Aku sudah pensiun.
Fase menerjang tali kemenangan dalam ajang kompetisi itu sudah lama kutinggalkan.
Bahkan, garis mulainya saja sudah sirna tertimbun oleh debu peradaban.
Jikalau ada yang ingin kuungguli, itu adalah diriku sendiri.

shark vs the universe
No title available

izzy's playlists!
Xuebing Du
No title available

No title available
Peter Solarz
Three Goblin Art
Mike Driver
wallacepolsom
h
Keni

tannertan36
styofa doing anything
DEAR READER

oozey mess
NASA
Monterey Bay Aquarium
sheepfilms
Cosimo Galluzzi

seen from United States
seen from Germany
seen from United States

seen from Argentina

seen from United States

seen from Germany

seen from United States
seen from Türkiye
seen from United States
seen from Malaysia

seen from Canada

seen from United Kingdom

seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from Denmark
seen from United States

seen from Italy

seen from United States

seen from Italy
@ermaerica
Aku sudah pensiun.
Fase menerjang tali kemenangan dalam ajang kompetisi itu sudah lama kutinggalkan.
Bahkan, garis mulainya saja sudah sirna tertimbun oleh debu peradaban.
Jikalau ada yang ingin kuungguli, itu adalah diriku sendiri.
Sorry, Tumblr. Till we meet again. ✨
K e p u t u s a n
Ada banyak hal yang patut disyukuri dalam fase kesendirian, dan satu yang pasti takkan kudapati lagi ketika kelak melepas fase ini ialah keputusan.
Kesendirian membawaku pada kebebasan untuk memutuskan berbagai hal yang kuyakini baik untuk hidupku.
Aku tidak perlu merasa dibayang-bayangi persetujuan dari orang lain.
Hidupku ialah aku, keputusanku, dan ridho Tuhanku.
Mungkin perlu ada peran orang tua juga di sana. Tapi, bukankah orang tua yang baik tidak akan menghalangi hal-hal baik pada anaknya?
Semua masih serba bebas diupayakan, sampai kelak tibalah masa di mana untuk sebuah keputusan butuh melalui banyak pertimbangan bersama orang yang disebut pasangan.
Seseorang yang kelak akan mencampuri hidupku, yang persetujuan serta ridhonya akan selalu kubutuhkan, termasuk untuk sebuah keputusan.
Seseorang itu akan menggantikan kebebasanku menjadi berbagai aturan yang punya tujuan.
Tapi, perihal pasangan juga diawali dari keputusan yang seharusnya kubuat sendiri, 'kan?
Maka fase kesendirian ini ialah kesempatan untuk bisa kumanfaatkan dalam membuat keputusan-keputusan baik bagi hidupku, termasuk untuk memilih seseorang yang pantas kujadikan pasangan.
Dia yang patut untuk kutaati keputusannya.
Laki-laki yang dengan ilmunya membuatku patuh, dan dengan imannya membuatku percaya.
Karena istilah "penyempurna agama" terlalu mulia untuk membersamai orang yang tak paham agama.
Dan benar, seumur hidup itu terlalu lama untuk berjalan bersama orang yang tak mampu sejalan.
Akan tetapi, boleh jadi seumur hidup itu terlalu sebentar ketika dibersamai oleh orang yang layak untuk ditaati, pun terlalu sebentar untuk Ia yang bertanggung jawab akan gelar imamnya.
Nikmati fase kesendirian, dan bijaklah dalam keputusan ya, aku..
Happy Eid Al-Adha ✨
Taqabbalallahu Minna wa Minkum
------------------------------------------------------------
Genap 2 kali hari raya di tengah perbedaan yang ada.
Berbeda dengan Ibu dan mama; dua orang tuaku yang seharusnya bisa kuikuti langkahnya.
Ternyata begitulah hakikatnya menjadi dewasa ya, memutuskan jalan sendiri yang lebih diyakini.
Tak bisa kupungkiri bahwa perasaan sedih itu ada, karena perbedaan yang terlihat semu itu sejatinya berasal dari pondasi yang teguh.
Dan pondasi itu ialah akidah yang punya gelar absah.
Bukankah sesuatu yang absah itu seharusnya tak bisa diganggu gugat?
Lalu, bukankah di balik perbedaan itu, masing-masing punya pembenarannya?
Jadi, toleransi hanyalah bentuk empati dari sebuah perbedaan yang sebenarnya tak bisa disejajari.
Pemikiran ini membawaku pada masa depan, ketika kelak harus lebih jauh berhadapan dengan lingkungan yang sarat akan perbedaan.
Rasanya, semua masih samar dari kesanggupan jika tak dikembalikan kepada Pemilik Kehidupan.
But, let's forget the confusion for a moment. Because one of the Sunnah of Eid is to be happy.. :')
Kebaikan itu melelahkan
Jika bukan Allah sebagai alasan
Jika bukan Allah sebagai tujuan
Jika bukan balasan Allah yang diharapkan
Hari ini punya gelar sendu.
Aku menyaksikan banyak pasang mata yang biasanya penuh binar seketika merah dan membengkak.
Aku merasa bersalah, karena itu ulahku.
Setelah kabar baik tentang aku yang tadinya punya kemungkinan akan bertemu mereka lagi di tahun ajaran depan, selanjutnya malah kabar kepergianku yang harus mereka dengar.
Mereka terisak, aku makin sesak.
Nak, jika bisa, aku ingin sekali terus menyaksikan kalian sampai pada puncak pendidikan terbaik, jauh di atasku.
Jangan tanyakan perasaanku, jika ada kata melebihi sayang, itulah yang kupunya untuk kalian.
Semoga masih ada namaku diingatan mereka, sekalipun sosokku telah luput dari dunianya.
Dan, semoga hal baik yang mereka sebut ilmu itu akan terus membersamai bahkan terwarisi.
S'up Tumblr! (Kabur bentar dari warga IG)
Belakangan rame ya berita perselingkuhan.
Bukan, bukan selingkuh dalam pacaran, kalau itu punten nggak diajak dulu.
Perselingkuhan dalam pernikahan.
Yang sejatinya udah melalui perjanjian sakral pada Allah Ta'ala.
"Kok tega ya?"
Wah bisa nggak ada ujungnya kalau bahas soal si tega.
Karena mereka yang selingkuh itu artinya udah tega menodai agamanya, bahkan tega menentang Allah.
Jadi, apalagi ke manusianya. Yah udah jauh di atas level tega.
Tapi di sini yang miris adalah respon dari warganet di kolom komentar.
Salah satunya gini..
"Padahal istrinya cantik"
Ck. Gimana ya bro sis. Antara diselingkuhi dan fisik itu seharusnya jadi hal yang kontradiktif.
Nggak melulu semua hal bisa dikaitkan sama fisik ya. Walaupun memang fenomena beauty privilege sekarang ini nggak diragukan lagi.
Tapi..
Jangan salah fokus!
Kalau alasan selingkuh itu adalah karena ada yang kurang dari pasangannya, justru artinya si pelakulah yang masih serba kurang.
Kurang muhasabah diri.
Kurang iman.
Kurang bersyukur.
Kurang ajar sih memang.. Huh
Jadi, nggak benar ya kalau kita malah fokusnya mendikte kelebihan apalagi kekurangan pasangan yang diselingkuhi alias korbannya, di mana penggunaan kata "padahal" itu terlalu samar buat masalah sekeji perselingkuhan.
Poin utamanya yaitu bagaimana sikap kita melihat itu semua, mindset kita harus apik, fokus pada hal yang salah dan berusaha buat mencari hal yang bisa dijadikan bahan perbaikan diri.
Semoga dalam pernikahan, kita terhindar dari hal fatal itu ya. Aamiin.
Kadang ada yang kita lupa dalam menanggapi berita atau peristiwa.
Bahwa kita punya otak bawah sadar yang nggak bisa kita setting gitu aja.
Maka, yang dikhawatirkan adalah semisal kita keliru dalam memahami suatu hal, kelak yang masuk ke otak bawah sadar juga keliru, lalu mindset pun keliru, dan tentu tindakan juga bisa keliru. Na'udzubillah
Allahu'alam
Btw, seneng deh, di Tumblr nggak ada penentuan hidup dengan orang di tanda pesawat..
Diberi pujian memang menyenangkan, tapi sama sekali tidak menenangkan.
Ibarat dibawa laju motor yang kencang, semilir anginnya, hentakan gasnya, dan hal lainnya yang melahirkan euforia. Menyenangkan, namun ada rasa waswas terselip dibalik itu semua, yang memaksa diri untuk senantiasa melajukan kendali dengan waspada.
Karena, kemungkinan datangnya celaka itu pasti ada.
Dan, hanyut dalam pujian hingga diri menjadi jumawa ialah kecelakaan yang paling mengenaskan.
2020 menjadi tahun di mana istilah "sefrekuensi" terasa yang paling afdal.
Ternyata 2021 menjadi tahun pembuktian, bahwa satu frekuensi tak memberi jaminan pada kebaikan mental.
Frekuensi juga butuh empati, bukan sekadar obrolan dan banyolan yang serasi.
2022
Semua ekspektasi dibiarkan terjun bebas!
Setelahnya, tak ada lagi beban yang membuat langkah terbatas.
Oh Hi, I'm back!
Turns out, it's almost a year I haven't left my own marks here. Nope. I wasn't bored nor forgot, just a little bit busy with my 'new life'.
But here we go, let me open my window and shout about life again. (Yow, actually this amateur painting has another meaning)
November Rain
November masih hadir dalam bentuk hujan, menciptakan banyak kenangan dan juga puisi cinta; yang keseringan air mata dan duka-duka. Dan ini adalah utas-utas yang ia hadirkan, dalam hujan November.
@yhharahap Hujan menghabisi rindu, sebelum genap ia mekar dalam temu.
@milaalkhansah Hujan menjadi pembuka pada bulan yang datang bertamu. Menyapu bersih apa yang telah berlalu. Entah pada aku dan tangisku. Entah pada aku dan mimpiku. Entah pada aku dan kamu.
@midnight-thought-and-daydreaming Tetes-tetes turun membasahi Bumi yang selalu berakhir dengan memutar kepingan memori
@sitijubaedahputrimanguntur November masih musim hujan dan aku menikmatinya sebab, ada kamu pada aroma hujan. Sungguh, begitu menenangkan.
@yulianti-rh Hujan hari ini masih tentang kamu. Ternyata aku hanya berlarian seorang diri, menganggap kamu ada nyatanya Tuhan lebih menginginkanmu lebih banyak daripada aku. Mengenang kamu sendirian lebih menyesakkan daripada jatuh cinta ke kamu diam-diam.
@coklatjingga Hujan, aspal basah, kain-kain apak. Di sela-sela tetesnya sorak-sorai anak-anak. Hujan, genangan, banjir. Di pelataran toko, orang-orang dewasa menyelamatkan diri. Padahal, hujan yang sama.
@alvianalisti Kemarin hari pertama kau genggam erat tanganku, membisikkan kalimat mesra tentang aku dan kamu, yang disaksikan langsung oleh hujan di jalanan kota.
@desyumi Aku menikmati di bawah derasnya hujan yang terus mengguyur seluruh tubuhku. Kendati demikian, ada tetesan air mata yang tiada henti. Mewakili segala duka-lara dan sesaknya pikiran yang kian berkecamuk.
@ermaerica Mendung di sana mendahului peran malam; bulirnya terjun bebas menciptakan melodi alam; saatnya menerbangkan benak menuju masa silam.
@penaalmujahidah Hujan kali ini menyuburkan hati yang gersang, menumbuhkan perasaan baru dengan utuh, memunculkan pucuk-pucuk keberanian untuk memulai. Semoga benih-benih yang tersiram bisa tumbuh menghasilkan buah ranum yang bisa dipetik di waktu yang tepat.
@kisah-desember Hujan november selalu menjadikan gemuruh kembali bertalu, sebab pertanda tahun akan bergantikan musim libur dan rencana temu. Apakah kali ini akan benar-benar memangkas jarak itu(?) Semoga kamu dan rentang jarak; kelak akan Tuhan tetapkan menjadi sebuah temu yang candu.
Hujan November 2022
Percayalah! Aku sudah melewati malam-malam panjang penuh pertarungan hingga kudapati diriku mampu mengikhlaskan.
Yeyyyyy!!! Setelah perjalanan panjang penuh rintangan akhirnya anak pertama kami hadir juga. Buku ini berisi serangkaian tulisan pilihan kami selama berkomunitas di 2021. Next year kami akan terbitkan untuk versi 2022, yassss!!!
Merangkai Kata Memaknai Rasa oleh Puan Beraksara, mulai sekarang bisa dipesan ya sobat puber sekalian.
Langsung cus aja buat yang pengen punya bukunya chat kak Yuli di nomor 0822-2070-3878 atau boleh DM di instagram dan tumblrnya di @yhharahap.
Sesuai dengan nama komunitas ini, Puan Beraksara, dan inilah wujud nyata aksara dari para puan di dalamnya.
Silakan dipinang! ✨️
PUAN BERPANTUN
Haloha!!! Kali ini kami mempersembahkan pantun, salah satu puisi lama Nusantara. Yuk, komen atau reblog pantun kece kalian :)
@yhharahap Pisang bantan pisang barangan Situ jantan kok sembarangan?
@coklatjingga Minum kopi pagi hari Temannya pisang coklat Jangan suka umbar janji Nanti tagihannya di akhirat
@sitijubaedahputrimanguntur Si Lanang main dadu Mainnya pakai ilmu Sudah tau aku rindu Kenapa tidak ada temu?
@kisah-desember Siang terik menerpa bentala Jalan berliku masih ku terjang jua Tunggulah sejenak wahai adik Masih ku usahakan menerjang pelik
@penaalmujahidah Abang ganteng berwajah tampan Mukanya merah digoda perempuan Dari pada kita pacaran Lebih baik langsung ke pelaminan
@pilauakara Aku di mesjid dekat belokan Sedang menanti seorang teman Aku masih dalam penantian Datanglah dan cepat halalkan
@ermaerica Pagi-pagi menanak nasi Sebab nasi kemarin sudah basi Daripada kita berkompetisi Lebih baik kita kolaborasi
@memorelies Sarapan pagi ke kalimantan Makan siang di medan Daripada bahas mantan Mending bahas masa depan
@myrestareasblog Hari ini turun hujan Hujanya tak mau berhenti Jangan hanya pikir masa depan Sampai lupa akan mati
Sabang ke Merauke, 7-11 Juli 2022.
NUBAR 39 | KEMBALI
@nonaabuabu Jika pada akhirnya kau tak kembali, biarkan aku mengenang sisa kita di lubuk hati.
@alvianalisti Kembali sendiri, kembali menjadi rumah untuk diri yang tak sempurna ini. Dengan ini aku memahami, mencintai diri sendiri sebelum mencintai orang lain itu penting.
@myrestareablog Pada akhirnya kamu harus kembali mengakrabi kesendirian sebagaimana sebelumnya. Tapi bukankah bagi seseorang yang hatinya telah penuh cinta dan taat pada-Nya, tak ada satu sudut pun ia sempat merasakan sepi dan sendirian?
@coklatjingga Harusnya aku tahu, kembalimu bukan untuk bersamaku. Kita hanya sedang reuni untuk hati yang pernah saling mengisi.
@penaalmujahidah Setiap yang pergi tidak harus kembali, tapi untuk kembali harus lebih dulu pergi.
@sitijubaedahputrimanguntur Aku memang belum melupakanmu, tetapi utuk kembali merangkai kisah baru lagi itu sebuah ketidakmungkinan yang nyata.
@ipwts Langkahku terhenti pada satu titik dimana ku lihat bayang masa lalu muncul menyapaku. Katanya, inginkanku kembali, tapi bahagiaku sudah ku temukan ditempat yang ingin ku tuju kini. Dan perlahan aku berlalu meninggalkan bayang itu, untuk melanjutkan perjalananku menuju tempat dimana bahagia telah ku dapati.
@kanal-imaji Kenapa kembali bila hanya saling memunggungi?
@pilauakara Apa yang harus aku urai dari sebuah kata “kembali”? Bahkan bait pun sepertinya sudah tak percaya diri untuk menjadikannya sebuah puisi. Lalu, bagaimana dengan aku yang telah lama ini tak menjumpai sapamu? Wajarkah jika aku berharap kau kembali dan mengulang kisah kita sekali lagi? Tetapi kali ini, aku sedang belajar untuk tidak menjadi egois. Akan kuusahakan diriku agar tak pernah lagi memintamu untuk ‘kembali’ meski hanya sebentar. Selamat tinggal.
@yuniyona Kembali merasakan debaran yang sama seperti ketika kali pertama memandang bola matamu. Entah berapa lama telah kucoba menghapus bayangmu, mengubur semua kenangan, membasuh perih yang menikam sukma. Aku kembali ke kota ini tanpa rencana lalu tak sengaja bertemu denganmu. Apakah akan ada percakapan yang menggugah rasa , membawaku terlena pada mimpi-mimpi lama atau kita hanya akan berlalu tanpa sapa? Aku tak ingin kembali meniti jalan yang sama . Sejak awal kita menuju arah yang berbeda dan seharusnya tak lagi bersama
@kisah-desember Jangan terlalu tak tahu diri dengan mencoba kembali hanya untuk memastikan pertahanan diri. Tanggunglah resiko dari setiap keputusan, karena sudah tidak ada yang sama lagi ketika rasa sudah dicerai-beraikan.
@ermaerica Aku kembali menepi, untuk sekali lagi merasakan sapuan angin yang mampu meluruhkan jurai obsesi.
@yulianti-rh Kembali, boleh kukatakan aku enggan.
@midnight-thought-and-daydreaming Jangan berbalik lagi, percuma! kau hanya akan temukan bayangan diriku yang semu dan menjemukan bagi dirimu kan?
@tuanpoetry Jika aku tetap mengikuti arah tanah ini, aku tidak jamin akan menemukan ujung di akhir waktuku. Berbeda jika aku berbalik arah, aku pasti tetap menghadapi akhir yang sama. Yang mana yang lebih baik untuk menjadi akhirku?
Menyambut Ramadhan
// @nonaabuabu Enak kali ya kalau buka pake es buah. Hmm, ditambah gorengan sama cabe rawit. // @tuanpoetry Lebih enak lagi kalau sama yang manis-manis kaya aku dan obrolan konyol kita menjelang bedug. Iya ga sih? // @kisah-desember Atau sembari ditemani masak dan kamu bagian koreksi rasa.
// @midnight-thought-and-daydreaming Daripada menunggu ucapan selamat berbuka, apa ngga sebaiknya kita buka bersama ya? // @penaalmujahidah Tapi keliling naik motor sambil berburu takjil juga kayanya seru deh. // @coklatjingga Semoga tidak hujan, atau takjilnya keburu bubar. Satu pesanku, jangan makan banyak-banyak, masih ada tarawih yang harus didirikan.
// @yulianti-rh Nanti pulang tarawih kita tilawah bareng yaa. Aku yang tilawah kamu yang jaga, terus gantian, kamu yang tilawah aku yang jaga.
// @hujanrinduu Jangan lupa bangunin aku sahur. // @ipwts Pastikan sebelum sahur, kita dirikan dua rakaat shalat malam bersama, kau di depanku, sedang aku di belakangmu. Di hening malam indah itu, kita memanjatkan doa, juga pinta bersama.
// @ermaerica Minum sewajarnya ya ketika sahur. Jangan bikin ginjalmu kerja rodi. // @jejaktanpajeda Apalagi jika sahurmu dibuka dengan secangkir teh hangat, wah jangan manis-manis, nanti ada yang kewalahan. Ingat, ini bulan puasa lho.
// @sitijubaedahputrimanguntur Selesai sahur jangan tidur! Shalat subuh dulu.
// @alvianalisti Ramadan satu tahun sekali, ya kali mau di sia-siain. Yuk bisa yukk, di bulan yang suci ini kita mulai perbaiki ibadah. // @kanal-imaji Jaga semangat sedari awal karena itu jauh lebih mudah dibanding nanti harus memutar balik keadaan.
Hari Pertama Ramadhan, 1443 H
Berselimut hujan aku mengharap tenang
Lelah jua amarah biar meredam bersama jatuhnya dingin yang membekuk sendi bumi
Terkadang, begitulah cara melarikan diri dari api
Sumber foto: Google
@komunitaspuanberaksara
PUAN BERAKSARA DENGAN SENYUM SEJUTA WATT MEMPERSEMBAHKAN…
Halohaaaa sobat kesayangan mimin semua, akhirnyaaaa. Kali ini mimin tidak akan melewatkan kesempatan untuk menginfokan ke sobat puber semua dengan event kece kita satu ini.
Yuk! yang mau join sok atuh langsung diisi aja di link pendaftaran, bincang-bincang asik kitaaa.
Mau tanya-tanya dulu boleh, kalau jawaban nggak sesuai ekspektasi jangan nangesss, oke oke, okesippp.
Sampai ketemu sobat puber kesayangannn.