Saya sudah berusaha sekuat yg saya bisa. Tapi jika memang itu belum cukup, maka saya akan berhenti. Saya bukan menyerah. Saya hanya tau diri.
noise dept.

Product Placement
Misplaced Lens Cap
occasionally subtle

izzy's playlists!

if i look back, i am lost
untitled
KIROKAZE
"I'm Dorothy Gale from Kansas"

oozey mess

@theartofmadeline
macklin celebrini has autism
Sweet Seals For You, Always

tannertan36
taylor price
The Bowery Presents

blake kathryn
𓃗
official daine visual archive
Aqua Utopia|海の底で記憶を紡ぐ
seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from Japan
seen from Türkiye

seen from United States
seen from Türkiye
seen from United Kingdom

seen from Türkiye

seen from T1
seen from United States

seen from Italy
seen from Singapore

seen from United States
seen from United States
seen from Brazil
seen from Japan

seen from United States
seen from United Kingdom

seen from United States
@frostizen
Saya sudah berusaha sekuat yg saya bisa. Tapi jika memang itu belum cukup, maka saya akan berhenti. Saya bukan menyerah. Saya hanya tau diri.
Your Silent Treatment Is Killing Me
Silent treatment itu cuma 'bagus' untuk cooling down, tapi gak akan menyelesaikan apapun. Kalau ada masalah ya diobrolin. Bilang aja kalau gak suka, kecewa, atau marah. Orang yang kamu diemin itu bukan cenayang.
Silent treatment itu gak kayak diemnya orang yang mau nenangin diri. Diam itu gak akan jadi bahaya selama diamnya kamu itu untuk menenangkan dan menyiapkan diri untuk membuka obrolan yang sehat dan setara setelah kamu tenang.
Diam itu jadi masalah—toksik, ketika kamu diam untuk mengontrol dan menunjukkan bahwa kamu punya kuasa dan kekuatan yang lebih besar dalam sebuah hubungan. Di sini diammu tidak menyelesaikan masalah, melainkan hanya akan memanipulasi orang yang kamu diamkan untuk merasa bersalah. That's it. In the end, orang yang kamu diamkan itu akan bingung, frustasi, merasa tidak dihargai dan tidak dicintai. Silent treatment is abussive. Inilah mengapa silent treatment justru hanya akan memudarkan ikatan-ikatan emosional.
Komunikasi adalah kunci. Komunikasi dengan kata-kata ya, bukan komunikasi dengan sandi morse. Maka dari itu, bila ada masalah dengan siapapun, silakan diam untuk menenangkan diri, tapi jangan lari dari masalah.
Siapkan dirimu untuk mendengarkan dan bicara. Setelah kamu tenang, jangan pendam dan bersikap seakan semuanya baik-baik saja.
Jangan ragu untuk bilang, “Hei, we need a talk.”
—@taufikaulia
Selalu ingat bahwa yang terjadi padamu hari ini, kemarin dan esok hari adalah catatan terbaik yang sudah Allah tulis.
28 Januari 2024
Kalau soal berjuang sih saya juga mampu. Yang jadi masalah adalah, bukan saya yang kamu mau.
Memutar memori tabu tentang ketika seseorang mengistirahatkan kepalanya di pundakmu:
Kau tetiba menemukan dirimu sunyi hingga nafasmu buat pelan. Kau tak ingin menganggu apapun, kau tak ingin buat gerak sedikitpun. Biar dirinya mengindahkan rehat, kadang lelah sungkan tawar-menawar tempat.
Memori itu tak pernah lepas dari kepalaku. Sebab baru kusadari betapa begitu ada banyak kasih tersirat yang kau sampaikan lewat gestur diam itu.
Arief Aumar | loveinsilence
Sebelumnya tidak pernah menyangka bahwa aku akan merasa sendiri di tengah keramaian.
Sama seperti aku yang tidak pernah memprediksi bahwa kamu yang dulu terlihat sangat menginginkanku akan menjadi sosok yang paling menghancurkan hatiku.
Yang akhirnya kupelajari dari semua malam tanpa tidur itu adalah: perkiraanku salah pada seseorang yang menurutku terbaik. Pada akhirnya kita semua akan salah tentang semua hal yang awalnya terasa paling benar.
Andira Wu
7 Juli 2023
Sebelumnya tidak pernah menyangka bahwa aku akan merasa sendiri di tengah keramaian.
Sama seperti aku yang tidak pernah memprediksi bahwa kamu yang dulu terlihat sangat menginginkanku akan menjadi sosok yang paling menghancurkan hatiku.
Yang akhirnya kupelajari dari semua malam tanpa tidur itu adalah: perkiraanku salah pada seseorang yang menurutku terbaik. Pada akhirnya kita semua akan salah tentang semua hal yang awalnya terasa paling benar.
Andira Wu
7 Juli 2023
“Boleh pinjam hatimu sebentar? Aku mau belajar darimu bagaimana caranya mematikan perasaan dengan waktu yang secepat itu.”
—
“Ah bodoh sekali. Aku baru sadar, kalau selama ini tempat yang kau berikan untuknya itu, dari awal memang tak pernah untukku. Tak peduli telah selama apa aku menunggu.”
—
“Kuharap kelak ada satu hari di mana kita bisa bertemu lagi. Sebagai dua orang yang sudah saling memaafkan. Sudah saling berdamai. Lalu saling basa basi menanyakan kabar. Membicarakan apa yang tak sempat dulu kita bahas. Lalu kembali pulang ke kehidupan masing-masing.”
—
Kuharap begitu
Pernah mengalami kalau rasa cintamu sudah terkuras habis di satu orang? Sehingga ketika orang itu pergi, kamu seperti cangkang kosong. Membuat semua yang datang jadi tak terasa menarik lagi. Seperti ada yang masih mengganjal. Bopen di dalam hati yang tak pernah sembuh tak peduli sudah berapa kali orang lain datang menyambangi dan berusaha menutupi.
Menjadi parut yang menyimpan sejuta kenangan tentang sebuah cerita bahagia yang terpaksa kita relakan untuk berakhir karena sesuatu yang sampai sekarang tak pernah bisa aku ceritakan.
Pengen rasanya memeluk diri sendiri dan sekalian bilang begini :
Sudah nggak kehitung ya berapa kali kamu hampir menyerah, sudah berapa kali juga hampir tumbang, meski kelihatannya kamu terlihat lemah, tapi hingga sekarang tetap saja memutuskan bertahan. Banyak orang-orang di hidup ini yang bikin kamu goyah, tapi hingga sekarang kamu masih berdiri sendiri dengan gagah. Terima kasih sudah sekuat itu hingga detik ini, meski nggak ada jaminan lusa akan bagaimana, tapi hingga hari ini, kamu sudah luar biasa. Teruslah hidup dengan bersikap sederhana, tapi jangan berhenti berusaha dan melangitkan doa.
"Ketakutan dan kekhawatiranmu hanya butuh ditenangkan. Memeluknya, lalu menghadapinya. Pasrahkan pada pemilik hidupmu, karna rencana-Nya pasti yang terbaik. Semoga apa yang kita inginkan terwujud dalam bentuk yang kita butuhkan."
“Tidak ada yang lebih buruk dari sebuah perpisahan yang masih menyisakan tanda tanya. Ketika kamu sedang cinta-cintanya lalu ditinggalkan begitu saja tanpa diberi kesempatan atau penjelasan tentang apa yang salah dan kenapa semua itu tidak bisa diperbaiki lagi.”
—
“Sebenarnya aku sudah tahu dari awal pertemuan kita kalau kita memang tidak akan selamanya bersama. Apa boleh buat, aku hanya pelarian untukmu. Hanya sebagai pengganti dirinya. Sedangkan untukku, kamu adalah segalanya. Tidak ada gantinya.”
—
A. W.
12 April 2017.
“Menyesalkah? Setelah mengetahui bahwa denganku hanya bisa berujung seperti ini?”
— Did you regret not choosing the other path?
Usainya begitu cepat seakan aku tidak cukup untuk menjadi alasanmu bertahan.
Gave up on me like I was a bad drug. // Andira Wu