Dua Puluh Empat. . Dua puluh empat yang sama. Tahun dan bulan berbeda. Sifat yang sama. Introvert. . Dua puluh empat, tahun 67, anak bungsu pasangan Sofian Sulaiman dan Niek Sri Rahayu lahir. Bayi cantik, putih, gempal yang jadi teman bertengkar sekaligus pendengar curhat terbaikku. Seorang oma penuh drama, istri paling jarang tidur, seorang menantu yang senantiasa merawat mertuanya hingga akhir hayat, sekaligus ibu hebat yang entah bagaimana caranya bisa mendidik kami meski menjadi yatim piatu sejak bangku SMP. Panggil saja beliau Ochu. Oma Bungchu. . Dua puluh empat, tiga setengah tahun lalu, Kiranaku lahir. Gadis kecil yang kini belajar dengan baik di sana, cucu yang mandiri di kala jauh, dan sebegitu manja di kala lenganku mengalung di tubuhnya. Gadis kecil dengan bibir setipis opanya dan sifat sekeras ochu-nya. Kirana Zahrasena namanya. . Dua puluh empat yang sama. Terpotret di satu bingkai kamera. Anakku menjadi cucu kesayangan omanya. Terkadang aku iri sebagai ibu. Betapa kebutuhan anakku jauh lebih dipahami mama semenjak satu tahun setengah ia murni dirawat tanganku sendiri. Tapi, kuakui bahwa kedekatan mereka berbeda. Jauh ketika aku yang berkeras untuk bertahan dengan rindu, ibuku yang jauh di sana sudah menangis merindukan cucunya. . Dua puluh empat, dua setengah tahun lalu. Ibuku mengabaikan kantuknya untuk Kirana. Terbangun sejak tengah malam untuk menyediakan nasi kotak yang kan kami bagikan ketika sahur. Demi hari jadi cucunya. Tanpa kuketahui, lelah dan sakit kepalanya kian menjadi. Lagi-lagi demi cucunya. . Dua puluh empat, tiga setengah tahun lalu. Denganku yang tak pintar menjadi calon ibu, dan jauh dari mama, dan ditambah berbagai kabar hoax beredar mengenai puskesmas beserta segala permasalahannya, beliau hanya berkata, “Berdoa saja. Dimana aja nggak apa-apa. Bisa normal ya syukur. Banyak berdoa. Nggak sakit kok” . Dua puluh empat. Dua-duanya tak bersamaku. Takkan sering lagi kurasakan masakan tanpa resep dari mama, rewelan minta susu dari satunya, tak ada lagi pertengkaran berujung peluk yang kurindu, hingga tangisan kecil yang membuat ku pilu. Dua puluh empatku, ibu dan anakku, aku rindu. #30haribercerita #30hbc1824 #30hbc18hoaks