Tempat di mana kuberpijak saat ini bukan dari bagian hidup yang kurencanakan dan kuimpikan. Tapi, buah dari ribuan doa yang kupanjatkan. Aku merasakan betapa baiknya Allah memberikan jauh lebih baik dari apa yang dipinta oleh hamba-Nya.
Ketika itu apa yang tampak di depan mata tak lagi menarik. Kedudukan, posisi, ataupun pangkat. Aku memilih pergi dan mencari jalanku sendiri. Sambil mencari dan terus mencari aku tetap melakukan apa yang aku mampu dan seharusnya aku lakukan selaku anak yang baru lulus sekolah. Mencari info kuliah, mendaftar, dan ikut tes masuk.
Dalam doa-doa yang kulangitkan aku hanya ingin bagaimana aku bisa lebih dekat dengan-Nya, pun sampai detik ini. Dalam keinginan itu memunculkan banyak harapan. Aku ingin sekali ada seseorang entah itu sahabat atau siapapun itu. Karena ternyata hidup ini tidak semudah seperti apa yang kita bayangkan dengan khayalan-khayalan di malam hari. Terlalu suram untuk dijalani sendiri. Nyatanya aku sering terjatuh dan tersesat. Pada akhirnya, berharap sekali ada yang dapat menggandeng tanganku, merangkul pundakku, memeluk sedihku, mengusap air mataku, dan membimbing jalanku agar selamat sampai akhir.
Alhamdulillah wal hasil di sini lah diriku sekarang berada. Duduk, belajar, dan mengabdi pada seorang guru mulia di Kota Alexandria. Kota yang berhadapan dengan negeri konstantinopel, hanya dipisahkan dengan laut mediterania. Kapan-kapan insyaallah akan kuceritakan banyak hal tentang kota ini dan apa yang kutemukan di dalamnya.










