Disebuah taman dengan kursi ditengahnya
Kau terlihat murung, duduk sendiri
Sepi, kesepian terlihat di wajahmu
Entah apa yang ada dalam anganmu
Saat itu.
Ku coba kirimkan sebuah pesan singkat
Hanya sekedar untuk menghiburmu
Beberapa kau acuhkan
Waktu terus berlari menjauhi taman itu
Kini tiba sebuah balasan dari pesan singkatku
Darimu yang sempat mengacuhkanku
Tanpa sadari, kita saling bertukar tawa
Berbagi tanya, kemudian saling khawatir
Aku beranikan diri bertanya padamu
Sanggupkah kau berjalan berdampingan denganku?
Aku ragu menanti jawabanmu
Terlihat senyum di wajahmu
Aku pikir itu jawaban setuju
Sekian waktu berlalu, kau memasuki ruang baru
Bukan taman itu lagi, bukan tempat kita berbagi
Ruang yang tak aku inginkan
Sebuah ruang yang mampu menciptakan kekacauan
Untuk kita
Aku pernah membawamu keluar dari ruang itu
Aku pernah terpaksa memasukinya
Tapi semuanya sia-sia
Ruang yang sesak, mampu mengubah semuanya
Termasuk orang tuamu.
Pada akhiranya aku harus pergi meninggalkan ruang itu
Aku tau, aku tak pantas berada disana
Aku memilih menjauhi ruang itu
Aku bermimpi, akan ku hancurkan ruang itu
Semakin lama kau berada di dalamnya
Kita semakin jauh
Hingga ku putuskan tuk berjalan sendiri lagi
Mengelilingi taman yang pernah kita lalui
Kini, aku sudah tidak peduli
Aku takkan peduli lagi
Aku sudah punya mimpi yang lain
Mimpiku, akan ku buat indah taman ini
Jangan pernah kau melewatinya lagi
Cukup sudah.
Aku pergi.
Waktu (kita)
0935.250519
Drn













