Aku merasa cantik hari ini
Kadang mengalahkan perempuan ibukota
Lebih penting daripada menaklukkan dunia
Aku merasa kesepian hari ini
Tapi sepi adalah properti milik publik
Bagi penguasa, hidupku hanya statistik
Aku merasa senewen hari ini
Kenapa orang pandir bertambah banyak
Siapa bilang hidup di Jakarta itu enak
Tidak ada waktu yang baik untuk hal-hal yang tidak baik terjadi
Di kota ini, di kota kita
Keputusan buruk adalah lauk sarapan
Ekspektasi adalah teman makan siang
Dan kemelut salah sasaran lebih gemerlap dibanding bulan
Tanda tanya terus ditekuk dan aku dipaksa menelan
Sudah bayar tagihan kredit?
Sampai kapan kekasih sakit?
Kapan sempat belanja bulanan?
Kapan sempat bertemu kawan?
Minggu depan? Tahun depan?
Bisa ke kantor lebih pagi hari ini?
Bisa lembur lebih malam lagi hari ini?
Laporan keuangan sudah siap?
Bahan meeting sudah siap?
Minggu ini bisa pulang ke Bandung?
Saya di shelter, pakai baju apa Mbak?
Mau sekalian isi gopaynya Mbak?
Mbak, bangun, sudah dekat.
Kesalahan apa lagi yang kau buat?
Alasan untuk tidak betah apa lagi yang kau buat-buat?
Di kota ini, di kota kita, aku mau jadi cantik,
Asal kudapat jawaban untuk 1 pertanyaan:
Apa jadinya Jakarta tanpa seseorang,