Rumah, akan benar-benar terasa menjadi "rumah", ketika sudah ditinggalkan.
dikutip dari perkataan seseorang beberapa waktu silam.
hello vonnie
RMH
Mike Driver

Love Begins

pixel skylines

Andulka

@theartofmadeline
Today's Document
he wasn't even looking at me and he found me
KIROKAZE
Keni

Kiana Khansmith
Sade Olutola
Claire Keane
Monterey Bay Aquarium
One Nice Bug Per Day
Sweet Seals For You, Always

Discoholic 🪩
Aqua Utopia|海の底で記憶を紡ぐ
will byers stan first human second
seen from United States

seen from T1
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from Brazil

seen from Türkiye

seen from Türkiye

seen from United States

seen from United States

seen from Türkiye
@eka-yuliani
Rumah, akan benar-benar terasa menjadi "rumah", ketika sudah ditinggalkan.
dikutip dari perkataan seseorang beberapa waktu silam.
Ada yang baruu niiih. Apa tuuuh? MEA. Hah, MEA? Iya, MEA. Mau tau lebih lanjut tentang MEA? Come join us guys @CFD Dago Bandung. Minggu, 10 Januari 2016. Akan ada talkshow menarik dan juga hiburan yang kece abis. So, don't miss it and ajak juga temanmu yang lainnya yaa!
Bicara Ekonomi
Wah. Rasa-rasanya udah lama nih saya nggak ngetak-ngetik disini. Semenjak selesai UAS, saya memang jarang kencan dengannya. Menyentuh netbook pun jarang, apalagi menggurat ini itu. Hihi. Tapi lama kelamaan, saya rindu (lagi).
Well, ini berarti jadi tulisan pertama saya di tahun 2016. Okay, then. Banyak banget sebenernya cerita di 6 hari pertama di tahun ini. Mulai dari pertarungan waktu, perjalanan tak terduga, sampai dunia baru. Tapi saya tak akan membahas itu. Ada hal lain yang bikin saya greget. e-ko-no-mi.
Ya, berawal dari perbincangan setiap pagi saat menonton berita selepas sholat subuh, membaca novel Tere Liye, Negeri Para Bedebah (novel lama tapi baru dibaca coba. duuh L ), kemudian diskusi ringan tak sengaja tentang MEA, sampai kasus penipuan fotokopi dekat rumah, liburan kali ini entah kenapa diliputi bayang-bayang mengenai ekonomi.
Berbicara tentang ekonomi, saya mengenal ekonomi sejak saya lahir. Persahabatan yang indah bukan? Hahaha. 20 tahun lebih saya mengenal dia. Mulai dari saya lahir, jalan merangkak, belajar ngomong, belajar di SD, SMP,MA, dan Univ, bahkan ketika saya lagi makan, minum, ngelamun, tidur, sampai bangun lagi, ekonomi selalu berjalan beriringan.
Eh, sebentar dulu, definisi syar’i ekonomi itu apa ya? *tingtong
Pokoknya, definisi ekonomi menurut -orang awam- ini adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan uang. Simplenya gitu.
Ekonomi. Selalu menjadi prioritas setiap orang. Menjadi tolak ukur. Menjadi tolak bala. Menjadi tolak gehu. *eh. Pokoknya menjadi sesuatu yang penting beungeud.
Ekonomi bisa merubah segalanya. Orang bisa galau gegara ekonomi (itu bener dan sering banget). Ekstrimnya, orang bisa bunuh diri juga karena ekonomi. Orang juga bisa sombong karena ekonomi. Orang bisa lupa temennya karena ekonomi. Orang bisa rakus karena ekonomi. Orang bisa lupa waktu karena ekonomi. Dan yang lebih parah, orang bisa lupa Tuhannya karena ekonomi. Luarr biasa bukan pengaruh ekonomi ini.
Nah ini! Inilah yang menjadi problematika kita sekarang. Banyak orang pintar tapi logikanya kurang terpakai. Saya nggak mau bahas perasaan ah. Kesannya terlalu feminin untuk urusan se-njelimet ini. Jadi pakai kata kunci “logika” saja walaupun ujung-ujungnya ke perasaan juga. Walaupun urusan logika dan perasaan terbilang kontras, tapi menurut saya, keduanya punya relation yang kuat.
Oke lanjut. Kenapa saya bilang logikanya kurang? Padahal orang pintar harusnya punya logika yang bagus, bukan? Ya ya ya. Karena ada faktor lain yang mempengaruhi mereka. Nafsu!. Bukan nafsu tanda kutip ya, tapi nafsu ingin memperoleh segala sesuatu.
Manusia memang tidak pernah merasa puas. Itu pasti. Tapi bedanya, ada yang bisa mengontrol dan ada yang tidak.
Orang pintar itu banyak. Yang punya nafsu juga banyak. Tapi yang bisa menggunakan logika? Yah silahkan cari tau sendiri.
Saya sedih cuma bisa berkomentar aja. Nanggung pula. Dan bahasanya pun ngalor ngidul. Tapi ini hak setiap orang, bukan? Dilindungi dalam undang-undang No 9 tahun 1998 tentang kebebasan mengemukakan pendapat di muka umum.
Ya, setidaknya negeri ini cukup adil. Masih ada payung dalam mendung. Eh tapi gimana nasib ketua BEM di salah satu Universitas di Jakarta itu? Masih kah payung itu kokoh bertengger? Atau jangan-jangan, sudah melayang terbawa angin ekonomi? Ah, ekonomi.
maapin ya :3 baikan ya :D
Amanah
O: ka, ingetin!
E: tapi ca, gampang lupa akumah
O: hee amanah itu teh
E: berat ya amanah tuh
O: iya berat. tapi harus dikerjakan.
YES, I AM. HAHA. Satu lagi niiih, praktikumnya belum :3 O Allah :3
Kangen.
Finally... I’m home! Yeah! Miss you so much much much MAN 1 Bandung yang tercintahh :3. Rumah kedua setelah rumah pertama dan rumah kedua sebelum rumah ketiga *paansihka-_-
Akhirnya, setelah sekian lama... akhirnya, tempat ini, ya, tempat ini, akhirnya, bisa dikunjungi lagi ya Allah makasih. Aaahhh, nggak tau kenapa hari ini asa wew banget. Ketemu temen-temen, adik kelas dan kakak kelas yang howalah. Karena udah lama ngga ketemu kali ya, jadi rada pangling gitu. ada yang tetiba tinggi banget, ada yang ngurusan, ada yang makin glowing, ada yang makin kusut, pokoknya, rupa-rupa warnanya dehahaha (udah kaya balonku ada lima aja dah).
Tempat pertama yang dikunjungi adalah... tentu, kelas terdahulu. Walaupun letaknya paling jauh diantara yang lain dan jauh dari keramaian juga, tapi rasa rindu telah memaksa diri untuk bersua, walaupun hanya sekejap mata memandang *ceileeh.
Pas nyampe sana, bener aja dah sepi banget. PSBB pun seolah matisuri. Dan... ada satu hal yang bikin kaget, yaitu ...
Ini apa? ini ruangan apa? dimana kelas aku? Kok kelas aku nggak ada?
Trus itu apa?
Dimana WC? Dimana asrama? Kok berubah?
Trus ini jalan mau kemana?
Mana tangga ke kelas angkatan 1st 2nd 4th dan 5th? Ini tangga mau kemana?
Trus ini apalagi?
Mana teras PSBB yang tanamannya masih banyak? Kok ini banyak lantainya, bukan tanamannya?
Sebenernya aku dimana? Apa aku nyasar? Atau gimana?
---------------------------------------------------------------------------------------------------
And... the wind give answer that:
“you must realize, ka. the condition are different with the past. every particular must be change! it’s MAN’s rule, not yours! so, let it change (ya including the color of room, dormitory, stairs, or the structure of the floor).”
(hahaha hebat ya angin bisa ngomong)
Hahaiya kadang tuh karena sense of belongingnya udah akut banget ya jadi suka kebablasan kaya gini ya. Duh maaf ya Pak, Bu. Maapin yaa maapin. Hehe.
Entah kenapa hari ini berasa jadi mellow banget udah ketemu sama wujud MAN (khususon ketemu wujud kelas, daerah PSBB dan sekitarnya). Berasa memory terdahulu terbuka lagi. Ditambah lagi sama sepinya, makin weh pikirannya kemana-mana kan? Aduh. Kangen. Asli. Kangen semuanya. Kangen waktu kelas 10, kangen waktu kelas 11, kangen waktu kelas 12. Kelas, PSBB, WC, Asrama, Tangga, Lantai atas, Multimedia dan Saung, menjadi saksi tentang sejarah perjalanan kita dulu. Indah ya ternyata :3
Ah udah sampai disini dulu aja ya. Takut melting nih. Nanti susah lagi kalau mau berubah ke fase padat. Terimakasih semuanya. Semangat terus kuliahnya. Sukses semuanya yaaaa aamiin yaa robbal alamin.
Salam kangen dari Margaasih.
setelah kemarin ada roboqa, niatnya mau bikin icon baru lg, namanya roboqim. dicoba-coba pake chemdraw (penyalahgunaan software sih sebenernya *plak). wajahnya dibikin siklooktana, dan didalem siklo ada siklo (?) ah sudahlah, proyek ini di cancel dulu. mati suri dulu aja ya kau, roboqim. heee...
Edisi Nyari Hikmah
malem-malem kaya gini emang pas banget buat nulis sesuatu yang ‘wew’ gitu. kenapa? soalnya pikiran lagi fokus-fokusnya (buat yang lagi insomnia kaya gene aja tseh hehe).
barusan, jujur saja, saya habis napak tilas 4 tahun kebelakang. wooowww! (ceritanya habis melihat masa lalu yang sudah mereda).
lucu ya. jadi getek. ternyata dulu saya kaya gitu ya? masyaAllah. 4l4y beungeuddd hahaha.
bukan cuma sekedar alaynya aja, tapi lebih dari itu, ada satu masa dimana saya “kok gitu banget”. maksudnya apa? yuk ah checkitout!
dulu saya pernah gengsi. gengsiii banget. pokoknya serba “nggak mau duluan” hingga akhirnya saya kalah dengan perasaan saya sendiri dan justru hal ini malah terasa begitu menyakitkan. intinya gitu sih. udah ah, nggak mau dibahas lebih lanjut. maaf ya. hehehe.
tapi dari pengalaman itu, semoga ada pelajaran yang bisa diambil. mumpung belum terlambat dan mumpung masa itu belum tertapaki, saya bertekad untuk memberikan yang terbaik untuk antum, wahai masa depan yang entah siapa dan entah dimana sekarang berada.
InsyaAllah nggak ada yang namanya gengsi-gengsi lagi. jika saya senang, saya akan bilang bahwa saya senang. jika saya tidak suka, saya akan bilang tidak suka. dan seterusnya.
emm yang terakhir untuk malam ini, jaga diri, jaga kesehatan, dan jaga imannya ya, sayang.
Tetiba kangen tempat ini. Ini adalah tempat paling aneh sedunia. Karena jika sudah memasuki kawasan ini, pulang-pulang nggak bisa move on. Hahaha. MAN 1 Bandung, tunggu aku disana! Semoga Allah meridhoi langkah ini untuk mengabdi disana. Meneruskan estafeta guruku yang luar biasa. Semoga. Bisa. Aamiin yaa robbal alamin.
Hukum II Termodinamika
...
Mr.B: ada yang mau ditanyakan?
A: itu pak, ada yang belum ngerti, yang hubungan sistem sama ketidakteraturan
Mr.B: hmm susah juga ya. okelah gini aja. bayangin kalo kelas ini ngga ada dosen. pasti !@#$%^&* kan? trus tiba-tiba ada dosen masuk? pasti pada diem kan? nah anggap dosen itu sebagai energi atau kalor, dan kalian adalah sistem yang nggak teraturnya. intinya adalah "jika sistem dibiarkan, maka cenderung akan terjadi ketidakteraturan. jadi harus ada energi biar teratur"
terkadang kimia lebih mudah dipahami dengan perumpaman daripada dengan konsep sebenarnya. ya, begitulah.
Percayalah, bahwa beberapa tahun dari hari ini, kau akan menertawakan rasa sakit hatimu sendiri. Kemudian kau akan bersyukur, karena kau bisa mengabadikannya, lewat tulisan-tulisan yang kautulis dengan rasa mendalam. : Mereka adalah kejujuran yang tak pernah diam.
Tia Setiawati (via tumbloggerkita)
hoo ada penampakan... mukenanya berdiri!
hai angin! ada salam dari bunga. katanya, terimakasih telah datang! terimakasih telah menerbangkan. terimakasih telah membebaskan. akhirnya, bunga bebas! bebas terikat dengan ranting-ranting yang menyebalkan. sekarang bunga singgah di tanah. dan bunga sering terinjak-injak. dan bunga mulai terkoyak. dan bunga mulai rindu rumah yang lama. rumah yang terjaga dari kaki-kaki dan sapu lidi. sekarang, bunga rindu rumah yang lama. dan rumah itu adalah ranting. wahai angin, tolong antar bunga pada ranting lagi!
lagi-lagi di balik senja, aku melihat dua makhluk yang saling menegak. yang satu tumbuh berbunga, sedang yang lainnya tumbuh tanpa bunga. bahkan tanpa daun, ranting, dan organ lainnya. hmm... menjenuhkan memang, tapi lihatlah bagaimana ia tumbuh! betapa tingginya dan kokoh badannya. sama kaya manusia. iya nggak? maksudnya apa? thinkthinkthink!
Tentang Kau, yang Mempesona.
Hari ini, aku bergejolak lagi.
Aku jatuh cinta,
Padamu...
Ya, padamu.
Padamu yang bukan kekasihku.
Dan takkan pernah jadi kekasihku.
Karena kau, adalah milik orang-orang.
Terimakasih atas ragamu.
Atas bahumu.
Kau punya banyak bahu untuk jadi tempat sandaran.
Hingga tak sadarkan, air mata ini pernah berlimpah ruah disana.
Terimakasih untuk kejutan yang indah.
Dataran tinggi yang membawa arus kedamaian,
Dan taman-taman yang membuka kisah lama.
Bagiku, kau lebih dari sebuah nama.
Kau adalah cinta.
Tanpa cinta, manusia takkan bisa hidup lama-lama.
Begitupun aku.
Jadi, tetaplah menjadi cinta.
Aku tak peduli dengan usia kita yang terpaut sangat jauh.
Bagiku, dua ratus lima tahun bukanlah menjadi sebuah halangan.
Dimataku, kau masih layak menjadi anak muda yang gagah.
Yang menorehkan banyak karya dan keindahan.
Bahkan bisa jadi, bisa lebih lagi.
Dan terbukti,
Kau bisa menyajikan itu hingga sekarang.
Terimakasih, Bandung.
Terimakasih telah memberi warna
Terimakasih telah menghadirkan kenyamanan
Dan...
Terimakasih telah menjadi saksi hidup.
Selamat Hari Jadi Kota Bandung yang ke 205 tahun!
niatnya mau bikin robot-robotan ala muslimah gitu.
tapi kok, jatohnya malah serem ya?
biarin ajadah ._.
please welcome for my robo...
ROBOQA!
*jengjeng