kubaca dimana "semakin banyak kamu membaca, semakin kamu merasa bodoh, karena banyak hal yang tidak kamu ketahui" . Membaca nggak lantas bikin orang lebih pinter kok, hanya dia memiliki banyak dunia dan pintu tersendiri untuk kebahagiaan dan jendela pengetahuan yang dia comot sedikit demi sedikit dari remahan pengetahuan yang tersempil dalam lautan kata-kata. Bukan ga mungkin juga orang yang doyan baca malah keblinger dengan ke-sok-tauannya akibat membaca tanpa prmbanding dan analisis. Karenanya, jika kamu doyan baca dan masih belagu, tetaplah belajar memandang dari segala sisi dan seperti kata Atticus Finch dalam To Kill a Mockingbird "Kau tidak akan pernah bisa memahami seseorang hingga kau melihat segala sesuatu dari sudut pandangnya… hingga kau meyusup ke balik kulitnya dan menjalani hidup dengan caranya.” (di Pangandaran Beach, West Java, Indonesia) https://www.instagram.com/p/BsE6CrsAMIh/?utm_source=ig_tumblr_share&igshid=7abo5xl2ro0e









