Untuk Diingat Anakku
Aku membayangkan percakapan yang mungkin terjadi antara aku dan kamu yang berusia remaja.. Suatu hari, ada temanmu yang tidak menyukaimu tanpa alasan, dan itu kamu pikirkan hingga di rumah.. Aku menyadari ekspresi wajahmu berbeda, aku bertanya-tanya "kenapa kamu melamun?" Kamu menolak bercerita.. Dengan santai aku hanya akan bertanya, "mau cerita sekarang atau nanti?" Setelah terlihat menimbang-nimbang, kamu berkata, "bagaimana caranya agar semua orang menyukai kita?" Aku terdiam sebentar lalu menjawab, "tidak mungkin.." Dari sudut mataku, aku melihat kamu berekspresi bingung.. Menguatkan pernyataanku, aku jelaskan, "semua hal yang ada di dunia ini punya batas..begitu juga manusia.." Aku meminta kamu, "coba genggam semua permen di toples, apakah bisa?" Kamu akan jawab, "tidak bisa, tetapi kalau di toples bisa aku tampung semua.." Kemudian aku minta kamu, "coba genggam tanah di pot.." Kamu akan jawab yang sama, "jika di tangan tidak bisa, tetapi di pot aku bisa.." "Jika seluruh tanah di rumah ini, apa bisa kamu menampungnya?" Karena kamu mungkin mewarisi sifat tidak mau kalah-ku..kamu tetap keukeuh ya, "ya berarti aku harus punya box atau tempat yang sangat sangat sangat besar agar bisa menampungnya..tetapi pasti bisa ditampung..lalu apa poinnya?" Sembari tersenyum, aku bilang, "oke kamu bisa menampungnya..tetapi saat aku minta kamu mengangkatnya, apakah kamu bisa?" Kamu terdiam karena akhirnya sadar maksudku.. Aku coba menjelaskan maksudnya agar lebih jelas maknanya, "Semua punya batas, begitu juga kamu..anggap tanah itu adalah semua orang yang kamu temui dalam hidupmu..box yang kamu punya untuk menampungnya adalah semua kelebihanmu atau apapun yang kamu punya untuk menarik mereka atau membuat mereka tertarik padamu..tetapi pada akhirnya nanti kamu akan merasakan bahwa apakah kamu bisa mengangkatnya?dan menjadikan semua itu milikmu? kenyataannya..tidak bisa..karena itu tidak perlu kamu bersusah payah membuat semua orang menyukaimu..yang terpenting adalah, bagaimana menjaga yang ada sesuai kemampuanmu atau bahkan sesuai jumlah genggamanmu..Untuk yang satu itu, hanya kamu yang tahu dan mampu mengukur sampai dimana batasmu.."












