Terkadang, aku ingin berperan menjadi perempuan yang punya kontribusi untuk dunia.
Namun, di lain waktu, aku hanya ingin menjadi ibu biasa, yang mengurus anak-anak, memasak makanan kesukaan mereka, dan membuat mereka tertawa dengan cerita-cerita masa kecilku.
Terkadang, aku ingin punya waktu sendiri. Makan mi kuah yang masih hangat, tak dingin seperti biasanya karena mesti mendahulukan kebutuhan anak-anak. Berjalan-jalan sendiri dengan bawaan ringkas, tanpa harus repot membawa berkantong-kantong kebutuhan anak-anak, tanpa harus mendengar pertanyaan di sepanjang perjalanan "Topiku di mana, Bu? Spidolku, kok, tidak ada?"
Namun, di lain waktu aku ingin selalu bersama mereka. Ingin memastikan mereka selalu dekat. Sekejap keheningan bisa memunculkan banyak pertanyaan dan kekhawatiran. "Apakah mereka baik-baik saja?"
Sejenak perpisahan menghadirkan banyak kecemasan, "Bagaimana jika .... ?"
Terkadang aku ingin pergi menjelajah dengan bebas. Keliling dunia mungkin tak terlalu sulit dibandingkan mengurus anak-anak.
Namun, adakalanya rumah menjadi dunia yang paling nyaman untuk kujelajahi, kutimang bayi kecilku yang mengantuk sambil kukelilingi tiap ruang di rumahku. Langkahku berirama, bayiku pun tertidur dalam buaian. Wajah bersihnya memudarkan keletihan, senyum manisnya menguapkan semua keluh dan kesah.
Terkadang aku ingin menjadi seseorang yang lebih dari ini.
Namun, adakalanya menjadi ibu sudah cukup. Cukup membuatku berguna, cukup membuatku bahagia.
Terkadang aku berpikir begitu jauh, imajinasiku melanglang buana ke langit tinggi yang menawarkan berbagai kemungkinan.
Namun, adakalanya aku hanya ingin menikmati semua yang ada di hadapanku saat ini dengan hati yang lapang menerima.
Ah, hidup memang selalu menawarkan banyak pilihan. Terkadang, semua itu terlalu membingungkan. Hidup adalah sekumpulan paradoks, kata orang-orang.
Beberapa pilihan menciptakan pertentangan. Selama ada pertentangan, kedamaian hati hanya menjadi angan-angan. Mari jalani saja sesuai kemampuan. Semua akan berujung indah, selagi kita yakin bahwa kita tidak sedang berjalan menuju penyesalan.