Hari ini aku bertemu denganmu lagi, tapi tidak untuk saling berbincang, hanya memandangmu saja. Memandangmu dari jauh, dan mencoba menetralkan detak jantungku saat mataku menangkap seseorang lain di sampingmu.
Aku tahu perasaan ini tidak seharusnya. Jika itu tentangmu, terkadang hatiku seperti bukan milikku. Aku seperti tak memiliki kuasa atas perasaanku sendiri.
Aku dipaksa kuat oleh keadaan. Aku didesak kenyataan bahwa mungkin kamu memang tidak untuk aku perjuangkan. Sebab, sudah ada dia dalam genggaman tanganmu.
Aku selalu ingin mundur, tapi setiap kali melihatmu tersenyum ke arahku, kaki ini tak ingin beranjak kemana pun. Kepalaku seolah melupakan fakta bahwa ada seseorang yang kini memiliki peluk hangatmu.
Ternyata benar yang dikatakan mereka, bahwa mencintai sendiri sama seperti berjalan tanpa tujuan. Aku terjebak antara tak bisa pulang, atau tak ingin pulang.








