Pengalaman itu guru terbaik. Semakin bertambah usia, makin bertambah pula pengalamannya, sehingga dia banyak mendapatkan pelajaran hidup, semakin matang, dan semakin bijak.
Selama ini itu yang kita kira. Tapi sayangnya nggak begitu.
Nggak semua orang belajar dari pengalaman. Nggak semua orang makin bijak seiring bertambahnya pengalaman.
Ada orang yang semakin nambah usia dan pengalamannya, malah semakin tinggi egonya. Mengalami banyak kejadian, tapi cuma lewat dan nggak belajar. Kemudian menegaskan di depan orang bahwa dirinya lebih banyak pengalaman agar dipandang lebih tahu (bahkan paling tahu).
Ada juga yang semakin nambah usia dan pengalamannya, jadi semakin bijak. Dia belajar dari kejadian yang dialami, dan belajar dari pengalaman orang lain. Tapi sayangnya dia lebih suka diam, nggak show up. Karena dia mau memperhatikan, dan itulah cara dia belajar dari pengalaman orang lain.
Kita ini belajar dari guru terbaik kalau belajar dari pengalaman. Tanpa belajar darinya, kita seperti membiarkan guru terbaik numpang lewat.
Itulah kenapa ada orang tua yang egonya makin tinggi dan kekanakan, padahal sekolahnya dan kedudukannya tinggi. Ada juga orang yang nggak tua-tua amat tapi seolah-olah banyak pengalamannya.












