Selamat Hari Raya Idulfitri . . . . Karena ucapan adalah doa Dan Allah mengabulkan doa Maka, berucaplah yang baik, selalu . . . 💜 https://www.instagram.com/p/ByfiPEMJs6I/?igshid=15xsqkl4pbtuj

shark vs the universe
occasionally subtle

Love Begins
d e v o n

Discoholic 🪩

❣ Chile in a Photography ❣
Monterey Bay Aquarium
★
Lint Roller? I Barely Know Her
PUT YOUR BEARD IN MY MOUTH
The Stonewall Inn
Doug Jones
"I'm Dorothy Gale from Kansas"
art blog(derogatory)
hello vonnie

gracie abrams
Mike Driver

tannertan36

#extradirty
One Nice Bug Per Day
seen from Thailand
seen from United States

seen from United States

seen from United States
seen from Uruguay

seen from Türkiye

seen from United States

seen from Türkiye

seen from United States
seen from Malaysia
seen from Ecuador
seen from Bangladesh
seen from Egypt
seen from United Arab Emirates
seen from Canada
seen from Netherlands
seen from Türkiye
seen from Uruguay

seen from Russia

seen from United States
@elektramorfosa
Selamat Hari Raya Idulfitri . . . . Karena ucapan adalah doa Dan Allah mengabulkan doa Maka, berucaplah yang baik, selalu . . . 💜 https://www.instagram.com/p/ByfiPEMJs6I/?igshid=15xsqkl4pbtuj
Ada hari dimana, ketika magang di sebuah Rumah Sakit Umum, sangat disibukkan dengan melakukan pengadministrasian General Check Up (GCU) terkait kesehatan jiwa. Hampir seluruh peserta mencantumkan tujuan yang sama. Ahh, akupun memiliki tujuan itu. Bahkan mungkin beberapa waktu lalu kita adalah rival untuk memperebutkan hal itu. Iya, karena beberapa waktu lalu akupun mengusahakan apa yang mereka lakukan. Sampai pada garis akhir. Namun, hasil kita berbeda. Aku belum berhasil. Mungkin Allah berkehendak agar aku belajar mengadministrasikan GCU sebelum menjadi peserta GCU. Disela mengerjakan tugas, berulang-ulang dan dengan sungguh-sungguh memohon, ya Allah terimakasih untuk pengalaman tahun ini jadi petugas GCU, tahun depan boleh ya aku yang jadi peserta GCU. Alhamdulillah, Allah mengabulkan. Tepat satu tahun kemudian, Januari 2019, saya menjadi peserta GCU dengan tujuan yang sama. Jangan pernah berputus asa. Ketetapan Allah adalah yang terbaik. *Foto diambil pada Januari 2018, saat menjalankan Praktek Kerja Profesi Psikolog di sebuah Rumah Sakit Umum milik pemerintah. https://www.instagram.com/p/BxfYevBHvdL/?utm_source=ig_tumblr_share&igshid=1de9nbup8zls7
Hingga kita tua dan memutih!
*rambut putih dipersembahkan bedak bayi yang dipake doi buat bersihin rambut penuh hairspray bekas sanggulan.
LOVE = Longlife Responsibility
Seringkali kita melihat berbagai adegan romantis dalam sebuah film yang tentu saja penuh dengan rekayasa. Atau membaca adegan romantis dalam sebuah novel yang juga tentu saja adalah khayalan sang penulis novel. Namun tidak jarang, terkadang kita juga melihat sendiri adegan romantis sepasang kekasih atau cerita romantisme dalam sebuah curhatan baik dalam blog ataupun tutur langsung. Dalam hati, ahh aku kapan ya ngerasain romantis ala ala kayak gitu. Jomblo. Sampai sudah nggak jomblo pun tetep aja kok perasaan nggak ada adegan romantis ya, nggak pake ditembak buat jadian, nggak ada adegan will you marry me ala ala drama romatis. Kacian banget diriku.
Sampai suatu hari, teringat ucapan teman, setelah menikah itu semua jadi romantis, dan romantisnya beda karena lebih ke tanggungjawab. Bukan lagi ucapan penuh gombal dan rayuan. Bukan lagi ajakan jalan-jalan, makan malam romantis ataupun kado-kado unfaedah. Lebih pada perilaku bertanggungjawab. Tenyata ucapan itu mungkin bukan hanya sekedar isapan jempol. Karena tanggungjawab ternyata adalah segalanya dan bentuk tanggungjawab itu luas. Bisa berupa pengertian, perhatian, perilaku menjaga dan banyak hal lainnya.
Hingga perilaku yang kurasa bentuk tanggungjawab itu kurasakan. Dia yang selalu khawatir aku kedinginan, atau kelaparan bahkan kepanasan. Terdengar lucu? Sangat! Akupun tidak habis pikir. Hal teromantis pun jatuh ketika kami sama-sama lelah sehabis mengikuti city tour. Seperti biasanya, aku selalu terlelap setiap ada kesempatan, kali ini juga dengan dia. Saat aku terbangun dan membuka mata, tidak seperti biasanya karena kulihat dia sedang terpejam. Namun, ternyata mata yang terpejam belum tentu terlelap. Setiap kali aku membuat gerakan, sekecil apapun gerakan itu, jemarinya selalu bergerak membelai seolah menenangkan dan ingin memberikan rasa aman dan nyaman, sekalipun matanya tetap terpejam. Ahhh.... siapa yang tidak meleleh. Hingga pilihan yang tersisa adalah berdiam diri tanpa bergerak sekalipun capek, pegel, dan ingin merubah posisi hingga dia terbangun dengan sendirinya.
Aku tidak tahu pasti kenapa. Mungkin kamu ingat tentang aku yang belakangan seringkali bermimpi dan aku sangat benci mimpi ketika tidur. Atau kamu yang tidak lupa ketika aku bermimpi buruk hingga terbangun dengan terengah-engah. Saat kutanya, kamu nggak tidur? Dia menjawab, “tidur, kan yang bangun duluan kamu.” Kalo kamu tidur kok tiap aku gerak dikit aja, langsung di elus-elus? Dia tidak menjawab, hanya tersenyum dan mendaratkan kecupan lembut. Dalam hati, aku berkata, “iya kamu hanya tidur ayam. Kamu tidur dan entah berapa kali tertidur tanpa benar-benar terlelap.” Terimakasih.
Hey you! Thank you for making me fall in you more and more in every single day.
Seringnya hasil tidak akan mengkhianati proses,
bagaimana jika mulai sekarang kita ubah,
Proses akan selalu setia dengan hasilnya.
Kesetiaan.
Ini bukan sekedar perjuangan atau kerja keras.
Namun, ini juga tentang kesetiaan niat, persiapan dan penerimaan saat berproses.
Tentang harapan yang terkadang tak sesuai kenyataan.
Tentang keteguhan niat yang terbangun lalu kadang berujung ragu.
Tentang susunan rencana yang kadang berubah tiba-tiba.
Tentang suka maupun duka.
Saat perjuangan hanya dinilai dari hasilnya ku rasa itu tak cukup, karena proses tak bekerja hanya sekali kan?
Ia dipupuk dengan daya niat yang tinggi, yang akan ditentukan prosesnya, dan hasilnya, Yang Maha Kuasa lagi-lagi yang menentukan.
Dari apa?
Dari daya proses kita, tentang kesetiaan niat, persiapan dan penerimaan.
Percaya saja, siapapun yang berjuang ia akan menemukan titik akhir yang membahagiakan.
Apapun hasilnya segalanya atas ijin dariNya.
©Pagi Sudah Datang | Jepara, February 2019
Betul banget, merasakan!!!
Semua pada bilang santai aja, jangan deg deg an.
Dalam hati berpikir keras, Alhamdulillah ndak mikir apa-apa. Alhamdulillah hati ini selow. Alhamdulillah berusaha ikhlas apapun nanti. Semoga selalu.
Senggol mewek
Percayalah, level tertinggi dari senggol bacok adalah senggol mewek
Sebaik-baiknya tempat membagi segala rasa adalah Yang Maha Membolak-balikan hati.
Sebab selama dia masih manusia, dia juga punya hati yang mungkin diselimuti ‘penyakit hati’.
❤️❤️
“Kuliah, pusing. Mau nikah aja.”
“Kerja, pusing. Mau nikah aja.”
“Nanti nikah pusing juga, mau nikah lagi?”
Bukan. Bukan begitu. Menikahlah bukan karena lelah dari kehidupan. Tapi menikahlah karena butuh diringankan dan meringankan beban pada saat yang sama.
Bukan. Bukan begitu. Menikahlah bukan karena ingin lari dari kenyataan. Tapi menikahlah karena ingin saling menguatkan hadapi kenyataan.
Bukan. Bukan begitu. Menikah bukanlah tentang kamu saja yang harus dijaga perasaan dan dibahagiakan hidupnya. Menikah adalah tentang sama-sama menjaga perasaan dan sama-sama membahagiakan.
Menikah bukanlah pelarian yang akan melepas beban-beban hidupmu. Menikah adalah tentang penyatuan dua kekuatan untuk membawa beban yang sudah ada sebelumnya. Menikah adalah tentang berkawan, saling berbagi dan menerima. Menikah adalah tentang membangun masa depan dan mencapai impian sama-sama.
Maka bayangkan, apa jadinya bila dua orang yang saling lari dari kenyataan hidup kemudian bertemu dalam satu bingkai pernikahan? Ya, barangkali mereka akan saling melarikan diri pada akhirnya.
— Taufik Aulia
Jadi atut mo nanya panjang lagi
Anggap saya yang cencitip! 🤗🤗
Si dia belakangan suka pulang cepet. Syukak!!!
Pulang cepet = jam 22 sampe rumah
#tenyearschallenge . . Hidup selalu memiliki tantangannya masing-masing. Menapaki selangkah demi selangkah. Januari 2009, mungkin saat itu masih memimpikan bagaimana caranya untuk bisa menjadi seorang psikolog. Masih berkenalan dengan buku Atkinson dengan judul Psikologi Umum atau masih terkesima dengan tokoh yang bernama Freud. Entah dengan teori psikoanalisa-nya atau hanya sekedar terkesima dengan rangkaian huruf f-r-e-u-d namun dibaca froid. Setiap orang memiliki mimpi dan tantangannya masing-masing. Jangan pernah merasa kerdil dengan mimpimu yang mungkin tidak se-idealis atau bombastis mimpi orang lain. Pun dengan tantangan yang harus kamu taklukkan. . . Januari 2019, setelah perjalanan panjang karena harus belajar hingga menghasilkan jutaan pengalaman berharga lainnya terlebih dahulu, akhirnya salah satu mimpi itu terwujud dengan dukungan penuh dan kepercayaan dari orangtua, terimakasih. Serangkaian panjang proses pendidikan dan berbagai ujian akhirnya telah usai, namun tantangan dan mimpi belum berakhir. Saatnya untuk membuat dan menghadapi tantangan yang lebih besar. Bertanggungjawab pada proses pembelajaran yang telah dijalani sehinga bermanfaat untuk orang lain. Bersiap untuk menantang diri sendiri dengan lebih besar, karena berani bermimpi adalah berani bertaggungjawab mewujudkannya. Terimakasih untuk M.Psi, Psikolog. Kamu harus hebat dan tumbuh kuat. Bersiap untuk mewujudkan #tenyearschallange lanjutan, 2029 untuk Dila Karindra Personality Development Center. Aamiin. https://www.instagram.com/p/Bs8XyYIAcBn/?utm_source=ig_tumblr_share&igshid=1891mx14drhq2
Sakit. Padahal rindu. Pengen main kesana. Tapi juga pengen bubuk panjang. Pengen cium, tapi umbelan.
Stress dan lelah
We never know, till someone captured us
Bahwa segala ucapan adalah doa. Bahwa segala doa pasti akan dikabulkan Allah. Bahwa Allah mewujudkan 'halu'-ku dengan indah.
Alhamdulillah, terimakasih ya Allah!
Pada akhirnya, memahami dan mengerti apa arti 'sekufu' dengan sesungguhnya.
counting down