Serah
Aku ingin menyerah, sungguh. seolah memang didunia ini tak kian ada lagi pelita-pelita cehaya yang memberi penerangan pada setiap jiwa redup yang mulai kehilangan indera
Aku buntu, mengapa seperti ini ujian yang diberi? mengapa bukan hal lain yang lebih bisa aku telan sekaligus? mengapa soal-soal rumit yang diberikan lebih dari sekedar materi titrasi kelas 2 SMA?
Aku mulai terasa tak waras, rasa lelah yang tiap hari mendera, putus asa yang hampir tenggelam, mengapa belum ada matahari terbit? mungkin karena langit sendiri tak kian tersenyum lagi
tak adakah kata serah yang lebih indah dari sekedar bertahan? atau sekedar berpegang?
atau serah memiliki pelitanya sendiri diujung terowongan gulita?










