Kau tahu perihal rindu yang perlahan meneriaki dada? Terus memintaku untuk mencarimu, sekedar mendengar kabarmu saja rasanya tak cukup. Kuingin temu yang redakan rindu, kuingin dekap yang tenangkan harap.
Monterey Bay Aquarium
🪼
will byers stan first human second

Andulka
Cosmic Funnies

Love Begins
AnasAbdin
we're not kids anymore.

titsay
Stranger Things
Lint Roller? I Barely Know Her
Today's Document

Kaledo Art
Claire Keane
almost home
he wasn't even looking at me and he found me
I'd rather be in outer space 🛸
Aqua Utopia|海の底で記憶を紡ぐ

PR's Tumblrdome

No title available
seen from United States

seen from Brazil
seen from Mexico

seen from United States

seen from United Kingdom
seen from United States
seen from United States

seen from Germany
seen from China
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from Germany
seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from Türkiye
seen from Germany
seen from Türkiye
seen from United States
@gending
Kau tahu perihal rindu yang perlahan meneriaki dada? Terus memintaku untuk mencarimu, sekedar mendengar kabarmu saja rasanya tak cukup. Kuingin temu yang redakan rindu, kuingin dekap yang tenangkan harap.
Lalu, ia menengadah menatap langit di sore itu. Ketika warna jingga muncul dan helai rambutnya lembut ditiup angin. Begitu indah, dua warna menyapu cakrawala, ia sudah tahu pasti kemana hatinya harus berpulang.
Terlihat pintar bukan sebuah pilihan, itu hanya tempat untuk diri bersembunyi dari kesejatian
Ada yang lebih baik dari sekedar mengerti dan memahami situasi, adalah pilihan atas sikap dan tuturmu saat itu
Aku ingin kamu, sesederhana aku ingin melihat senja di bibir pantai. Merasakan perubahan suhu dan warna di batas lazuardi dengan takzim. Membiarkan pikiranku berkelana semaunya, mengembara ke masa lalu dan sedikit mencicipi masa depan. Berbisik pada semesta tentang harapan-harapan baru, yang mungkin baru bisa kugenggam saat langkah berada di tempat lain.
Ah, aku hanya ingin kamu. Tidak karena lebihmu, tidak juga karena kurangmu. Satu dirimu saja sudah cukup melebihi apa yang ada dalam anganku. Yuk, kita berjalan, kita nikahi senja itu dan duduklah bersamaku, kita tertawai hidup yang telah membuatmu ada dalam semestaku.
Melepaskan tak pernah segampang itu, meski dengan melepaskan segalanya akan menjadi lebih mudah.
Aku memang tidak pernah tahu kedalaman batinmu, seringkali aku hanya menebaknya begitu saja. Mungkin saat kurasa tepat, sebenarnya karena kau yang sedang memberiku kesempatan. Untuk itu, aku berterimakasih pada hati baikmu yang sudah berusaha menerima kurangku dalam memahamimu.
Kau jangan lupa, langkahmu yang cepat itu bermula dari jingkat kecil yang dijaga oleh kedua tangan yang sigap menangkapmu saat hendak terjatuh. Maka tak ada alasan untuk kau jatuhkan harga diri oranglain yang baru saja memulai usahanya untuk berdiri sendiri.
Usai jeda ini, sayangku, bersabarlah. Semua akan kembali pada dirimu lagi, meski terkadang dalam wujud yang berbeda. Namun kupastikan, senyum dan rona itu akan segera terbit diwajahmu, aku janji.
Ketika kamu dan sapamu hadir dalam sebaris kata. Aku selalu teringat pada jenaka-mu yang membisik di hariku dahulu, kala hatiku sedang tak menentu.
Kurasa kamu gak pernah tahu rasanya ingin teriak tapi gak ada suara yang bisa keluar. Menyakitkan. Dan yang kulihat hanya siluetmu yang semakin memudar.
Ntah harus berapa kali lagi kujejali pikiranmu itu dengan larik-larik senja agar kau percaya aku tetap di sini untuk merayakan kepulanganmu. Sebab yang kutahu, rindumu akan selalu berpulang pada sukmaku.
Selalu ada namamu di bilik kesunyian, menggoda aku untuk berteriak memanggilmu. Kemudian, bayang-bayang itu mendekapku, membuat kenangan mengalir deras di kepala. Ah, entah sampai kapan? Tapi sudahlah, aku masih bisa bertahan menyimpanmu dalam ingatan, yang terdalam.
Diujung lelahku malam ini, ada do'a untukmu. Agar kau selalu yakin pada langkah awalmu dan selalu tenang diakhir hentimu. Dan jika kau sempat, tengoklah warna yang berubah di cakrawala itu, kau pasti setuju pada segala yang tak pernah sama. Perubahan bukan sesuatu yang perlu kau resahkan, berilah ruang itu sedikit saja untuk mempermudah jalanmu.
Aku - kamu bisa jadi sama-sama benar, hanya sudut pandang kita saja yang membuat kita merasa berada di kubu yang berbeda. Mari bertukar tempat, sayang. Kita sejajarkan maknanya.
Dingin udara, membelai langit gulita. Aku masih terjaga dan berjarak di dua dini hari. Kamu, mungkin sudah terbawa lelapmu. Berselimut mimpi, dalam buaian seorang puan. Esokmu tak perlu lagi kelabu, berjalanlah dengan seribu yakin. Kita akan tetap menjadi cerita dan kamu cuma perlu bahagia.
Ah, kamu mungkin lupa dengan perasaanku. Tapi tak apa, aku sudah tahu ada banyak hal diluar kendaliku dan aku hanya bisa mengendalikan rasaku. Kuharap kamu juga begitu dan kita tak perlu saling membenci apalagi menyakiti.