Aku benar-benar membenci hal-hal semacam ini. Sungguh
let's talk about Bridgerton tea, my ask is open
No title available

izzy's playlists!
Keni
The Bowery Presents

titsay
2025 on Tumblr: Trends That Defined the Year
Cookie Run:Kingdom Official!
Doug Jones
🪼
No title available
Jules of Nature
Sweet Seals For You, Always
todays bird
Xuebing Du
official daine visual archive

@theartofmadeline
No title available
Cosmic Funnies

No title available

seen from Malaysia
seen from Congo - Brazzaville
seen from United States
seen from Pakistan
seen from United States

seen from United States

seen from Palestinian Territories
seen from Colombia
seen from Brazil

seen from Ukraine
seen from Bahrain
seen from Türkiye

seen from Singapore

seen from Hong Kong SAR China

seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from United States
seen from Bangladesh
@gsssky-blog
Aku benar-benar membenci hal-hal semacam ini. Sungguh
Ya Allah, pengen punya pacar😭😭😭😭😭😭😭😭
Hai, bagaimana kabar kamu?
Melihatmu masih posting disosial media sedikit membuatku lebih lega. Paling tidak, kau masih baik-baik saja. Semoga.
Sudah lama ya? Hampir sebulan malah. Kamu nggak rindu ya sama aku? Hehe. Sepertinya memang aku yang harus rindu meluap-luap sampai tumpah ruah. Sudah hampir pukul tiga. Kau masih disana?
Aku rindu kamu.
Woy! Kangen cuk.
02.44 11/11/19.
Segini, cukup?
Rasaku terhimpit sesaknya kehidupanmu yang tampak sangat baik-baik saja tanpaku. Tak ada cara lain, selain menjaga dan memastikanmu selalu dalam lindung-Nya dengan doa yang tak kira-kira.
liaalioo///
gsss.
Jala Raksa
Aku tau, aku telah kehilangan banyak hal. Dan diantaranya, tak kembali. Kamu pergi. Tak ada sapa, tak ada tanya. Seakan lupa jika tawa pernah kita bagi bersama.
Jujur, aku rindu. Masa dimana peduli dan tawa tak jauh dan saling merengkuh. Membagi kisah sehari-hari, yang acapkali diselingi kelakar hingga lupa diri. Ah, kau benar-benar tak mau kembali? Tak apa, aku mengerti.
Tidak. Aku tak akan mencari pembenaran dengan taruhan siapa yang harus dipersalahkan. Katanya, semua itu bagian dari seleksi alam. Biarkan. Biarkan semesta dengan caranya mengembalikan apa yang telah kita lakukan.
Ketahuilah, aku benar-benar lelah. Aku sudah pasrah. Sekeras apapun aku mencoba, aku tetap kalah. Kau seakan telah musnah, dan aku berkawan dengan lemah. Semua luluh lantak, payah.
"Salahmu, memilih sesuatu yang kau sendiri tau akan berakhir kesia-siaan." Yha, seringkali kata-kata itu mengepung begitu saja. Menghabisi dengan percuma. Namun, aku sama sekali tak menyangka. Realita yang terjadi akan se-ngeri ini.
Bukan. Aku tidak menyesal. Semua telah terjadi. Aku sudah memilih suatu hal, aku sudah menentukan. Ini pilihan dan aku siap menerima tanggungan. Suatu hal yang sangat riskan, dibenci dengan cara yang menyakitkan.
Tak seperti biasanya -untukmu kali ini, aku tak kan memintamu untuk pulang dan berjalan searah. Karena, walaupun kita bersama, tujuan kita telah berbeda. Berbahagialah. Aku mengunggu kabar menyenangkan darimu, terwujudnya satu persatu mimpimu.
Untukmu, yang jauh tak tersentuh.
Note: tembokmu sangat bebal kawan!
Akhirnya aku menangisi mu,
Tolong jangan diketawakan, hahaha
liaalioo//
gsss
Yes you
Sama seperti jam dinding kayu biru
Ia tak tau kapan harus berhenti melaju
Apakah saat baterai di lepas dari ulu
Atau sesaat setelah ia tau, ada nama yang enggan memintanya berlalu ha bodoh
-
14/06/19 20:28
Tak apa, mungkin semesta belum meminta kita saling menyapa.
Malam ini, terakhir ramadan.
Kanan pas doi nggak ada itu kemarin malam, yang kiri pas doi ada. Kenapa tiap ketemu doi muka ku nggak lagi on. Jele bet, kea gorengan yang digoreng lagi.
Oke.
03/06/19. 20:17
semesta yang terlalu luas, atau kau yang terlalu jauh?
besteuniversumastrophili
Cerita rahasia: aku dan semesta.
Aku ingin berhenti.
Arahku bubrah. Satu-satunya celah, hanya umpatan bernada marah. Dan menyisakan sedikit semangat yang tak bertuah. Ini sudah sering terjadi. Aku paham. Tapi, semakin aku mencoba jarak kita semakin jauh. Kau tak tersentuh. Hati kita semakin bersekat. Salah satunya berhenti mencari, satu diantaranya gagal mendeteksi.
Membiarkanmu,
Melepaskanmu,
Tak seharusnya aku begini. Karena aku sangat sadar, tanggungan ku bukan hanya rasa yang perlu jawaban. Tapi, harapan-harapan dari orang tersayang yang harus ku wujudkan, meski berdarah-darah tak karuan.
Aku ingin melepasmu.
Benar-benar melepasmu.
Bukan seperti ini, pembiaran tak penting untuk rasa yang sangat terlampau garing. Yang selalu ku anggap, ini hal paling genting. Tak ada perkembangan. Semua diam, gagal bersanding.
Kita benar-benar tak lagi sama.
Bukan, bukan aku yang berubah. Aku tak kemana-mana. Hanya saja, kau yang pergi dengan cuma-cuma. Dan menganggap tak pernah ada cerita. Memori itu di kepala mu agaknya telah musnah. Dan aku, gagal mengikuti langkah. Aku terjebak. Antara tetap bertahan atau melepaskan. Mereka sama-sama melakukan pembiaran.
Aku kalah. Kalah pada rasa yang tak kunjung menyerah.
Mungkin untuk kali ini, ku silakan semua melemah. Aku coba untuk pasrah. Padahal, disini keadaan parah, semua luluh lantah. Semua hal berubah. Mereka melawan arah. Hanya satu yang tersisa dan tetap ramah. Aku tak benar kemana-mana. Aku masih singgah, dan selalu menjadikanmu rumah, arah rotasi semesta melangkah.
Dengan segala hati, untukmu.
Si mata menyenangkan.
Kisah kita mungkin hanya kan jadi cerita.
Kenapa kita harus menyapa hal se-ngeri ini?
Rumah. Satu-satunya tempat singgah yang menerima dengan pelukan hangat. Saat semua di bumi ini terasa amat sangat menyayat. Tak ada hentinya kau menepuk pundak yang dalam balutan keras tulang ini.
Dunia amat terlalu jahat. Tak ada pengampunan untuk manusia dengan genggaman kesalahan. Semua harus sempurna bahkan saat kita memegang sendok pasta. Tak ada cela. Penghakiman dan tindak penyisihan menjadi keseharian mutlak kehidupan. Bangsat memang.
Satu-satunya bagian semesta yang menerima hanya keluarga -yang acapkali tanpa kita sadari sebenarnya kita telah menorehkan luka karena kata yang terucap begitu saja akibat kerasnya dunia.
Kita lupa. Sebenar-benarnya kebahagiaan hanya mereka. Mata tulus yang tanpa dosa menunggu senyum tawa yang kita bagi bersama. Kita amat sangat lupa, mereka bahagia kita. Sumber energi dan nafas untuk tetap berdiri menghadapi keberingasan dunia.
Tunggu aku. Akan ku bahagiakan kalian.
👨👩👦👦💙💙💙💙💙
9/05/19 22:31 - with payung teduh berdua saja.
Padahal hanya tinggal tekan tombol kirim. kenapa aku sangat lemah.
Selamat pagi. Ah, aku sampai lupa. Disini adalah tempat ternyaman dari keingintahuan manusia lain. Disini aku benar-benar bebas berkata tanpa cemas akan ada mulut badas.
Surat utuhnya disini, ya. Suatu saat kamu harus nemu jejak digital ini. Hahaha😂 (dan lihat betapa malu nya aku)
Hai,
Apa kabar mu hari ini? Gimana 25th nya? Menyenangkan? Sambutan paling hangat mana yang sudah kamu terima? Maaf ya, aku tak ada keberanian untuk memulai. Barang mengatakan secara langsung dan gamblang.
Aku hanya bisa mengatakan berkali-kali pada tiap sujud yang ku jalani. Dan semesta yang tak ada hentinya mendengarkan ku menyebut namamu dengan hati berdebar dan senyuman paling lebar.
Selamat ulang tahun, Mas.
Semoga umurmu semakin berkah dan barokah. Tiap hari yang kau lalui menjadi pahala tanpa sia-sia. Jaga selalu kesehatanmu, pun juga dengan sujud lima waktumu. Jangan lupa untuk selalu bersyukur. Serta mulia.
Bahagialah. Selalu menjadi harapan banyak insan, seperti biasanya. Jangan pernah berhenti berkarya dan tetap mencipta kebahagiaan dan semangat bagi semua orang.
Pun bertepatan dengan satu ramadhan. Semoga puasa mu lancar dan penuh hal baru yang menyegarkan. Jaga puasamu, ya. Jangan nakal-nakal! Pulanglah sebelum adzan, tertibkan tarawih serta darus Qur'an. Tenang, aku pun akan lakukan hal yang sama denganmu. Hahahaha, namun tiap malam senin ya, komandan?
Sekali lagi. Selamat ulang tahun.
Serta mulia.
Si mata menyenangkan.
060519
Lagi dimana?
Kangen.
terima kasih. lagi lagi mampir. pembuka dan penutupnya, indah. Baik-baik ya!
Terima kasih ya, sudah mampir. Kembali mengukir.
Re