Seorang sahabat bertanya kepadaku
Apa itu kesempurnaan kawan?
Dengan masih menggenggam jemari lembut pribadi pencintaku, kulontarkan jawaban
Tidak ada kawan, engkau mengetahui siapa yang maha sempurna
Tapi, tidak bisakah kau jelaskan padaku tentang kesempurnaan yang dimaksud orang terkasihku?
Sepertinya dia hanya ingin engkau mengetahui, tentang gunung dan langit
Yang kau cinta menawarkan sebuah uluran untuk mencapai sebuah keseimbangan
Apa maksudmu? Tidakkah engkau melihat dia memaksaku untuk menjadi sempurna?
Bukan memaksa, saudaraku. Tapi dia mengajak dirimu menjadi lebih baik
Buka matamu kawan, dia tidak bisa menerima apa adanya apa-apa yang ada di diriku
Benarkah kau merasa demikian? Apa benar kau seorang pencinta yanag merasa pantas berkeseimbangan dengannya?
Apa kau benar-benar sahabatku? kenapa seolah menyalahkan diriku?
Karena jemari lembut yang kugenggam ini telah menjelaskan padaku tentang apa yang kau pertanyakan
Orang di sampingku ini yang mengajakku menjadi sempurna baginya
Apakah dia juga memaksamu menjadi sempurna?
Tidak kawan, aku yang ingin menjadi sempurna untuknya
Artinya engkau pelayannya?
Tidak, karena kami adalah gunung dan langit
Aku tidak memahami apa yang kau katakan tentang gunung dan langit
Coba kau bayangkan bagaimana langit akan runtuh tanpa gunung sebagai tiang-tiangnya
Lalu apa yang terjadi dengan gunung-gunung?
Tanpa langit, dia tidak bermakna apa-apa, taukah kau rasanya kekosongan seperti itu?
Dan apakah menurut orang terkasihmu ini, engkau sempurna?
Sadar ataupun tidak saudaraku, dia sudah melihat kesempurnaanku pada saat dia melihat ketidaksempurnaanku
Kesempurnaan tidak akan ada tanpa adanya ketidaksempurnaan, dan kesempurnaan yang akan kucapai adalah ketidaksempurnaan yang kumiliki, sehingga dia dapat memasuki hidupku dan menjadikanku sempurna.
Engkau tidak bisa menjadi sempurna dengan hanya dirimu sendiri, dia pasti menyadari itu. dia ingin menjadi penyempurna apa yang kurang dari dirimu, dengan jalannya tersendiri untuk menyempurnakannya.
Bukalah hati dan pikiranmu kawan, tidak ada yang akan dirugikan dalam hal ini. Satu-satunya yang akan rugi adalah dirimu jika kau lewatkan dirinya untuk menyempurnakan hidupmu.
Jangan pernah berpikiran buruk tentang orang terkasihmu itu, dia adalah keindahan yang pasti bisa membuatmu bahagia. Jaga dirinya kawan, jadilah langit saat dia menjadi gunung, dan juga jadilah gunung baginya saat dia menjadi langit.
Engkau mengasihinya kawan, kau tahu itu.buat dia merasa nyaman dengan adanya dirimu, buat dia menjadi sempurna dengan adanya dirimu. Dia akan menutupi kekuranganmu, dan kau pun akan menutupi kekurangannya.
Terus muliakan orang terkasihmu itu, karena ia telah begitu peduli untuk datang padamu bahkan di saat kau merasa tak pantas dan hanya mampu melihat keelokannya.
Baiklah kawanku, terima kasih engkau jelaskan padaku apa yang dia pikirkan. Aku akan datang dan memberi senyum padanya, aku akan menjadi orang yang sempurna baginya agar aku bisa menggenggam jemari orang terkasihku layaknya kalian. Aku akan membuat dia bahagia kawan, semoga dia tidak pergi saat ini.
Orang terkasihmu takkan pergi, karena dia telah datang dan memilihmu untuk ditemani olehnya. Percayalah dia mencintaimu dan buang semua hal buruk yang kau pikirkan tentangnya. Engkau layak saudaraku, dan dia layak saat merasa kau layak baginya.
Bahagialah kalian, jaga dia layaknya aku menjaga orang terkasihku...
Setelah kawanku meninggalkan kami, aku hanya menatap mata orang terkasihku, dan dia pun mengangguk.
Seolah berkata bahwa dia mengerti apa yang kusiratkan dari tatapan mataku.