My Bright replacement concept. Unsettling little puppet, what will they do?
(Might dump lore If yall request)

#dc#dc comics#batman#dick grayson#bruce wayne#tim drake#batfam#dc fanart#batfamily




seen from United States

seen from United Kingdom
seen from China
seen from Malaysia
seen from Chile
seen from China
seen from Argentina
seen from Malaysia
seen from China
seen from Japan

seen from Malaysia
seen from China

seen from Malaysia

seen from United States
seen from United States

seen from Malaysia
seen from China

seen from United States
seen from United States
seen from Argentina
My Bright replacement concept. Unsettling little puppet, what will they do?
(Might dump lore If yall request)
"Hidup akan terus berlanjut dengan atau tanpanya. Hidup terus berlanjut dan kita akan bertemu ribuan manusia lagi sambil membawa hati kosong yang bisa diisi. Hidup akan terus berlanjut dengan kekosongan tempat itu di hatimu. Bagiku, ini adalah penghargaan terbesar yang bisa kuberikan pada mereka yang sudah pergi. Apabila suatu saat nanti kita bertemu lagi di kehidupan setelah ini, aku bisa mengatakan bahwa kekosongan di hatiku itu masih ada dan kita tahu hanya satu orang yang bisa memenuhi satu tempat yang spesifik itu."
Seorang Pria yang Melalui Duka dengan Mencuci Piring (dr. Andreas Kurniawan), hal. 140-141
Review#53
Seorang Pria yang Melalui Duka dengan Mencuci Piring
Penulis: dr. Andreas Kurniawan, Sp. KJ.
Goodreads rating: 4.47/5
Buku dengan tema yang paling aku butuhkan belakangan ini. Aku tidak akan membahas panjang tentang bagaimana kesan penulisannya karena aku sudah cocok dengan tulisan dr. Andreas sejak membaca buku Pohon Semangka-nya (sudah kureview juga), sedikit saja kutuliskan kesanku terhadap buku ini: buku ini ‘menghancurkanku’, entah seberapa kali di banyak bagian aku membacanya sambil menangis. Aku akan fokus menuliskan apa yang aku dapat dari buku ini saja. Jadi inilah kira-kira:
Ketika membicarakan tentang duka, dua hal yang harus selalu diingat: Pertama, jangan membandingkan duka satu orang dengan orang lainnya. Kedua, jangan mengajari orang cara untuk berduka.
Berduka berarti sebuah periode kita menyadari bahwa sesuatu akan berubah.
Konon, ada yang namanya periode bulan madu dalam beduka. Di hari-hari awal, situasi begitu ramai. Orang-orang datang menanyakan kabarmu atau menawarkan bantuan. Saat itu, sulit bagi kamu untuk merasa sendirian karena secara fisik pun memang ada banyak orang yang hadir di sekelilingmu. Di periode ini semua begitu manis, mungkin rasanya seolah semua akan baik baik saja. Setelah beberapa hari, orang akan kembali ke kehidupannya masing-masing. Saat ini kamu kembali akan merasa sendirian, dan realitas baru akan menamparmu sekeras-kerasnya. (NOTE: Dalam kasusku, aku ingin meng-skip bagian periode bulan madu ini. Agar cepat merasa sakitnya, agar cepat merasa perubahannya)
Emosi apapun yang muncul pada saat itu tidak salah. Perasaanmu itu valid. Jangan pernah merasa bersalah karena merasakan sesuatu saat berduka dan jangan sampai orang lain menentukan kamu harus merasakan bagaimana. Ini emotional rollercoaster-mu. Naiklah ke atasnya. Teriaklah. Menangislah. Mengutuklah, jika perlu. Dan, ketika sudah selesai, turunlah. Ceritakan tentang apa yang kamu rasakan dalam mengarungi arus emosimu itu.
Melihat orang yang menangis bisa menimbulkan perasaan tidak nyaman. Emosi itu menular, namanya empati, mencoba merasakan apa yang dialami di dunia internal orang lain. Maka, ketika orang mengatakan “jangan menangis”, itu belum tentu dia melarang untuk menangis. Bisa jadi dia sendiri merasa tidak nyaman dengan hal itu dan ingin menghentikannya.
Jangan merasa tidak dimengerti dan dikerdilkan perasaannya ketika mendengar orang mengatakan hal semacam “sabar ya, ikhlas ya, kuat ya”. Boleh jadi itulah cara mereka sendiri merasakan rasa nyaman dan memproyeksikannya ke dirimu, menganggap kamu juga akan merasa nyaman jika mendengar hal yang demikian. Mereka bermaksud baik.
Ketika orang orang bertanya, semacam “bagaimana kejadiannya?” yang nampak seperti hal yang sangat tidak bijaksana, jangan kesal dulu. Boleh jadi mereka bukan sekadar ingin dijawab tapi ingin terkoneksi. Mereka ingin merasakan perasaan kita, melihat bahasa tubuh kita, dan memunculkan dirinya sebagai simbol bahwa mereka hadir dan peduli.
Berduka itu seperti mencuci piring. Tidak ada yang mau melakukannya, tapi pada akhirnya seseorang harus melakukannya juga. Jadi mengapa tidak dilakukan sekalian dengan mindfulness?
Akan ada sisa-sisa perasaan, kenangan, atau harapan. Sadari bahwa semua itu lokasinya sudah tidak di ‘piring’mu lagi. Lokasinya sudah ada di tempat lain, di masa lalu. Bukan berarti kita akan membuangnya, melainkan kita meletakannya di tempat seharusnya mereka berada.
Luka fisik dan luka hati. Perbedaan: durasi luka fisik bisa diprediksi, luka hati tidak memiliki batasan waktu tertentu. Persamaan: yang penting bukan berapa lamanya, melainkan apa yang dilakukan selama waktu tersebut.
Perhatikan kondisi fisik dan mentalmu setelah berduka. Ketika itu terjadi, ingatlah bahwa kamu berharga. Kondisi fisik dan mentalmu jauh lebih penting dari apapun. Rawatlah dirimu. Kunjungilah tempat yang kamu suka. Hubungilah temanmu.
“What is grief, if not love preserving?”
Dalam buku Kamu Tidak Salah karya Jung Hyesin, dituliskan bahwa orang yang sedang mengalami rasa sakit itu sebenarnya ingin membicarakan rasa sakit mereka lebih dari apa pun. Alih-alih membuat mereka merasa tenang, kadang perkataan, “Itu kan bukan salahmu,” seolah mengisyaratkan bahwa mereka dilarang untuk menyalahkan diri mereka sendiri, seolah kekhawatiran mereka bahwa mereka orang jahat adalah sesuatu yang berlebihan. Mengabaikan atau menyangkal suatu rasa sakit tidak membuatnya hilang, hanya membuatnya tidak terlihat saja sejenak.
Penerimaan itu bukan sesuatu yang pasif dan kita membiarkan dunia menghantam kita dengan segala rasa sakitnya. Penerimaan adalah suatu perilaku yang aktif dan kita diminta merespons serta memilih apa yang perlu diterima dan apa yang tidak.
Maka, bila hidup terus berlanjut, rayakanlah hidupmu dengan orang yang masih ada. Sediakan waktu, tenaga, dan mungkin sedikit dana untuk menemui mereka. Bertukarkah cerita dengan mereka. Kamu tidak perlu menceritakan tentang kesedihanmu, Berceritalah tentang film yang baru kamu tonton. Rencanakanlah makan bersama temanmu.
Hidup akan terus berlanjut dengan atau tanpanya. Hidup terus berlanjut dan kita akan bertemu ribuan manusia lagi sambil membawa hati kosong yang mungkin bisa diisi. Hidup akan terus terlanjut dengan kekosongan tempat itu di hatimu. Bagiku, ini adalah penghargaan terbesar yang bisa kuberikan pada mereka yang sudah pergi. Apabila suatu saat nanti kita bertemu lagi di kehidupan setelah ini, aku bisa mengatakan bahwa kekosongan di hatiku itu masih ada. Karena kita tahu, hanya satu orang yang bisa memenuhi satu tempat spesifik itu.
Makna dari kepergian orang-orang yang dicintai adalah bahwa hidup itu sementara, jalanilah selagi masih ada waktu.
Depok, 26 Januari 2026, 3.17 PM
Review#51
Seorang Wanita yang Ingin Menjadi Pohon Semangka di Kehidupan Berikutnya
Penulis: dr. Andreas Kurniawan, Sp.KJ.
Goodreads rating: 4.50/5
Buku pertama dr. Andreas yang aku baca. Sebenarnya aku sudah tertarik dengan buku pertamanya “Seorang Pria yang Melalui Duka dengan Mencuci Piring” hanya saja belum sempat membacanya. Kemudian sampai buku kedua ini terbit, aku menimbang nimbang lagi, buku pertama tentang duka/kehilangan sementara buku kedua ini tentang penyesalan hidup, rasanya untuk saat ini aku lebih tertarik yang kedua. Jadilah, aku segera membaca dan membelinya.
Sejujurnya aku agak bingung menuliskan reviewnya karena sungguh lebih ke banyak sekali ilmu yang kudapat. Menuliskan review rasanya akan lebih banyak jadi tulisan tentang ilmu yang aku ambil tersebut, dan itu sulit untuk dituliskan secara singkat. Tapi, ya akan aku coba secara singkat tentang cerita dan penulisannya terlebih dahulu, baru kemudian ilmu yang kudapatkan.
Ceritanya semi-fiktif, tentang seorang wanita muda bernama Lalin dan sesi konsultasinya dengan seorang psikiater. Tiap babnya dimulai dengan cerita kehidupan Lalin, dilanjutkan jawaban dari sang psikiater pada sesi konsultasi tersebut yang tetap ditambahkan dengan penjelasan/narasi panjang tentang topik-topik berbeda yang dibahas di tiap babnya, hingga Lalin dan kita -pembaca- harapannya bisa menyerap pembahasan tersebut dan menjadi individu yang lebih baik.
Penulisan dr.Andreas juga aku suka sekali, bahasanya ringan dan topik bahasan yang berat dijelaskan dan ditulisakan dengan sangat mudah untuk dimengerti. Semakin mudah maksud tulisan untuk diserap dan menjadi bahan refleksi. Aku menduga tulisan dr. Andreas di bukunya yang lain juga serupa, yang rasanya perlu juga aku baca.
Selanjutnya aku akan menulisakan secara singkat beberapa poin penting yang aku ingat dan highlight dari buku ini:
Manusia cenderung menyatakan bahwa ia menyesal atas suatu keputusan yang diambilnya, karena dia berasumsi pilihan yang tidak diambilnya akan jauh lebih baik daripada keputusan yang diambilnya. Padahal kita tidak pernah benar-benar bisa tahu hal itu, (kehidupan tidak membuka timelinenya) jika mengambil pilihan yang kita ambil tersebut. Boleh jadi, pilihan yang tidak kita ambil itu, jika kita pilih akan jauh lebih banyak menimbulkan kesedihan buat hidup kita dan kita akan tetap menyesali keputusan pengambilan pilihan tersebut. Jadi, dengan itu penyesalahan seharunya tidak relevan lagi. Jalani dan hadapi saja hidup.
Pembaruan tidak harus dalam sesuatu yang signifikan, lebih bagus, lebih besar, lebih banyak. Perubahan kecil dalam diri menjadi lebih baik juga termasuk pembaruan.
Sering kali manusia ingin menjadi tinggi dan indah serta bisa dilihat orang banyak. Kita juga perlu menerima bahwa boleh jadi kita tidak “didesain” seperti dan untuk itu. Tidak mengapa menjadi rendah dan tidak dilihat banyak orang asalkan tetap memberikan manfaat untuk orang lain.
Hanya karena kita bisa melakukannya segala sesuatunya sendiri, bukan berarti kita harus melakukannya sendiri. Sesekali biarlah ada tangan orang lain yang menolong kita. Terkadang hal yang terbaik yang kita bisa lakukan ke diri sendiri adalah mengizinkan diri kita dibantu
Jangan jangan, kita bertanya dan meminta kepada orang lain itu bukan karena kita benar benar ingin tahu dan ingin diberikan sesuatu dari pertanyaan itu, melainkan hanya sebagai pencarian validasi atas narasi apa yang sudah kita tanamkan di kepala kita tentang orang itu.
Bahwa membandingkan diri dengan orang lain itu hal yang manusiawi, tidak apa apa, tetapi perlu batasan. Ada yang perlu untuk dibandingkan dan ada hal yang tidak perlu dibandingkan.
Cara untuk melepas pikiran yang menempel dari kepala kita adalah dengan mengubah lingkungan, baik orang dan lokasi. Kemudian, kenali label pikiran tersebut dan mengubahnya.
Bersyukur itu bukan untuk mengecilkan dan menghilangkan rasa sakit, hanya berfokus pada hal positif dan mengabaikan yang negatif. Melainkan, menerima keduanya hadir dalam hidup kita.
Secara keseluruhan aku sangat menikmati perjalanan membacaku atas buku ini. Tulisan yang mudah dibaca dengan topik bahasan yang relate sekali dan sedang aku butuhkan dalam hidupku saat ini menjadi alasan utamanya. Jelas, aku akan membaca buku buku karya dr.Andreas yang lainnya.
Depok, 16 Desember 2025, 1.50 PM
DR Andreas Noack DIBUNUH 4 HARI SELEPAS MENGHANTAR VIDEO INI 4 HARI SELEPAS MENGHANTAR VIDEO INI TENTANG BAGAIMANA NANO-PISAU GRAPHENE HIDROKSIDA MEMUSNAHKAN TUBUH Selasa, 23 November, jam 10:00 pagi, video mengenai Grafena Hidroksida telah diterbitkan. Vaksin penuh dengan graphene hydroxide Carbon Nanoscale Razor Blades yang tidak mempunyai kebolehan biodegradasi dan tidak pernah dilihat oleh alam. GHO Tidak dapat dikesan dalam piring petri kerana mereka tidak bergerak. Hanya darah yang mengalir dengan laju dapat mengubahnya menjadi senjata pemotong di dalam aliran darah. 50nm lebar x 0.1nm tebal ISTERI DR ANDREAS NOACK MELAPORKAN PEMBUNUHANNYA 4 HARI SELEPAS VIDEO TENTANG PISAU NANO GRAFEN HIDROKSIDA
Nampaknya saya salah dan Dr. Andreas Noack tidak mengalami "serangan jantung" tetapi DIBUNUH sejurus selepas membuat videonya.
ISTERI DR ANDREAS NOACK MELAPORKAN PEMBUNUHANNYA 4 HARI SELEPAS VID PADA NANO-RASORS OF GRAPHENE HYDROXIDE
Transkrip bahasa Inggeris (sari kata bahasa Inggeris pada video oleh Stefan Reich) Pada hari Sabtu, 27 Nov. 2021 [di Jerman]. Selasa, 23 Nov, 10 PAGI, video mengenai Graphene Hydroxide telah diterbitkan
Nov 29, 2021 Title and commentary Copyright Educate-Yourself.org 2021 All Rights Reserved
Breast Milk Sugar May Protect Babies Against Deadly Infection
Breast Milk Sugar May Protect Babies Against Deadly Infection
These bacteria are a common cause of meningitis in newborns and the leading cause of infection in the first three months of life in the UK and globally.
The new research, on 183 women in The Gambia and published in the journal Clinical and Translational Immunology, suggests a sugar found in some women’s breast milk protect babies against the bacteria.
Increasingly, research is suggesting these…
View On WordPress