Koisuru Fortune Cookie Handshake Event (Personal)
"Yang mencinta, fortune cookie, masa depan tidak akan seburuk itu, hei hei heeeeei~ hei hei heeeeeei~"
Potongan lirik lagu di atas pasti familiar banget di telinga kalian. Yak, itu adalah potongan lirik dari lagu idol grup ternama Indonesia, Dara Puspita JKT48, yang berjudul Fortune Cookie Yang Mencinta (Koisuru Fortune Cookie dalam bahasa Jepang, Fortune Cookie In Love dalam bahasa Inggris, atau Jajan Bejo Sing Duwe Tresno dalam bahasa Jawa).
Kenapa saya jadikan lirik lagu tersebut sebagai pembuka? Begini ceritanya.....
Jadi, 11 hari yang lalu, saya berkesempatan buat hadir di KFC handshake event. Ini adalah event handshake pertama saya. Katanya, seorang fans JKT48 seolah naik level kalau sudah pernah ikut event handshake. Menghadapi kenaikan level ini, saya tentu degdegan sekali. Akhirnya saya merasakan degdegan waktu mau naik level seperti murid murid les lesan Kumon.
Sebelumnya, saya sudah beli satu tiket handshake pas ikut direct selling di teater. Saya beli tiket buat handshake sama.........CLEO!
Enggak enggak, saya belinya tiket buat handshake sama Viny, hehe.
Saya pilih handshake sama Viny karena dia oshimen saya.
Handshake sama oshimen dengan satu tiket itu kalau di event handshake ibaratnya sudah jadi kebutuhan primer. Handshake sama oshimen dengan tiket lebih dari satu adalah kebutuhan sekunder dan handshake dengan member selain oshimen adalah kebutuhan tersier.
Seperti yang kita pelajari di pelajaran IPS jaman SD, kebutuhan primer harus didahulukan. Jika kebutuhan primer sudah terpenuhi dan kita masih mampu, barulah memenuhi kebutuhan sekunder dan tersier. Saya adalah fans kelas menengah, jadi saya hanya memenuhi kebutuhan primer tanpa tambahan kebutuhan sekunder dan tersier.
Satu tiket sama dengan handshake 10 detik. Mungkin di antara kalian ada yang mikir "cepet banget 10 detik". Saya pun sempet mikir gitu. Saya sampai mengonsep mau ngomong apa nanti waktu handshake selama 10 detik itu. Kalimat buat obrolan saya atur sedemikian rupa biar nantinya bisa tersampaikan secara utuh tanpa kepotong selama 10 detik itu.
Beberapa hari sebelum hari H, sebenarnya saya dapat kabar yang bikin sedih. Kabarnya, kampus saya mau mengadakan capacity building yang waktunya bertepatan dengan tanggal event handshake.
Saya sudah nggak bisa apa apa. Akhirnya saya lakukan satu satunya usaha yang saya bisa: berdoa. Saya sampai menyediakan doa khusus yang inti doanya minta dilancarkan agar saya bisa ikut event handshake. Doa minta lulus UN saya dulu kayaknya kalah kenceng kalau dibandingkan doa saya yang ini.
Tapi, usaha terakhir saya ini ternyata berbuah hasil. Kelas saya dapat jatah capacity building di gelombang 2 (minggu selanjutnya). Itu artinya saya bisa ikut event handshake! YEEEEY!
Ini adalah doa saya yang terasa paling cepat terwujudnya. Terimakasih ya Allah :'D
Hari H tiba. Waktu itu bertepatan dengan hari pahlawan. Ketika mungkin yang lainnya bangun pagi karena ada upacara, saya malah bangun pagi karena mau berangkat handshake.
Maafkan aku para mendiang pahlawan :"(
Saya berangkat dengan pakai t-shirt, jeans, Converse, sambil manggul ransel. Awalnya saya mau pakai kemeja denim (maksudnya mau mewujudkan foto editan saya di atas). Niat itu saya urungkan mengingat saya berangkat naik kendaraan umum, sedangkan suhu kota Jakarta panasnya mirip hatimu waktu liat dia dengan yang lain. Bakal keringetan banget kalau saya pakai kemeja. Keren enggak, malah mirip kuli panggul. Akhirnya saya lebih memilih tampil dengan dandanan yang biasa tapi dengan wajah yang gantengnya luar biasa.
Sampai di Epicentrum Walk (venue event handshake), saya disambut gerombolan manusia manusia -- mayoritas laki laki -- dengan kaos merah. Saya cari cari mana ibu Megawatinya, ternyata memang nggak ada. Ini bukan acara PDIP (Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan) tapi merupakan acara PDIP yang lain, yakni Partai Delusional Indonesia Peridolan.
Saya keliling keliling area sambil nunggu giliran handshake. Di venue memang nggak cuma handshake aja, tapi ada booth booth dan event pendamping lainnya. Selengkapnya tentang detil acara, nanti akan saya bahas di post selanjutnya. Tunggu ya ;)
Singkat cerita, saya masuk di sesi 7 jalur 11 buat antre handshake sama Viny.
Oh, iya. Sebelum handshake sama Viny saya juga sempet handshake sama Beby, Nat, dan Cindy Yuvia di sesi general handshake berkat tiket pemberian adik. Makasih dik 8')
Antrean handshake lumayan panjang. Ekspresi pengantrenya juga macam macam. Ada yang grogi nunduk ke bawah, ada yang grogi berkali kali gosok gosok telapak tangan, ada juga yang grogi terus berjoget dangdut ala penyanyi Thomas Grogi. (((MATAMU MENGANDUNG UMPAN UMPAN UMPAN)))
Saya biasa aja. Saya cuma nggak sabar aja, ingin segera merasakan pengalaman handshake pertama.
Anteran demi antrean, maju satu persatu, sampai akhirnya tiba giliran saya masuk bilik handshake. Waktu saya lewati tirai pembatas bilik, sudah ada Viny yang menyambut. Saya disambut dengan senyum. Saya tau sih, pasti dia senyum seperti itu ke semua orang. Sama kayak sebuah band kalau manggung di suatu kota pasti ngomong "manggung di kota ini adalah pengalaman terbaik kami. Mereka pasti ngomong gitu di setiap kota, tapi yang denger seneng seneng aja. Ya saya juga seneng seneng aja disambut senyum gitu, hehe.
Selanjutnya saya mulai salaman dan ngobrol. Obrolan lengkapnya bisa dibaca di sini.
Btw, topi shoutcap yang dibaca Viny itu awalnya mau saya kasihin sebagai gift. Tapi akhirnya nggak jadi, soalnya topinya sudah kotor, nanti aja kalau mau ngasih gift kasih yang baru, diniatin dari awal, hehe.
Obrolan selama 10 detik ternyata kerasa cukup buat saya. Semua yang mau saya omongkan tersampaikan dengan baik tanpa kepotong, malah saya sempet kehabisan bahan sebelum waktunya habis.
10 detik selesai, saya keluar dari bilik handshake dengan diberi stiker dan senyum dari Viny. Mana dia pas manis banget penampilannya, pakai dress hitam sambil rambutnya dicepol sederhana gitu. Aduh.
Begitulah event handshake pertama saya. Sangat berkesan. Kalau ada event handshake lagi, saya mau ngulang lagi. 10 detik belum pernah seberharga ini. Hehe.