Oh dear, dear, Lord.
Jules of Nature

Discoholic 🪩
trying on a metaphor

@theartofmadeline
No title available

Love Begins

roma★
No title available
Game of Thrones Daily
Monterey Bay Aquarium

izzy's playlists!
TVSTRANGERTHINGS
i don't do bad sauce passes
Show & Tell
$LAYYYTER
Misplaced Lens Cap
PUT YOUR BEARD IN MY MOUTH
h
Alisa U Zemlji Chuda
styofa doing anything
seen from United States

seen from United States

seen from Poland

seen from France

seen from France

seen from United Kingdom
seen from United States

seen from Canada

seen from United Kingdom

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from Brazil
seen from Türkiye

seen from Indonesia

seen from Malaysia

seen from United Kingdom

seen from Germany

seen from United States

seen from Türkiye
@fridayinacafe
Oh dear, dear, Lord.
Pesan-Pesan Jelang Kelahiran, Curi Dengar, serta Percakapan di Ruang Rawat Inap
"Bayangkan, suamimu baru saja pulang bekerja, lelah seharian meeting, kausambut dengan omelan sebab sama lelahnya mengurus bayi kalian sendirian, seharian."
"Percaya nalurimu, bayi itu lebih kuat dari yang kau bayangkan."
"Jangan khawatir, meski tak ada manual booknya, bayimu tak mudah 'patah'."
"Kau akan tinggal bersama bayimu di rumah sakit selama tiga hari, sendirian. Bidan hanya akan mengajari dan membantumu di malam pertama, selebihnya hanya kau sendiri. Namun jangan khawatir, instingmu sebagai seorang ibu akan membantumu."
"I can't believe we have another child."
"Kau sudah mengabari mereka? Apa yang keluargamu katakan?"
"Kau jadi mem-postingnya di Instagram?"
"Bagaimana ini, kita belum memutuskan namanya. Haruskah kita tanya pada ChatGPT?"
"Hai Little Man, sebaiknya kami panggil apa ya kamu, apakah kau punya ide?"
"Mama mau mencuci tangan sebentar, bagaimana menurutmu, Little Man?"
"Apakah barusan sendawa yang mama dengar?"
"Kalian sudah akan pulang? Cool!"
"Kalian akan lebih banyak bertengkar. But it's a fun journey."
Munich, 4 Desember 2023
Kelsi Sawitri
Perayaan Kecil
Pernah, delapan tahun yang lalu, saya merayakannya dengan travelling ke Osaka dan Kyoto. Bukan perjalanan solo, namun tak ada yang saya beritahu bahwa perjalanan itu merupakan sebuah perayaan kecil bagi saya. Tujuh tahun lalu, saya merayakannya dengan satu seloki kahlua, sepiring lumpia sayur, serta semangkuk sup krim. Sebuah tahun emas.
Setahun kemudian, tahun pertama kami bersama, ia memberi saya sepotong kue bergambar Hello Kitty. Tepat setelah saya pulang dari segelas wine dan jamuan enak di sebuah hotel. Tahun-tahun berikutnya, kami jalani tanpa perayaan berarti: memesan makanan online, menjalani pernikahan jarak jauh sambil menerbitkan buku puisi pertama, hingga kembali bersama diiringi ketidakpastian di depan mata. Untung saja tahun lalu, masih ada sepotong kue wortel, wine hangat, dan sosis kuah kari di pasar natal.
Saya baru sadari, ternyata sewaktu kecil saya memang telah lekat dengan perayaan hari jadi. Hampir selalu ada perayaan di sekolah, maupun sekadar mentraktir teman-teman dekat. Ada pula ritual yang beberapa tahun terakhir saya lakukan: menulisi diri sendiri ucapan selamat hari jadi, yang kadang berupa dokumentasi, kadang berupa refleksi.
Ada yang berbeda pada ritual tahun ini. Saya tak menulis tepat pada harinya. Juga, tahun ini kami memiliki seorang anggota keluarga baru. Anak lelaki yang manis dan pengertian. Maka, kami rayakan bertiga secara bergantian dengan sepanci Spagetti Carbonara dan seloyang kecil kue wortel.
Hadiah terbaik yang pernah ada selama 30 kali perayaan hari jadi ialah kelahirannya.
Selamat ulang tahun yang terlambat, Kelsi! Rayakanlah tahun-tahun berikutnya bersama keluarga kecilmu!
Tertanda,
dirimu sendiri.
Munich, 1 Desember 2023
Kelsi Sawitri
Barangkali menjadi dewasa sama dengan menjadi siap menerima kabar buruk bertubi-tubi di hari lahirmu dan berdamai dengannya. Bisa jadi lowongan pekerjaan yang kau idamkan tak lagi tersedia, lamaran pekerjaanmu ditolak, hingga kalahnya tim bola kesukaanmu. Semua terjadi pada hari jadimu.
Kau lalui semua tangis terisak, teriakan-teriakan, perasaan marah, dan menyalahkan semua orang. Sebab, hari yang harusnya menjadi hari paling membahagiakan, nyatanya menjadi hari yang membuat bersedih. Bahkan, tak ada kue tar krim vanila dengan lilin di atasnya yang biasanya kautiup sambil mengucapkan keinginan paling spesifik yang kaupunya.
Pada akhirnya kau tersadar, yang kau inginkan bukan perayaan dengan tiup lilin dan potong kue. Kau hanya ingin sepotong kue wortel yang kau nikmati bersama belahan hatimu, setelah lelah menangis sehari penuh.
Perayaan ulang tahunmu boleh jadi tak dimulai sempurna. Namun, ia berakhir dengan peluk cium paling manis yang membuatnya sempurna.
Selamat ulang tahun!
Tertanda,
dirimu sendiri.
München, 23 November 2022
22:32 CET
Hari ke-26 Kecemasan datang lagi hari ini, selalu baru setiap hari layaknya kasih Tuhan. Saya mau percaya bahwa selalu ada alasan atas apa pun yang terjadi. Hanya saja, kita tak punya kemampuan untuk mengetahuinya lebih dulu. Di lubuk hati saya yang terdalam, saya percaya bahwa Tuhan tidak pernah meninggalkan kita. Ia mencukupkan kita hari ini, setiap hari. Seperti yang tertulis dalam doa, "berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya." Tanpa pernah bermaksud meragukan Tuhan, kecemasan tidak pernah hilang dari perasaan saya. Cemas ini, cemas itu, mencemaskan hal ini, mencemaskan hal itu, semua hal. Benar-benar selalu ada kecemasan baru setiap hari. Dulu sewaktu masih berkantor, saya pernah berkelakar, "sepertinya hari ini kita menyelesaikan masalah kemarin, lalu membuat masalah baru untuk diselesaikan besok." Saya rasa inilah yang sedang terjadi pada kami saat ini. Hidup kami hari ini dipakai untuk meredakan cemas kemarin, sambil mendapatkan kecemasan baru untuk dapat kami redakan esok. Tidak ada lagi yang dapat saya pegang selain janji Tuhan, yang saya percaya akan memberikan kami makanan yang secukupnya pada hari ini. Dan tak lupa, besok, lusa, tulat dan hari-hari berikutnya juga akan menjadi hari ini jika saatnya tiba. *** Kami berdua menautkan tangan, dan membisikkan ke telinga satu sama lain, "jangan takut, kita punya satu sama lain." Kami lalu berdoa menurut agama dan kepercayaan masing-masing. MUC, 26 Juli 2022 Kelsi Sawitri #30DJ #30DJ5 #30dj5day26 #menyempatkanbercerita @awi_official https://www.instagram.com/p/Cgej3dRMjDv/?igshid=NGJjMDIxMWI=
Hari ke-18 Almost is enough. Sometimes it's more than enough. Hampir memiliki, hampir menang, hampir berpacaran, hampir menikah, hampir kalah, hampir putus, hampir terjatuh, hampir celaka dan hampir-hampir lainnya. Saya tidak menyalahkan Arianna Grande, jika memang baginya almost is never enough. Namun bagi saya hampir, ya sudah cukup, bahkan bisa lebih dari cukup. Kadarnya pas, perasaan yang dicukupkan, kepemilikan yang dicukupkan. Beberapa hampir malah menyelamatkan kita dari peristiwa-peristiwa yang bisa jadi berakhir tragedi jika ia benar-benar terjadi. Beberapa hampir bisa jadi juga menyelamatkan kita dari ketamakan. Kita selamat dari perubahan perilaku yang disebabkan kepemilikan penuh, perasaan memiliki seutuhnya. Hampir adalah kecukupan-kecukupan. Dan hampir bisa saja mencegah bangunnya monster yang telah lama tertidur, yang kita tidak pernah tahu ia ada dalam diri kita. Hampir adalah cukup, takaran yang pas. Sempurna. Munich, 18 Januari 2022 @30haribercerita #30haribercerita #30hbc22 #30hbc2218 https://www.instagram.com/p/CY2LePKsr_u/?utm_medium=tumblr
Hari ke-16 Akhirnya doa yang saya ucapkan pada ulang tahunmu yang lalu menjadi nyata. Kita akhirnya bisa bersama lagi, setelah dua ulang tahunmu kita lewati dengan terpisah jarak. Kata-katamu tahun lalu masih terngiang oleh saya, "At least we are together, so we can hold hand when the world ends." Kini saya tidak takut lagi jika dunia harus berakhir hari ini, sebab saya telah bersama kamu, saling bergandengan tangan apa pun yang terjadi pada dunia. Jangan salah sangka, saya bukan berharap dunia berakhir hari ini. Masih banyak hal-hal yang harus kita lalui bersama, cita-cita, serta harapan. Jalan kita masih panjang, dan saya ingin menitinya bersama kamu tanpa pernah terpisahkan lagi. Oh ya, selamat hari lahir! Terima kasih ya sudah lahir ke dunia ini dan memilih saya untuk bisa bersama kamu. Semoga tahun ini dan tahun-tahun ke depan dapat kamu lalui dengan baik, dengan saya yang selalu ada di sampingmu. Selamat ulang tahun, manusia kesayanganku. Semoga alam semesta dan hal-hal baik selalu menyertaimu. Salam sayang. Munich, 16 Januari 2022 @30haribercerita #30haribercerita #30hbc22 #30hbc2216 https://www.instagram.com/p/CYxL4_dsUzw/?utm_medium=tumblr
#30hbc22keputusan - Bersamamu adalah Keputusan Terbaik yang Pernah Saya Ambil karyakarsa.com/bianglalabiru Pagi tadi, saat demam efek vaksin saya turun, saya menyadari kamu adalah hal terbaik yang hadir dalam hidup saya. Bersama kamu adalah keputusan paling baik yang pernah saya miliki. Satu-dua kali, tak terhindarkan memang, saya mempertanyakan keputusan yang telah terjadi ini. Saya bertanya-tanya, apa jadinya jika saya tidak bersama kamu dan kamu tidak bersama saya. Hal-hal apa saya alami atau tidak alami jika kita tidak bersama-sama. Hidup pernah memukul saya habis-habisan dengan memisahkan saya dari kamu lebih dari 10 ribu kilometer. Berjauhan dari kamu dan kejadian-kejadian penyerta yang tidak saya antisipasi, bahkan melampaui batas keberterimaan saya. Berapa malam saya habiskan untuk menangis, bukan saja karena jauh dari kamu, melainkan karena kejadian-kejadian penyerta itu. Satu tahun terasa seperti menjalani kehidupan yang tidak saya inginkan, sekadar saya daftarkan pun tidak. Namun, saya tidak menyesal atas keputusan saya untuk bersama kamu. Sama sekali tidak menyesal. Kehadiran kamu adalah hal yang saya syukuri setiap pagi. Kamu adalah keputusan terbaik yang pernah saya ambil. Munich, 12 Januari 2022 @30haribercerita #30haribercerita #30hbc2212 #karsabercerita https://www.instagram.com/p/CYmt_BPsHzx/?utm_medium=tumblr
Hari ke-11 Cerita ini adalah yang paling sering saya ceritakan ulang. Cerita tentang kencan pertama kami. Cerita yang pernah saya puisikan, dikirim ke surat kabar, terbit, lalu saya ikutkan pula pada buku pertama saya yang terbit November 2021. Pada hari Minggu kuturut kamu ke kota, begitu judul puisi tentang kencan pertama kita. Hari ini bukan hari Minggu, tetapi saya turut kamu lagi ke kota. Rasanya seperti kencan pertama lagi, di tempat yang baru. Dulu, pada kencan pertama itu, kamu ajak saya memberi makan burung merpati Taman Suropati seperti yang sering kaulakukan saat masa sekolah. Sambil berkelakar, kaubertanya, "Mau memberi makan merpati seperti di Eropa itu?" Hari ini, kita ada di tanah dan situasi yang dulu kita pernah bicarakan, Eropa dan merpatinya. Saya tepuk bahumu yang berbalut jaket musim dingin itu, sambil tertawa saya bertanya, "Siapa di antara kita berdua yang pada saat itu menyangka, kamu dan saya akan menjadi kita, dan berdua kita akan sampai di tempat ini pada titik ini." Munich, 11 Januari 2022 @30haribercerita #30haribercerita #30hbc22 #30hbc2211 https://www.instagram.com/p/CYjh2ygMHFy/?utm_medium=tumblr
Hari ke-4 Setelah setahun penuh merasa dipermainkan nasib, sampai-sampai mencoba menggugat Tuhan, kemarin, saya menyadari bahwa satu tahun yang mulanya saya keluhkan adalah anugerah. Saya pernah meyakini bahwa not every cloud has a silver lining. Berulang kali mempertanyakan apa sih silver liningnya. Berulang kali pula meyakini nasib saya telah diperas habis sampai tidak ada lagi hikmah yang bisa dipetik. Ia pernah mengingatkan saya, not to take it for granted, maksudnya perihal satu tahun ini. Tentu, saya marah, saya katakan padanya, bahwa hal yang ia maksudkan bukanlah jawaban yang saya cari dan saya tak akan 'take it for granted'. Kemarin, lagi-lagi kemarin, saya sadar. Ia benar. I took it for granted. Bisa tinggal di rumah setahun penuh, tidur di kamar masa kecil saya, membaca buku-buku saya, dan yang terpenting tinggal bersama dengan keluarga masa kecil saya. Sebab nanti, ketika saya pulang nanti, saya tidak menetap lagi di sana. Munich, 5 Januari 2022 @30haribercerita #30haribercerita #30hbc22 #30hbc2204 #latepost https://www.instagram.com/p/CYWtsCEMWkN/?utm_medium=tumblr
Hari ke-8 Akhirnya saya bisa pergi ke tempat kamu berada. Saya pernah bilang padamu, wherever you go, I go. Seperti juga Jack dan Rose, you jump, I jump. Kemudian, seperti lagu Imagine Dragons beberapa bulan lalu, Follows You. Bahkan seperti lagu Naif, bila kumati kau juga mati. Saya yakin sekali, saya akan mengikuti kamu ke mana pun kamu pergi, ke mana pun nasib membawamu, bagaimana pun ceritamu. Kita sepertinya merupakan pasangan interdependen. Entah saling kebergantungan ini menjadi berkat atau penghambat. Saya rasa berkat, supaya kita selalu bersama dan tidak bisa dipisahkan. Satu tahun lebih dua bulan lalu, kamu berangkat duluan, ke tempat di mana kita berada sekarang. Kita dulu berpikir, kita hanya akan terpisah tiga hingga lima bulan. Sayang, kenyataan memisahkan kita jauh lebih lama. Saya pernah berkelakar, tidak apa saya tunggu lebih lama, yang penting izin yang saya ajukan untuk bisa bersama kamu tidak ditolak. Benar saja, satu tahun kemudian saya akhirnya mendapatkan izin tinggal. Tidak apa, derita satu tahun kemarin sudah terbayarkan detik pertama saya bertemu kamu. Akhirnya saya bisa berada di mana kamu berada. Munich, 8 Januari 2022 @30haribercerita #30haribercerita #30hbc22tempat #30hbc2208 https://www.instagram.com/p/CYeW7hsMSUL/?utm_medium=tumblr