Kemewahan Dari Rasa Familiar
Kemarin malam aku bergegas menuju ke rumah. Naik ojek, KRL Commuter Line, lanjut ojek lagi. Total tiga jam lebih hingga aku sampai ke rumah. Aku datang jauh-jauh dari Tangerang sampai Bekasi karena kupikir tidak ada yang menjaga adikku keesokan harinya. Diam-diam aku senang, karena aku memiliki alasan untuk izin pulang terlebih dahulu. Terutama karena tujuan pulangnya bukan kost.
Tapi, kenapa Aku merasa begitu senang? Apa yang membuat weekend di rumah terasa lebih menyenangkan untuk aku yang menyukai segala kedamaian hidup sendiri?
Baru saja aku menyelesaikan drama Be Melodramatic episode 7. Salah seorang tokoh di drama ini menyinggung tentang suara favoritnya. Ya, dia mengaku mendengar suara favoritnya sepanjang hari. Mulai dari suara dari tubuhnya sendiri yang bangun siang di hari libur, suara mesin cuci, sampai suara orang yang menarik hatinya saat mengajaknya untuk makan bersama di luar. Ah, betapa adegan itu terasa indah dan menyenangkan bagiku.
Menyenangkan karena aku bisa merasakan setiap kebahagiaan yang dirasakannya. Aku pun jadi teringat akan tekstur lembut sprei dan sofa bila kuraba setelah bangun tidur. Rasanya jauh lebih lembut dan begitu pas bersentuhan dengan kulitku. Begitu juga dengan wangi dan kentalnya ramen yang dibuat di rumah. Mengusap-usap bulu anjingku yang sudah lama tidak mandi, memakai daster yang sama seharian, mondar-mandir tanpa benar-benar melakukan apa yang sudah kurencanakan. Semuanya terasa familiar dan itu melegakan.
Percakapan yang baru kulakukan engan kedua sahabatku via Whatsapp lalu menyadarkanku. Betapa lelahnya aku setiap hari. Bukan untuk membuat perbandingan, namun memang jelas bahwa secara fisik dan mental pekerjaanku menuntut begitu banyak energi. Tugasnya pun cenderung dinamis. Hari ini aku menulis Editorial Plan, besok membuat video dengan client, besoknya lagi membuat automasi digital marketing. Begitu banyak hal baru yang mau tidak mau aku pelajari dan terapkan setiap harinya.
Di saat seperti inilah hal-hal yang familiar terasa begitu berharga. Meskipun, perubahan tetap ada. Mama kini tidak memasak sesering dulu, misalnya. Bahkan kadang tidak memasak seharian. Namun berada di rumah tetap membuatku merasa mengenal dan dikenal. Tempat dimana aku tidak perlu berlari dan bisa duduk diam.
Bekasi, 8 September 2019 (lewat beberapa jam)