Allah sedang mengajarkan bagaimana menjaga cinta
"I'm Dorothy Gale from Kansas"
Noah Kahan
macklin celebrini has autism
RMH
EXPECTATIONS
Three Goblin Art
let's talk about Bridgerton tea, my ask is open
Game of Thrones Daily

★
we're not kids anymore.
untitled

Origami Around
Show & Tell
Mike Driver
h
NASA

Kiana Khansmith
YOU ARE THE REASON
KIROKAZE
Cosimo Galluzzi

seen from Netherlands
seen from South Africa
seen from Australia
seen from Bangladesh

seen from United States

seen from Türkiye
seen from United States

seen from Indonesia

seen from United States
seen from United States
seen from Singapore

seen from Türkiye

seen from Brazil
seen from United States

seen from Philippines

seen from United States

seen from Tunisia

seen from India
seen from Malaysia

seen from Indonesia
@firdianannisaa15
Allah sedang mengajarkan bagaimana menjaga cinta
Terima kasih Aba ❤️
Abaa.. terima kasih sudah menyambung kehidupan. Abaa.. terima kasih untuk cinta yang sudah ditumbuhkan. Abaa.. terima kasih selalu menjadi yang terkuat diantara kita. Abaa.. terima kasih selalu menjadi yang pertama berkorban untuk aku dan cinta. Abaa.. terima kasih sudah kuat menghadapi dunia luar untuk menghidupi. Abaa.. terima kasih untuk cinta karena Allah yang sudah Aba ajarkan. Abaa.. terima kasih atas sabarmu. Abaa.. terima kasih karena tidak pernah mengeluh. Abaa.. semoga Allah mencintai Abaa.. Semoga Allah memuliakanmu. Semoga Allah meridhoimu. Semoga Allah mempertemukan kita semua kelak di surgaNya. Abaa.. apa yang ada ini, hanya sedikit dari yang sudah aba berikan. Abaa.. Allah lebih mengetahui hatimu. Semoga cinta Allah selalu bersama Aba.. -Umma dan Cinta-
Aku sempat berpikir untuk mendahului. Namun itu sebuah pemikiran liar yang hanya akan terjawab oleh waktu. Mungkinkah terjadi atau tidak sama sekali. -frdns
Jadikan aku cantik dimatamu Yaa Rabbana
Memang tak seharusnya Cinta bertemu dengan Rangga, sebagaimana bunga yang tak perlu disiram lagi ketika ia sudah mulai layu
(2 Juni 2016)
when the anxiety begin.. this write just reminds me that there is nothing but Allah. :’)
==============================================================
(4 Juni 2016)
Benar atau salah, semua itu memang tergantung kepada persepsi masing-masing manusia. Sudut pandang tentang bagaimana perilaku yang baik, dan benar memang tidak pernah bisa kita paksakan. Terutama di zaman sekarang ini. Zaman tidak adanya khalifah (pemimpin umat yang satu).. Zaman dimana kita hanya mengikuti hawa nafsu kita. Zaman dimana manusia lebih menyukai hal-hal yang sifatnya duniawi dan sementara, dibandingkan dengan janji yang Allah berikan ketika kita bisa berjihad melawan hawa nafsu kita sendiri.
Manusia saat ini seringnya merasa bahwa dirinya lah yang paling benar atau bahkan merasa bahwa hanya dirinya lah yang benar. Keegoisan, menjadi hal yang sangat sulit untuk dihindari. Keegoisan membuat diri menjadi sangat individualis. Tidak peduli dengan perasaan orang lain. Tidak peduli dengan pemikiran orang lain. Yang intinya adalah manusia sangat menjadi tidak peduli dengan lingkungan sekitarnya.
Keegoisan bahkan membuat manusia menjadikan dirinya memiliki pemikiran yang liar. Pikiran-pikiran itu bebas berada di dalam dirinya. Tidak hanya pemikiran tapi juga hatinya. Hati yang sangat mudah berprasangka buruk. Hati yang mudah memiliki kecurigaan terhadap orang lain. Bahkan ketika orang tersebut berkata tentang sebuah kejujuran.
Benar adanya.. Bahwa sangat benar…. Ada kalanya kita butuh.
Ada kalanya kita butuh.. Butuh untuk waspada.
Ada kalanya kita butuh. Butuh untuk lebih berhati-hati.
Namun, semua itu bukanlah alasan untuk menjadikan diri kita mengedepankan keegoisan diri kita. Mengedepankan diri memaksakan kehendak kita, dan keinginan kita.
Berempatilah.. Tidak selamanya kita benar, pun tidak selamanya ia benar.
Kebenaran hanyalah milik Allah. Bagaimana seharusnya manusia besikap dan berperilaku? Allah sudah memberi tahu caranya. Uswatun khasanah.. Rasul adalah sebaik-baiknya teladan kita. Allah lah satu-satunya penolong dan sebaik-baiknya pelindung.
===============================
5 Juni 2016
Oiya, tulisan yang digambar itu punya teman. Saya cuma melanjutkan tulisannya saja. Terima kasih..
menjadi dewasa adalah pilihan. bagi saya, usia hanya sebagai simbol dan bukan indikator kedewasaan
me
Setiap orang memiliki caranya tersendiri dalam menuju halal. Cerita nya akan menjadi sangat unik dan berkesan bagi setiap pasangan.
Salah satu cerita yang mungkin terjadi adalah munculnya perasaan terhadap si dia yang entah sejak kapan datangnya. Entah sejak kapan ia mulai hadir untuk mengisi hati yang semula netral.
Apapun jalan yang akan kita lewati, ketetapannya tetap sama (jodoh atau bukan jodoh). Jangan biarkan jalan yang kita lalui menjadi tidak berkah. Jangan biarkan setan ikut masuk mengambil celah di dalam perjalanan menuju sebuah ikatan yang sangat sakral dan berkah tersebut.
Manusia, hanya bisa berusaha sambil menunggu datangnya kepastian dari sang maha pemberi. Seandainya memang rasa ini adalah sebuah pertanda yang Allah berikan kepada kita maka mohon pada Allah untuk dikuatkan dalam setiap jalan yang kita lewati. Biarkan Allah yang bekerja pada semua hal yang kita lalui. Libatkan Allah, agar semua menuju ke arah yang jelas. Namun, jika memang rasa ini justru hanya membuat perjalanan menjadi tidak berkah dan hanya nafsu saja yang ada di dalamnya. Mohon ampun lah pada Allah dan mintalah untuk dijauhkan darinya.
Setiap orang memiliki keinginannya masing-masing, tapi Allah tau apa yang kita butuhkan. Allah tau yang terbaik untuk kita.
Yang jelas… Hati yang kita gunakan untuk merasakan cinta terhadapnya adalah milikNya. Maka Dia lah yang paling berhak menentukan kemana hati ini seharusnya berlabuh. Sungguh, hati ini rapuh. Maka berhati-hatilah dalam menjaga hati.
Ah, menjaga hati itu memang sulit ya :’) tapi pasti bisa kok.. Bismillah semoga Allah segera berikan jawaban untuk kita semua.
SEMANGAT!!!!
kecenderungan manusia adalah seringkali merasa dirinya paling benar atau bahkan merasa hanya dirinya yang benar
me
Ga pandai desain. Ga pinter desain. Cuma punya keberanian aja sedikit, dan sedikit ide. Cuma punya keyakinan aja. Keyakinan yang ga pernah hilang sampai sekarang.
Fitrah
YaAllah, setiap hal yang terlewati adalah atas kehendakMu. YaaRabb, kumohonkan agar segala yang terjadi selalu ada campur tangan Engkau didalamnya YaaRabb.. Aku mohon kembalikan kami ke jalan yang lurus. Jalan yang Engkau ridhoi yaaRabb. Ampuni kami yang sering kali menjadi hamba yang melampaui batas.
Yang aku tahu, hatiku ini milik Allah. Maka, hanya Allah yang berhak berada di dalam hati ini
Sebab Akibat
Ketika sindiran "solatlah sebelum disolatkan" dilontarkan, ada hal yang harus kita pahami bahwa "orang yang tidak solat semasa hidupnya" maka "tidak ada hak baginya untuk disolatkan ketika ruh sudah keluar dari jasad" Naudzubillah.. Begitu berat tanggungan orang-orang yang meninggalkan solatnya :"
Allah.. Engkaulah sang Maha
Kata seorang teman yang mengutip kata seorang ustadz "...adalah gila jika ingin menyenangkan semua orang yang kita kenal". . Jadi, hal yang wajar ketika ada orang yang tidak menyukai kita sekalipun kita sudah berusaha memberikan yang terbaik untuknya. . Allah, hanya kepadamu kami berlindung dan memohon ampunan. Sungguh, Engkau yang paling mengetahui apa yang ada di dalam hati kami. Allah, Engkaulah yang maha membolak balikan hati manusia. Maka, teguhkanlah hati kami di dalam agama ini. Hanya Islam lah satu-satunya agama yang sempurna. Allah, Engkaulah yang maha mengetahui. Ridhoilah kami untuk terus menjadi hambamu yang bertaqwa dan terus siap menjalani hidup yang lurus walau penuh rintangan. Ya Allah, Engkaulah satu-satunya maha kuat, maka kuatkan lah hati kami untuk terus berpegang pada kerendahan, dan jauhkan kami dari kesombongan. YaAllah.. Kepadamu kami berserah :"
kita ini ditugaskan untuk mencari KEBENARAN bukan PEMBENARAN
Belajar, Diajar, dan Mengajar
Saya ini pembelajar, saya masih sedikit ilmu. Saya tau saya tidak layak untuk mengoreksi karena saya masih banyak sekali kekurangan. Tapi, saya lebih percaya terhadap kata-kata Rasulullah SAW. “sampaikanlah walau hanya satu ayat”. Saya percaya bahwa hukum Allah itu pasti, janji Allah itu pasti akan datang.
Saya ini manusia yang punya tugas sama dengan semua manusia yang dilahirkan ke dunia. Kita sama-sama menjadi khalifah di muka bumi. Setidak-tidaknya, jadilah pemimpin bagi diri kita sendiri. Jadilah pemimpin untuk mengendalikan hal-hal negatif dalam diri kita.
Kita ini dilahirkan untuk menyampaikan kebenaran. Kebenaran yang datangnya dari Allah dan Rasulnya, Muhammad SAW. Kelebihan yang ada pada diri saya itu sedikit, dan kekurangan yang ada jelas pasti banyak sekali. Seperti yang saya katakan saya hanya manusia biasa. Saya pembelajar. Saya butuh untuk diajar. Hasil dari belajar saya tentu harus dibagikan kepada orang lain yang tidak mengetahui. Begitu juga dengan teman-teman diluar sana, dengan kamu, dengan dia, dengan kita.
Saling mengingatkan dalam kebaikan, itu kuncinya. Sekarang kalau pertanyaannya, kebaikan yang seperti apa? Kebaikan yang kembali lagi pada kebenaran yang hakiki yaitu Al-Quran dan hadits. Jangan jadikan hasil belajar menjadi hal yang sia-sia. Apa-apa yang kita pelajari jelas untuk menjadi bahan yang disampaikan kepada orang lain agar orang lain juga belajar terhadap hal yang sudah kita pelajari. Apa-apa yang sudah kita pelajari bukan untuk kepuasan intelektual semata. Karena ilmu untuk disebar. Jangan sampai ilmu yang ada hanya untuk sebuah kebanggan bahwa kita orang yang berilmu, dan kita tidak mengaplikasikannya.
Mungkin yang ada dibenak kita, “ah nanti aku dianggap sok lagi”, “ah nanti orang bilang aku jutek ga mau bergaul”, “ah nanti orang bilang aku sombong”, atau kadang kita berpikir orang akan tersakiti hatinya karena ucapan kita?, sampai akhirnya kita tidak berani menyampaikan kebenaran yang memang terkadang pahit. Dulu.. Saya juga begitu.. Tapi, sungguh tiada pernah ada maksud dalam diri saya untuk menyakiti hati orang lain atas sebuah pengingat yang saya berikan kepada siapapun itu. Saya hanya takut.. Saya takut Allah akan murka kepada saya, dia, kamu, dan kita. Saya takut menjadi orang yang fasik, yang tau kebenaran tapi kemudian ingkar. Tidak.. Saya tidak mau menjadi orang yang seperti itu. Sehingga, yang tadinya saya takut untuk mengingatkan dalam kebaikan, sekarang insyaAllah saya sudah lebih berani, karena yang disampaikan adalah sebuah kebenaran. Karena kalau bukan kita, lantas siapa yang akan menyampaikan kebenaran tersebut?
Maka, saya belajar dan terus belajar. Mencari dan menyampaikan 'ajar’ agar kita semakin dekat dengan generasi penuh ilmu, generasi yang paham Islam. Kalau kita yang sudah sadar mengakui diri sebagai pengemban dakwah saja sudah lalai, bagaimana dengan orang-orang yang masih butuh bimbingan untuk mengikuti jalan yang lurus dan benar? Naudzubillah. Karena memang jalan yang lurus bukan berarti jalan yang mulus. #muhasabah
Wallahualam bishowab. Sesungguhnya tulisan ini hanya sebuah ungkapan atas hal yang terlintas dari pemikiran saya. Semoga Allah ridho atas semua perbuatan kita yang ingin terus menjadi lebih baik lagi. Aamiin
Penghargaan (?)
Dari kecil kita sudah diajarkan untuk menjadi pemenang, bukan? Bahkan banyak sekali yang mengatakan bahwa kita semua yang terlahir ke dunia adalah pemenang, karena bisa mengalahkan berjuta-juta ‘kawan’ lain yang berjuang untuk masuk ke rahim ibu. MasyaAllah.
Berkaitan dengan ini, ada beberapa hal yang menarik untuk ditelisik lebih dalam. Terlalu banyak fenomena mengenai penghargaan itu sendiri. Bagi saya disini yang menjadi fokus utama adalah tentang definisi penghargaan yang terbentuk. Kali ini yang terlihat adalah bagaiman sebenarnya seorang anak melihat sebuah penghargaan hanya dari benda yang terlihat, benda yang konkrit. Penghargaan seringkali diartikan sebagai sebuah pemberian yang nampak yang datangnya dari manusia. Padahal jauh dari itu, sungguh ada hal yang harus kita perhatikan lebih jauh mengenai sebuah penghargaan. Yaitu penghargaan yang datangnya dari Allah SWT. Ini lah penghargaan yang hakiki. Lalu bagaimana bentuk penghargaan dari Allah? dan bagaimana kita bisa mendapatkan penghargaan dari Allah tersebut?
Jawabannya “fastabiqul khoirot”. MasyaAllah.. berlomba-lombalah dalam kebaikan. Berlomba-lombalah untuk sebenar-benarnya melaksanakan perintah Allah dan menjauhi larangan Allah. InsyaAllah penghargaan itu akan kita raih.