Antara Bumi, Manusia dan Sampah
Kali ini saya ingin sharing sedikit mengenai salah satu aktivitas saya yang lain. Mungkin banyak orang berpikir thats not me banget. Tapi saya harap setelah teman-teman membaca blog saya ini setidaknya membuat teman-teman sadar mengenai kondisi bumi yang kita tempati selama ini.
Dengan usia sekitar 4.5 miliar tahun dan dengan penghuni sekitar 7.2 miliar manusia (belum ditambah hewan dan tumbuhan), membuat bumi semakin lama semakin menunjukkan akhir dari usianya. Ya, perubahan iklim yang signifikan, kenaikan air laut, pemanasan global, efek rumah kaca, Mencairnya es dunia, merupakan sedikit dari banyaknya "penyakit" yang menyerang bumi. Kalau mau ditanya siapa yang bertanggung jawab atas semua penyakit bumi itu, jawabannya sudah pasti makhluk terbaik ciptaan Tuhan yang memiliki akal dan pikiran yang telah menguasai Bumi selama jutaan tahun sejak punahnya jaman Dinosaurus. Pernahkah kita berpikir jika Dinosaurus tidak musnah mungkin bumi akan berada dalam kondisi yang berbeda dari sekarang?
Ok, kita tidak perlu berbicara "if-then". Saya tidak ingin sharing mengenai hal yang terlalu jauh atau rumit. Saya hanya ingin sharing mengenai apa yang telah kita lakukan dan apa yang bisa kita perbaiki. Berbicara tentang apa yang telah kita lakukan, manusia memproduksi sampah tiap harinya. Dari mulai kita bangun tidur hingga tidur kembali, bayangkan berapa banyak sampah yang kita buang ke bumi? Dan apa kita bertanggung jawab terhadap sampah yang kita buang tersebut? Karena sumbangsih kita dalam memproduksi jumlah sampah di bumi, merupakan sebab langsung bumi terserang penyakit seperti sekarang ini. Tidak usah jauh-jauh, berapa banyak sih jumlah plastik yang kita gunakan tiap hari? Berapa banyak kertas yang kita buang tiap harinya? Berapa lembar tisu yang kita pakai ketika berkeringat? Berapa banyak asap kendaraan yang motor/mobil kita hasilkan untuk aktivitas kita? Berapa banyak air yang terbuang percuma?
Saya dahulu bukan tipe yang peduli dengan permasalahan di bumi. Sejak saya terlibat dalam sebuah komunitas lingkungan yang membuat saya menjadi lebih aware sampai sekarang. Ya saya tidak bisa bilang 100% saya mengurangi pemanasan global. Tapi setidaknya saya bertanggung jawab dan mengurangi atas sampah yang telah saya produksi tiap harinya.
Di dalam komunitas yang saya ikuti saya bertemu dengan banyak orang-orang hebat. Bahkan saya selalu berpikir saya tidak ada apa-apanya dibanding mereka semua. Dengan berteman dengan mereka membuat saya lebih sadar mengenai kondisi bumi kita sebenarnya. Jika teman-teman ingin mengetahui kondisi bumi sebenarnya, teman-teman bisa googling dan akan menemukan berpuluh-puluh halaman mengenai kondisi bumi yang sekarang ini.
Saat di dalam komunitas, banyak sekali kegiatan yang merupakan aksi langsung ke lapangan dibandingkan dengan posting atau tweet semata. Kita benar-benar turun ke jalan, sosialisasi langsung, bahkan ikut membersihkan sampah-sampah di hutan mangrove.
Pengalaman-pengalaman tersebut membuat saya berpikir berapa lama dan berapa banyak tenaga yang dibutuhkan untuk membersihkan sampah-sampah itu? Dan apakah dengan membersihkan sampah tersebut akan menyelesaikan masalah? Banyak sekali kan pertanyaan yang saya sebutkan? Tentu, karena banyaknya permasalahan mengenai sampah yang belum bisa terpecahkan sampai sekarang.
Sampah memang masih menjadi salah satu masalah terbesar di bumi, apalagi untuk kota-kota besar di dunia seperti di Indonesia, salah satu contohnya adalah sampah di jakarta, berbagai upaya penanganan sampah sudah dicoba oleh pemerintah, namun hasilnya belum saja maksimal.
Sampah merupakan material sisa yang tidak diinginkan setelah berakhirnya suatu proses. Sampah didefinisikan oleh manusia menurut derajat keterpakaiannya. Tapi di dalam proses-proses alam sebenarnya tidak ada konsep sampah, yang ada hanya produk-produk yang dihasilkan setelah dan selama proses alam tersebut berlangsung. Dari berbagai artikel yang saya pernah baca ditambah sedikit pengalaman saya dari komunitas lingkungan yang saya ikuti, Saya akan sharing mengenai berbagai jenis sampah dari pencemaran yang dihasilkan.
1. Sampah yang mencemari air.
Di dalam tata kehidupan manusia, air banyak memegang peranan penting antara lain untuk minum, memasak, mencuci dan mandi. Di samping itu air juga banyak diperlukan untuk mengairi sawah, ladang, industri, dan masih banyak lagi.
Tindakan manusia dalam pemenuhan kegiatan sehari-hari, secara tidak sengaja telah menambah jumlah bahan anorganik pada perairan dan mencemari air. Misalnya, pembuangan detergen ke perairan dapat berakibat buruk terhadap organisme yang ada di perairan. Pemupukan tanah persawahan atau ladang dengan pupuk buatan, kemudian masuk ke perairan akan menyebabkan pertumbuhan tumbuhan air yang tidak terkendali yang disebut eutrofikasi atau blooming. Beberapa jenis tumbuhan seperti alga, paku air, dan eceng gondok akan tumbuh subur dan menutupi permukaan perairan sehingga cahaya matahari tidak menembus sampai dasar perairan. Akibatnya, tumbuhan yang ada di bawah permukaan tidak dapat berfotosintesis sehingga kadar oksigen yang terlarut di dalam air menjadi berkurang.
Bahan-bahan kimia lain, seperti pestisida atau DDT (Dikloro Difenil Trikloroetana) yang sering digunakan oleh petani untuk memberantas hama tanaman juga dapat berakibat buruk terhadap tanaman dan organisme lainnya. Apabila di dalam ekosistem perairan terjadi pencemaran DDT atau pestisida, akan terjadi aliran DDT.
2. Sampah yang mencemari tanah.
Tanah merupakan tempat hidup berbagai jenis tumbuhan dan makhluk hidup lainnya termasuk manusia. Kualitas tanah dapat berkurang karena proses erosi oleh air yang mengalir sehinggakesuburannya akan berkurang. Selain itu, menurunnya kualitas tanah juaga dapat disebabkan limbah padat yang mencemari tanah.
Menurut sumbernya, limbah padat dapat berasal dari sampah rumah tangga (domestik), industri dan alam (tumbuhan). Adapun menurut jenisnya, sampah dapat dibedakan menjadi sampah organik dan sampah anorganik. Sampah organik berasal dari sisa-sisa makhluk hidup, seperti dedaunan, bangkai binatang, dan kertas. Adapun sampah anorganik biasanya berasal dari limbah industri, seperti plastik, logam dan kaleng. Sampah organik pada umumnya mudah dihancurkan dan dibusukkan oleh mikroorganisme di dalam tanah. Adapun sampah anorganik tidak mudah hancur sehingga dapat menurunkan kualitas tanah.
3. Sampah yang mencemari udara.
Udara dikatakan tercemar jika udara tersebut mengandung unsur-unsur yang mengotori udara. Bentuk pencemar udara bermacam-macam, ada yang berbentuk gas dan ada yang berbentuk partikel cair atau padat.
1) Pencemar Udara Berbentuk Gas.
Beberapa gas dengan jumlah melebihi batas toleransi lingkungan, dan masuk ke lingkungan udara, dapat mengganggu kehidupan makhluk hidup. Pencemar udara yang berbentuk gas adalah karbon monoksida, senyawa belerang (SO2 dan H2S), seyawa nitrogen (NO2), dan chloroflourocarbon (CFC).
Kadar CO2 yang terlampau tinggi di udara dapat menyebabkan suhu udara di permukaan bumi meningkat dan dapat mengganggu sistem pernapasan. Kadar gas CO lebih dari 100 ppm di dalam darah dapat merusak sistem saraf dan dapat menimbulkan kematian. Gas SO2 dan H2S dapat bergabung dengan partikel air dan menyebabkan hujan asam. Keracunan NO2 dapat menyebabkan gangguan sistem pernapasan, kelumpuhan, dan kematian. Sementara itu, CFC dapat menyebabkan rusaknya lapian ozon di atmosfer.
2) Pencemar Udara Berbentuk Partikel Cair atau Padat.
Partikel yang mencemari udara terdapat dalam bentuk cair atau padat. Partikel dalam bentuk cair berupa titik-titik air atau kabut. Kabut dapat menyebabkan sesak napas jika terhiap ke dalam paru-paru.
Partikel dalam bentuk padat dapat berupa debu atau abu vulkanik. Selain itu, dapat juga berasal dari makhluk hidup, misalnya bakteri, spora, virus, serbuk sari, atau serangga-serangga yang telah mati. Partikel-partikel tersebut merupakan sumber penyakit yang dapat mengganggu kesehatan manusia.
Partikel yang mencemari udara dapat berasal dari pembakaran bensin. Bensin yang digunakan dalam kendaraan bermotor biasanya dicampur dengan senyawa timbal agar pembakarannya cepat mesin berjalan lebih sempurna. Timbal akan bereaki dengan klor dan brom membentuk partikel PbClBr. Partikel tersebut akan dihamburkan oleh kendaraan melalui knalpot ke udara sehingga akan mencemari udara.
Dari berbagai sampah yang mencemari bumi memberikan dampak besar terhadap manusia secara global. Pembakaran bahan bakar minyak dan batubara pada kendaraan bermotor dan industri menyebabkan naiknya kadar CO2 di udara. Gas ini juga dihasilkan dari kebakaran hutan. gas CO2 ini akan berkumpul di atmosfer Bumi. Jika jumlahnya sangat banyak, gas CO2 ini akan menghalangi pantulan panas dari Bumi ke atmosfer sehingga panas akan diserap dan dipantulkan kembali ke Bumi. Akibatnya, suhu di Bumi menjadi lebih panas. Keadaan ini disebut efek rumah kaca (green house effect). Selain gas CO2, gas lain yang menimbulkan efek rumah kaca adalah CFC yang berasal dari aerosol, juga gas metan yang berasal dari pembusukan kotoran hewan.
Efek rumah kaca dapat menyebabkan suhu lingkungan menjadi naik secara global, atau lebih dikenal dengan pemanasan global. Akibat pemanasan global ini, pola iklim dunia menjadi berubah. Permukaan laut menjadi naik,sebagai akibat mencairnya es di kutub sehingga pulau-pulau kecil menjadi tenggelam. Keadaan tersebut akan berpengaruh terhadap keseimbangan ekosistem dan membahayakan makhluk hidup, termasuk manusia.
Akibat lain yang ditimbulkan pencemaran udara adalah terjadinya hujan asam. Jika hujan asam terjadi secara terus menerus akan menyebabkan tanah, danau, atau air sungai menjadi asam. Keadaan itu akan mengakibatkan tumbuhan dan mikroorganisme yang hidup di dalamnya terganggu dan mati. Hal ini tentunya akan berpengaruh terhadap keseimbangan ekosistem dan kehidupan manusia.
Apa kalian tahu mengenai fakta-fakta sampah yang terdapat di bumi. Berikut berbagai fakta sampah dari berbagai artiker yang saya temukan.
1) Pada abad ke-14 di eropa, tapatnya di paris, sampah dan limbah manusia di buang di jalanan. Ini menyebabkan wabah penyakit seperti PES yang membuat jutaan orang meninggal dunia.
2) Orang jaman sekarang membeli laptop baru setiap 4 tahun sekali dan ponsel baru 2 tahun sekali. Sehingga sampah elektronik di bumi telah menumpuk dalam jumlah besar.
3) Menurut penelitian, pada tahun 2050 nanti, jumlah sampah akan semakin banyak seiring bertambahnya jumlah penduduk.
4) Pada akhir abad ke-18 teknologi produksi dan mesin mulai berkembang pesat. Akibatnya terjadilah produksi barang secara massal yang menyebabkan terjadinya pencemaran udara naik secara signifikan.
5) Manusia menghasilkan 2 miliar ton sampah setiap tahunnya.
6) Kantong plastic membutuhkan 450 tahun untuk terurai, sedangkan botol kaca butuh waktu 4000 tahun.
7) Mendaur ulang 1 ton kertas dapat menyelamatkan pepohonan yg berusia 17-30 tahun, 28 ton air, atau 1.500 liter minyak.
8) Mendaur ulang kaca dapat menghemat 1/3 energi panas.
9) Mendaur ulang aluminium dapat menghemat listrik sampai 20 kali.
10) Diperkirakan 6.4 juta ton sampah masuk ke laut setiap tahunnya di seluruh dunia, dan 80% merupakan plastik; yang membuat lebih dari 1 juta binatang laut mati akibat plastik setiap tahunnya.
11) Supermarket di seluruh dunia memberikan lebih dari 17 milyar kantong plastik setiap tahunnya.
12) Setiap tahun diperlukan 12 juta barel minyak serta 14 juta pohon untuk membuat semua plastik.
13) Setiap hari sampah kertas di dunia berasal dari 27.000 batang kayu.
14) Aneka jenis tisu diproduksi dari serat kayu dan tidak dapat didaur ulang.
15) Di Cina, sampah telah diolah menjadi listrik dengan hitungan kasar 1 ton sampah/hr menghasilkan listrik 31.8 kWh dengan biaya investasi 2.5 juta $ (Rp 24 M)/MWh atau 79 ribu $/ton sampah.
16) Indonesia berpeluang menghasilkan listrik dari sampah; dengan 11.330 ton sampah/hr dan diperkirakan dapat menjadi listrik sebesar 566.6 MWh.
17) Diperkirakan 6.4 juta ton sampah masuk ke laut setiap tahunnya di seluruh dunia, dan 80% merupakan plastik, yang membuat lebih dari 1 juta binatang laut mati akibat plastik setiap tahunnya.
18) Setiap hari sampah kertas di dunia berasal dari 27.000 batang kayu.
Dengan bahaya sampah yang begitu besar dampaknya bagi bumi, saya yakin kita semua dapat membantu mengurangi dampak dari akibat yang ditimbulkan oleh sampah. Setiap orang memiliki peran dalam mengurangi pemanasan global. Dengan merubah kebiasaan kita membuat jejak karbon di bumi ini, kita dapat berperan serta mengurangi pemanasan global dan menyayangi bumi ini dan memberikan tepat yang layak bagi anak cucu kita di kemudian hari.
Berikut ini adalah tips-tips yang sederhana tetapi sangat bermanfaat jika kita melakukannya secara rutin. Tips yang bisa kita lakukan sendiri bahkan kita bisa bagi kepada siapapun dan dimanapun karena tips ini sangat mudah diingat.
1. Tips untuk mengurangi pencemaran pada makanan dan minuman
a. Kurangi konsumsi daging, perbanyak sayur dan buah.
Berdasarkan penelitian, peternakan merupakan penyumbang 18% âjejak karbonâ dunia, yang mana lebih besar dari sektor transportasi (mobil, motor, pesawat, dll). Belum ditambah lagi dengan bahaya gas-gas rumah kaca tambahan yang dihasilkan oleh aktiitas peternakan lainnya seperti metana yang notabene 3 kali lebih berbahaya dari CO2 dan gas NO yang 300 kali lebih berbahaya dari CO2.
b. Makan dan masaklah dari bahan yang masih segar.
Menghindari makanan yang sudah diolah atau dikemas akan menurunkan energi yang terbuang akibat proses dan transportasi yang berulang-ulang. Makanan segar juga lebih sehat bagi tubuh kita.
c. Jika menggunakan oven, matikan oven beberapa menit sebelum waktunya.
Jika tetap dibiarkan tertutup, maka panas tersebut tidak akan hilang.
Fast food merupakan penghasil sampah terbesar di dunia. Selain itu konsumsi fast food juga buruk untuk kesehatan kita.
e. Bawa tas yang bisa dipakai ulang.
Bawalah sendiri tas belanja kita, dengan demikian kita mengurangi jumlah tas plastik/kresek yang diperlukan.
f. Gunakan gelas/tumblr untuk tempat minum.
Dengan membiasakan membawa tumblr sebagai tempat minum akan membantu mengurangi jejak karbon sampah gelas-gelas plastik yang terbuang percuma hanya untuk sekali pakai.
2. Tips mengurangi pencemaran di rumah.
Hindari penggunaan suhu maksimal. Gunakan AC pada tingkatan sampai kita merasa cukup nyaman saja. Dan cegah kebocoran dari ruangan ber-AC kita. Jangan biarkan ada celah yang terbuka jika kita sedang menggunakan AC, karena hal tersebut akan membuat AC bekerja lebih keras untuk mendinginkan ruangan. Selain itu, hal ini akan menghemat tagihan listrik dirumah kita.
b. Maksimalkan pencahayaan rumah dari alam.
Gunakan warna terang di tembok, gunakan genteng kaca di plafon, maksimalkan pencahayaan melalui jendela. Matikan lampu rumah jika siang hari dan jika tidak dibutuhkan.
c. Hindari posisi stand by pada elektronik.
Jika semua peralatan rumah tangga kita matikan (bukan dalam posisi stan by) maka kita akan mengurangi emisi CO2 yang besar dari penghematan energi listrik. Gunakan colokan lampu yang ada tombol on-off-nya. Atau cabut kabel dari sumber listriknya. Jika pengisian ulang baterai handphone kita sudah penuh, segera cabut.
d. Kurangi waktu dalam membuka lemari es.
Faktanya, untuk setiap menit kita membuka pintu lemari es, akan diperlukan 3 menit full energi untuk mengembalikan suhu kulkas ke suhu yang diinginkan.
e. Gunakan air dingin untuk mencuci dan cucilah dalam jumlah banyak.
Jika kita dirumah terdapat banyak anggota keluarga, tidaklah perlu setiap hari mencuci. Kumpulkanlah sampai kapasitas mesin cuci Anda terpenuhi, hal ini akan menghemat air, mengurangi pemakaian listrik dan juga mengurangi pencemaran akibat deterjen.
Semoga sharing dan tips mengenai pemanasan global diatas dapat lebih membuat kita sadar terhadap kondisi bumi dan membuat kita melakukan perubahan dari diri kita untuk membantu berperan serta mengurangi pemanasan global yang dapat menghancurkan bumi kita tercinta ini. Ajak orang-orang terdekat kita untuk melakukan perubahan untuk lebih bertanggung jawab terhadap sampah karbon yang mereka produksi. Awalnya pasti berat. Sayapun begitu, apalagi ketika kita mendapat cibiran dan sindiran karena dibilang sok tahu dan lain sebagainya. Tapi jika kita berani melakukan perubahan, tentu kita berani juga untuk menghadapi rintangan yang menghalangi kita dalam melakukan perubahan kan?
#1ygterpenting langkah kecil untuk perubahan besar bagi bumi kita
#allianzbloggies #saveearth #globalwarming