...in my opinion
Menurut gue, ada banyak banget manusia yang hidup dimuka bumi ini. Mereka punya latar belakang dan sifat yang mungkin bisa saja sama. Tapi, sesama apa pun itu, pasti tetap akan ada perbedaannya. Ga bakalan mereka sama semua. Katakanlah satu komunitas pecinta Boyband, belum tentu mereka suka dengan member yang sama. Pun kalo suka, pasti there is something about the members that they love the most.
Menurut gue lagi nih, ga akan ada anak yang ingin ‘dibandingkan’ dengan saudaranya sendiri. Setiap anak pasti memiliki keunikannya masing-masing. Menyamakan kasih sayang dari satu anak ke anak lain (menurut gue) itu boleh dan wajib bahkan. Tapi, kalau menyamakan kesuksesan seorang anak, ga akan ada abisnya. Apalagi pandangan sukses pastinya akan sangat berbeda, tergantung point of view dari anak tersebut.
Ada yang menurut mereka sukses adalah karir yang cemerlang diusia muda, anak lain mungkin berkata memiliki rumah adalah kesuksesannya. Muda dan bergelar doktor mungkin dapat dikatakan sukses. Menikah muda dan langsung memiliki anak, kesuksesan lainnya bagi anak lain. Kita ga bisa menyamaratakan atau mematok apa itu sukses bagi seseorang. Suksesnya gue belum tentu suksesnya lo.
Menurut gue, hidup bukan sebuah perlombaan. Hal itu yang sampe sekarang tertanam dibenak gue. Tapi, there is always a moment that make me think, “anjir, si itu aja udah punya ‘ini’ diusia muda, kenapa gue engga bisa sih?”. Tetap ada faktor lain yang membuat gue berpikiran seperti itu. Kebanyakan toxic society.
***
“It’s okay to not be okay”.
Gue selalu berusaha ga mau merepotkan orang lain. Apalagi untuk deep talk, gue merasa kalo gue ngomongin suatu hal yang berat dan menyangkut diri gue ke orang lain, sama dengan membani pikiran mereka secara ga langsung.
Seorang temen gue bilang, “lo itu kadang terlalu pinter nutupin diri lo”. Gue ga sangka sehebat itu sih. Apakah gue harus dapet Oscar? The best actor of the year? Or lifetime achievement award? (ga sih)
Terkadang gue berpikir, harus seberapa jauh sih gue ngertiin orang lain? Harus sampai kapan? Ga boleh gantian, mereka yang ngertiin gue?
“It’s only a matter of time, Gi”, ini mungkin jawabannya.
***
Do you guys ever think about your death?
Gue baru aja kepikiran untuk bikin surat wasiat yang isinya pesan terakhir dan pin atm.
“Eh, anjir! Ngapain pin atm???”, pasti lo pada nanya gitu kan. Just in case gue mati cepet, sisa uang di rekening gue buat biaya pemakamannya. Bahkan gue sempet browsing berapa sih biaya pemakan di dekat tempat tinggal gue saat ini. HA HA HA HA!!!
“Yesterday is history. Tomorrow is mystery. Today is a gift.” – Kung Fu Panda
- ganaggi












