2025 - Moments Worth Cherishing
Nonton dan ngobrol di kampus. Setelah sekian kali ajakan, akhirnya mengiyakan untuk nonton bareng. Bukan perihal nontonnya, tapi sebenernya mau memastikan perasaanku padanya. Beres nonton, dia tau-tau ngusulin mau ke kampusku. Dan aku setuju. More than 2 hours trip, tapi seneng banget akhirnya bisa duduk-duduk di gazebo perpus kampus setelah sekian lama. We talked a lot about our each struggling in life. Rasanya hangat bisa memperkenalkan langsung kampus as a chapter of my life to him.
Dijemput di stasiun. Udah nolak karena ga mau ngerepotin. But he still came and waited for me in arrival gate. He was the first who do me in this way. I was touched, felt special of coarse.
Dia mendadak ada kerjaan ke luar kota. Awalnya mikir kalau pindah tugas dan langsung shocked. Baru menyadari perasaanku sepenuhnya dan langsung kehilangan tuh bukan perpaduan yang menyenangkan. Dia menjelaskan kalau itu tugas sementara dan nanti akan balik. Aku jadi lega. Sekaligus menyadari bahwa kehilangan dia, aku tidak mampu. Then I knew, he has already have my heart.
Dapet kado ulang tahun. Udah terkesan karena dia ngirimin tulisan di hari ulang tahunku. Beneran terharu pas buka kado dan isinya buku. Damn, he cared about me so much.
Dia pulang kampung dan pindah tugas. Aku ga ingin menyesali apapun, jadi aku melakukan semua yang bisa ku lakukan. Menikmati setiap momen dan ngasih hadiah karena aku ga tau apakah ada kesempatan buat ngerayain hari lahirnya. We had a lot of moments before he went home. Meski sedih karena mungkin akan sulit ketemu dia, dan ga menutup kemungkinan juga jarak akan bikin relasi ini merenggang, tapi ngabisin waktu dengan makan bareng, hang out bareng, juga shopping bareng ternyata seru. Aku juga seneng bisa nganter lagi ke stasiun.
Dia menyempatkan ketemu sebelum pindah tugas. Momen yang sulit dipercaya sebetulnya. Tapi aku menyadari bahwa perasaan ini ga bisa dibiarin begitu aja ketika aku beneran melihat dia di hadapanku. Terima kasih. Aku merasa punya kesempatan buat menyampaikan perasaanku dengan lebih baik.
Dia tetap meluangkan waktu buat phone convo di antara pekerjaan dan perbedaan waktu. I didn't expect he could say yes everytime I had a time for calling. Dari menyesuaikan waktu sampai kemudian jadi rutinitas. Terima kasih. Aku merasa dikasih ruang buat tetap dekat.
Dia meluangkan waktu buat ketemu. Bisa jemput di bandara dan stasiun, ke CFD bareng, juga talked a hard things. Terima kasih. Aku merasa aman karena punya waktu bareng dan ga segan buat membicarakan perasaanku.
Dia meluangkan waktu lagi buat ketemu. Bisa jemput dia lagi. Menyenangkan ngeliat dia ngurusin sepeda. It felt like seeing another version of him. Diajakin badminton, terus ke lokasi CFD lainnya. Olahraga bareng dia selalu jadi momen seru. Terima kasih. Aku jadi punya momen baru yang menyenangkan.
Dia marah karena aku bilang mau ketemu seseorang. It was my bad. Dan aku jadi menyadari bahwa dia benar-benar seberharga itu karena aku ikut patah melihat dia sedih. I'm sorry.
Terima kasih sudah peduli segitunya ke aku. I felt to be loved.
Ketemu lagi. Yeay. Pergi ke mangrove. Memilih tempat, ngabisin waktu sama seseorang yang ku inginkan, dan dia juga menikmati ternyata bikin aku seneng banget. Terima kasih. Aku ngerasa dikasih ruang buat bersuara.
Beberapa hari kemudian ketemu lagi tapi dia lagi ga enak badan. I was sad seeing him. Tapi jadi ngerasa melihat sisi lainnya, dan aku jadi menyadari bahwa aku ingin ngejagain dia. Terima kasih. Aku dikasih ruang buat menyampaikan kepedulianku.
Terima kasih sudah jadi bagian berharga dari hidupku. I'm glad you're here.
Aku tau ga semuanya mudah, tapi kamu tetap bersedia buat hadir. Terima kasih. Terima kasih karena bikin aku jadi lebih baik. Terima kasih karena berbaik hati padaku.
Semoga kebaikan senantiasa menyertai langkahmu.