Dear, Pap... Tepat seminggu sudah Papa pergi meninggalkan aku & Mama untuk selamanya. Seminggu ini juga Febby & Mama masih percaya ga percaya Papa benar-benar udah ga ada. Perasaan Febby campur aduk. Sedih yg mendalam, pasti. Sakit, iya. Merasa kehilangan, tentu. Untuk ikhlas, inshaAllah iya, Pah. Febby yakin Allah SWT lebih sayang sama Papa. Allah SWT lebih tau Papa dan batas kemampuan Papa. Kini Papa udah ga ngerasa sakit lagi, Papa udah lebih nyaman, tenang, dan damai ya di rumah Allah SWT. Allah SWT ga mungkin kasih ujian yg melebihi batas kemampuan kita kan ya, Pah? Mungkin dengan ini Allah SWT ingin membuat Mama & Febby menjadi manusia yg semakin lebih kuat lagi untuk menjalani kehidupan. Papa sosok ayah yg kuat & ga berhenti untuk menyerah. Febby bangga punya Papa kayak Papa Yopie, dan akan selalu bangga sampai kapanpun. Akan Febby ceritakan tentang Papa ke anak-anak Febby nantinya meski mereka tidak sempat bertemu & bermain dengan Papa. Papa sosok ayah yg selalu melindungi keluarganya, putri semata wayangnya dengan caranya sendiri. Febby masih ingat kata-kata Papa dulu, Papa bilang karena anak Papa ya cuma Febby satu-satunya, jadi harus dijaga dengan baik. Kalimat itulah yg selalu buat Febby akhirnya mengerti dengan sikap Papa ke Febby. Meski kita ga selalu akur ya Pah, tapi Papa ayo kalo Febby mau coba ke tempat-tempat yg mau Febby kunjungi, bahkan Papa mau coba makan makanan Korea, dan akhirnya Papa suka sama bibimbap Mujigae. Febby minta maaf yg sebesar-besarnya untuk semua salah yg Febby pernah perbuat, yg menyakiti hati Papa. Terima kasih untuk semuanya ya, Pah. Semua pengertian yg Papa berikan, semua perhatian yg Papa curahkan, semua dukungan yg Papa berikan, semua yg sudah Papa ajarkan, dan untuk semua kasih sayang Papa ke Febby dan juga Mama. I love you, Pah. I love you so much. Forever and always. You are the best man I ever know. ❤️ Until we meet again, okay Pah? 😉 Al-Fatihah... https://www.instagram.com/p/Bzvltk2h0nYX3qZ55lg7cYZcmh9MTGvGj5rtJ00/?igshid=1fasxjz64naud