Selamat Merekah🌻
Ada banyak hari yang kurayakan, salah satunya hari ini.
Kalau biasanya kurayakan hari menetasku sendiri, mulai tahun ini bertambah momen yang kurayakan, hari merekah bayiku. Sudah satu tahun usianya.
Hari ini, tanggal ini, satu tahun yang lalu, kami semua menunggu kehadirannya, tidak sabar ingin melihat wujudnya, wajahnya, memeluk tubuh kecilnya, dan mendengar tangisannya. Prosesnya mudah, bahkan sangat mudah jika boleh kukatakan begitu. Lalu datanglah malam-malam kurang tidur yang dikatakan orang-orang. Sebagai perempuan yang statusnya berubah hanya semalam, tentu saja aku kaget dengan hari-hariku yang baru.
Bayi kecil ini memang kecil, terasa rapuh, kulitnya terasa tipis kalau dibandingkan dengan kulitku tapi matanya bening sekali. Lebar dan cantik. Hidungnya mirip hidungku, tidak mancung, hehehe. Apalagi dahinya, lebar seperti orangtuanya. Memang betul-betul bayi kami🫶🏻
Kalau menangis, suaranya mengisi satu rumah. Kencang dan lantang.
Setelah 5 bulan hanya mengonsumsi ASI, di usia 6 bulan waktunya dia makan. Seiring dia besar, semakin berkurang pula produksi ASI-ku. Sedih tentunya, hanya bisa memberi ASI eksklusif selama 5 bulan. Yah, aku tidak akan membahas bagaimana ASI-ku bisa berkurang, cukup di kepalaku saja.
Kusambung saja dengan susu formula, pengeluaran lebih banyak lagi ditambah popok bayi.
Tidak apa, aku cinta dia.
Perkembangan dia mulai dari berguling, tengkurap, merayap, merangkak, dan akhirnya sekarang sudah melangkah walaupun masih harus dititah, kusaksikan betul-betul. Kemampuannya untuk tersenyum, mencubit, meraih dan merebut benda, membongkar mainannya, meremas makanannya, minta snacknya, ambil dotnya sendiri, mengoceh sendiri, dan banyak lagi yang membuatku takjub akan bayi kecil ini yang perlahan tumbuh menjadi anak-anak.
Aku, kami bersyukur bayi ini hadir dengan cepat. Kehamilan dan proses persalinan sangat mudah dan lancar. Tidak ada kesulitan khusus yang kami alami hingga mengantarkan bayi ini lahir.
Dia kuat, sangat kuat. Semoga kami lebih kuat lagi untuk mendampinginya.
Semoga dia lama dengan kami dan sebaliknya. Sehat selalu sayangku, bayiku, darahku.
Ini baru tahun pertama, akan ada merekah di tahun-tahun berikutnya. Aaaamin...













