Penulis: Fyodor Dostoyevsky
Oh, bagaimana aku harus menuliskan ulasannya? Kepalaku sungguh terasa penuh membaca buku ini. Sepertinya hanya sebagian isi kepalaku yang bisa kutuliskan di sini, ya semoga.
Crime and Punishment, buku ini pertama kali diterbitkan pada tahun 1866 di Rusia. Menceritakan tentang Rodion Romanovich Raskolnikov, seorang mantan mahasiswa studi hukum (ia tidak menyelesaikan studinya) di St. Petersburg. Raskolnikov memiliki kepribadian kompleks: cerdas, kritis, ambisius, melankolis, tapi juga muram, sombong, depresif.
Raskolnikov hidup dengan kondisi ekonomi yang sulit, inilah yang membuat ia tidak mampu melanjutkan studinya dan berkontribusi besar pada kondisi psikologisnya yang buruk. Raskolnikov hidup seorang diri di kamarnya yang sempit (ia tinggal di apartemen milik Praskovya Pavlovna). Ayahnya sudah meninggal, ibunya, Pulcheria Alexandrovna Raskolnikov, hidup di daerah asalnya bersama anak perempuannya, Avdotya Romanovna Raskolnikov (Dunia, Dunechka).
Dalam kesehariannya, Raskolnikov selalu mengurung diri di kamarnya, ia tidak peduli pada kondisi diri dan dunia. Bahkan ia hanya makan jika Nastasya Petrovna, pekerja di apartemennya, memberikannya makan. Untuk menyambung hidupnya, ia menggadaikan barang-barang yang dimilikinya pada Alyona Ivanovna, seorang wanita tua pemilik rumah gadai.
Konflik bermula ketika Raskolnikov membunuh Alyona, menebas punggungnya dengan kapak, yang sebenarnya aksi ini sudah direncanakannya sejak lama. Namun pada saat kejadian, tiba tiba datang saudara tiri Alyona, Lizaveta Ivanovna, yang menyaksikan pembunuhan yang dilakukan Raskolnikov sehingga ia terpaksa membunuh Lizaveta juga.
Hidup Raskolnikov juga berkelindan dengan keluarga Marmeladov yang kompleks. Ia secara tidak sengaja berkenalan dengan Semyon Zakharovich Marmeladov, seorang mantan pegawai pemerintah dan pemabuk, yang menceritakan kondisi kehidupannya dan anggota keluarganya: Katerina Ivanovna, Sonia Semyonovna, Pashenka, Koyla, Lidochka.
Karakter penting yang terdapat dalam cerita (yang tidak bisa kudetailkan hubungannya dengan Raskolnikov): Dmitry Prokofich Razulmikhin, Pyotr Petrovich Luzhin, Arkady Ivanovich Svidrigailov, Zosimov, Porfiry Petrovich, Alexander Grigorievich Zamyotov, Nikolai Dementiev (Mikolka), Dmitri (Mitka, Mitry, Mitia), Andrey Semionovich Lebeziatnikov, Amalia Fyodorovna Lippewechsel.
Aku sudah mengetahui buku klasik ini, salah satu buku yang paling berpengaruh sepanjang masa di dunia dan direkomendasikan oleh banyak sekali orang, sejak lama. Aku membelinya sebelum era pandemi di awal tahun 2020. Bukunya yang sangat tebal hampir 500 halaman, font tulisan kecil rapat sehalaman, pengalamanku membaca karya Dostoevsky yang harus membutuhkan fokus tinggi, membuatku tiap kali ingin membacanya menjadi enggan. Baru pada liburan sebulanan lalu kuberanikan diriku membacanya, dan inilah kesanku.
Karakter Raskolnikov sungguh kompleks dan menarik, tipikal karakter utama pada karya karya Dostoevsky. Jalan pikiran dan tindakan tiap karakter dituliskan dengan detail dan kompleks (lagi lagi ciri tulisan Dostoevksy), termasuk Raskolnikov ketika sebelum, saat, dan setelah melakukan pembunuhan. Aku benar-benar merasa menjadi Raskolnikov dengan pikiran kompleksnya yang kritis dan “membangkang” pada sistem.
Pembunuhan Raskolnikov ini dituliskan pada bagian pertama sehingga mengingatkanku kembali bahwa cerita ini bukanlah cerita who dunnit (karena pada sinopsis dan narasi pun jelas diceritakan detail kronologi Raskolnikov melakukan pembunuhan) melainkan psychological. Pembaca akan dibawa ke dalam perasaan tidak nyaman pada pikiran, kecemasan, keinginan bertahan, penderitaan Raskolnikov setelah melakukan pembunuhan. Buku ini sukses melakukan hal itu, aku sebagai pembaca ikut merasa cemas dan emosi sepanjang membaca ceritanya.
Buku yang tebal ini juga menjadikan tiap karakter dan subplot cerita bisa dituliskan dengan bebas dan detail. Lihat bagaimana cerita melalui suratnya Pulcheria dan Dunia (dan hubungannya dengan Luzhin) sebelum mereka pindah ke Petersburg, yang ini akan menjadi penting dalam bagian selanjutnya, dituliskan dengan narasi yang panjang dan detail. Atau juga keluarga Marmeladov yang diceritakan Semyon pada awal bagian, bagaimana proses penyelidikan yang dilakukan Porfiry dan Zomyotov, kedekatan Razulmikhin dengan Raskolnikov, jalan pikiran dan cerita Luzhin tersendiri, semuanya menjadi detail dan penting, menambah kedalaman karakter melalui narasi kehidupan yang dilaluinya masing-masing.
Momen cerita pada buku yang paling aku favoritkan mungkin harus aku kerucutkan menjadi 3 momen.
Pertama, saat Raskolnikov melakukan pembunuhan. Narasinya sungguh sukses membuatku merasa bahwa aku ikut dalam kejadian tersebut. Rasanya aku juga ikut merasa panik dan gelisah atas semua yang terjadi. Dituliskan detail per tahapan mulai dari saat Raskolnilov berada di apartemennya, memutuskan membawa kapak, berjalan melewati jalan umum, sampai di apartemen Alyona, dan seterusnya, hingga ia jatuh sakit tetapi tetap cemas dan berusaha menyembunyikan barang bukti yang mungkin tersisa. Oh, aku merasa akulah pembunuhnya!
Kedua, pembicaraan Raskolnikov dengan Razulmikhin dan Porfiry di kantor polisi saat interogasi Raskolnikov sebagai saksi pembunuhan (Raskolnikov tercatat sebagai klien Alyona, pernah menggadaikan barang miliknya). Pembicaraan kemudian beralih pada pembahasan artikel yang pernah ditulis Raskolnikov yang menyajikan teori Raskolnikov bahwa manusia terbagi menjadi dua kategori: ordinary people dan extraordinary people. Aku akan mengutip summary mengenainya yang ditulis pada sebuah artikel:
Ordinary People (the "Mass"):
Mereka adalah mayoritas orang yang terikat oleh hukum, moralitas konvensional, dan dimaksudkan untuk hidup dalam ketaatan. Mereka pada dasarnya adalah "material" untuk reproduksi jenis mereka sendiri. Mereka konservatif, tertib, dan harus dijaga.
Extraordinary People (the "Great Men"):
Mereka adalah individu langka yang memiliki potensi untuk memajukan kemanusiaan. Mereka tidak terikat oleh batasan moral yang sama seperti orang biasa. Raskolnikov berpendapat bahwa extraordinary people ini memiliki hak untuk melanggar hukum (the right to transgress) dan kode moral jika diperlukan untuk mencapai tujuan mereka dan menghasilkan sesuatu yang baru dan bermanfaat bagi umat manusia.
The Right to Transgress:
Aspek paling kontroversial dari artikel tersebut adalah pernyataan bahwa extraordinary people dibenarkan untuk melakukan kejahatan, bahkan pembunuhan, jika tindakan mereka memiliki tujuan yang lebih besar. Mereka, pada dasarnya, berada di atas hukum karena kontribusi potensial mereka lebih besar daripada kerugian yang disebabkan oleh pelanggaran mereka.
Historical Examples:
Raskolnikov menyinggung tokoh-tokoh sejarah seperti Napoleon sebagai contoh extraordinary people yang melanggar hukum dan menyebabkan pertumpahan darah tetapi akhirnya mengubah jalannya sejarah.
Porfiry's Interpretation:
Porfiry menyelidiki Raskolnikov tentang artikelnya, mencoba menentukan apakah Raskolnikov menganggap dirinya sebagai salah satu dari extraordinary people ini dan apakah ia yakin ia berhak membunuh.
Impact on the Novel:
Teori Raskolnikov menyediakan rangkaian untuk memahami kejahatannya. Ia melakukan pembunuhan terhadap Alyona Ivanovna, sebagian, untuk menguji apakah ia benar-benar seorang extraordinary people yang mampu melampaui moralitas konvensional. Novel ini mengeksplorasi konsekuensi psikologis dan moral dari keyakinan tersebut.
Moral Ambiguity:
Dostoevsky tidak secara eksplisit mendukung atau menolak teori Raskolnikov. Sebaliknya, ia menggunakan novel untuk mengeksplorasi implikasi berbahaya dari ide-ide tersebut dan konsekuensi destruktif dari mempercayai diri sendiri bahwa ia berada di atas hukum. Novel tersebut pada akhirnya menunjukkan bahwa keyakinan semacam itu mengarah kepada isolasi, rasa bersalah, dan penderitaan.
Ketiga, momen pembicaraan Raskolnikov dengan Sonia. Pada momen ini, sesuai janjinya kepada Sonia, Raskolnikov memberi tahu siapa pembunuh Alyona dan Lizaveta. Tidak hanya itu, Raskolnikov juga menjelaskan alasannya membunuh, jalan pikirannya, dan kecemasan yang menyiksanya. Dengan semua siksaan pikirannya selama ini, Raskolnikov akhirnya seperti mengakui bahwa ia membutuhkan koneksi dengan orang lain. Ia melihat Dunia, dengan semua hal yang menimpanya, sebagai orang yang juga menderita tetapi tetap dengan ketabahan yang dimilikinya, sehingga bisa dijadikan sebagai sumber kekuatan moral. Raskolnikov berharap melalui Sonia bisa menemukan kebebasan dari siksaan rasa bersalahnya. Aku merasa inilah pertama kalinya kita menyaksikan ‘kerapuhan’ Raskolnikov di depan orang lain, usahanya untuk terhubung dengan orang lain, dan ini menjadi turning point penting karakter Raskolnikov selanjutnya.
Koneksinya dengan Sonia ini menjadikan Raskolnikov semakin yakin dengan rencananya untuk menyerahkan diri ke polisi. Sonia mendukung agar Raskolnikov mengaku dan menerima hukumannya sebagai bagian dari penebusan perbuatannya, menunjukkan cintanya pada Raskolnikov, mengingatkan akan adanya pengampunan, membacakan kisah Lazarus sebagai simbol kebangkitan dan pembaruan spiritual melalui penderitaan yang sudah dan akan dilaluinya. Semua hal ini semakin membuat pembenaran dari “teori intelektual” Raskolnikov runtuh dan akhirnya memutuskan untuk menyerahkan diri.
Akhir dari cerita buku ini juga menurutku sangat memuaskan untuk menutup semua konflik yang ada. Dijelaskan bagaimana awal kehidupannya di penjara (Raskolnikov divonis 8 tahun penjara di Siberia), hingga pada suatu waktu ia sakit, memimpikan hal yang cukup mengguncang psikologinya, menyadari ketulusan Sonia selama ini dan menyadari bahwa sebenarnya ia mencintai Sonia.
Raskolnikov memutuskan akan menerima sepenuhnya Sonia serta menunggu sisa masa tahanannya demi hidupnya bersama Sonia. Raskolnikov mulai benar-benar meruntuhkan kesombongannya, menjalani perjalanannya untuk menebus dosanya, dan bersiap untuk “lahir kembali”.
Salah satu hal penting dan menarik yang dapat dijadikan bahan diskusi dalam buku ini adalah mengenai alasan Raskolnikov membunuh. Seperti yang sudah dituliskan pada summary artikel yang ditulis Raskolnikov, dengan segala faktor eksternal yang juga mendorongnya melakukan pembunuhan, apakah pada realitanya ‘kejahatan’ itu memang diperbolehkan dan perlu dilakukan untuk tujuan lain yang lebih besar dan bermanfaat untuk lebih banyak masyarakat?
Dalam cerita ini Alyona dipilih sebagai korban karena beberapa hal: Pertama, ia seorang pemilik pegadaian yang kaya dan tamak, sosok individu parasit yang menarik keuntungan banyak dari penderitaan banyak orang (eksploitatif, simbol ketidakadilan di masyarakat). Kedua, ia sudah tua dan memiliki kepribadian yang buruk. Tidak banyak (atau boleh jadi tidak ada) orang yang akan merasa kehilangan atas kematiannya. Ketiga, Raskolnikov mengetahui bahwa Alyona akan menyumbangkan uang kematiannya kepada biara. Justifikasi ini membuat Raskolnikov berpikir akan tidak ada ruginya dan justru akan lebih banyak kebermanfaatan atas kematian Alyona.
Jadi, apakah kejahatan dibenarkan dilakukan untuk tujuan yang lebih besar dan mulia?
Kekurangan buku ini menurutku mungkin pada detail narasinya saja. Betul, detail narasi jelas menambah kedalaman karakter dan cerita, tetapi entah kenapa aku merasa banyak narasi yang sepertinya bisa disingkat atau bahkan dihilangkan (walau aku tidak bisa menyebutkan yang mana). Di banyak bagian aku merasa sebagai pembaca jadi ‘terpaksa’ harus membaca dengan fokus tinggi karena tidak ingin kehilangan momen detail penting, padahal tentu saja tidak semua detail perlu dan penting berdampak besar pada cerita.
Aku membaca buku edisi Signet Classic, published by Penguin on March 2006, translated by Sidney Monas, with a new afterword by Robin Feuer Miller. Aku merasa cukup nyaman atas hasil terjemahnya, walau tetap di banyak bagian aku merasa hilang. Contohnya pada penyebutan nama karakter, satu karakter bisa disebutkan dengan nama yang berbeda padahal masih pada bagian yang sama. Avdotya-Dunia, Sonia-Sonechka, Natasya-Nastenka, Nikolai-Mikolka, Dmitri-Mitka-Mitry-Mitia, Polina-Polenka-Polechka, contohnya. Aku cukup yakin bahwa ini kesengajaan penerbit dan penerjemah, tapi apakah memang di naskah aslinya Dostoevksy ditulis demikian dengan nama yang berbeda beda? Boleh jadi nama panggilan nama dari karakter lainnya memang berbeda, tetapi beberapa kali membuatku terkecoh sampai aku harus googling, siapakah tokoh yang tiba tiba namanya disebut itu, yang ternyata adalah nama lain dari tokoh yang sudah ada sebelumnya.
Secara keseluruhan, aku sangat menikmati perjalanan membaca buku ini. Aku merasa ini adalah salah satu buku yang memberikan efek besar sepanjang membacanya. Membuatku berpikir, ikut serta merasakan emosi, kecemasan, sakit, pergolakan batin, penderitaan, sampai pada menimbang nimbang Kembali perlu tidaknya rasa empati pada masing masing karakter. Detail narasi dan penokohan yang sangat baik membuat pembaca sukses merasakan itu semua. Setelah menyelesaikan membacanya sampai saat ulasan ini kutulis, masih membuatku diam termenung, rasanya masih sangat terikat baik pada cerita maupun tiap karakternya. Aku masih terjebak berada dalam dunia yang dibangun Dostoevsky. Jelas, buku ini menjadi salah satu buku paling berkesan dari semua buku yang pernah kubaca dalam hidupku.
Depok, 4 Mei 2025, 6.45 PM