Assalamualaikum wr.wb tumblr.
Bahas yg ringan2 aja yuk. Kisah cinta terlalu berat untuk diungkap. Jadi bahas nasi aja wkwk. Siap kan nasi kalian. Yuk kita makan sama-sama.
Ya. Nasi. Udah tau kan. Makanan pokok orang Indonesia.
Ada yang bilang "Kalo belom makan nasi itu belom sarapan namanya"
Wkwk menurutku iya juga. Seakan-akan roti itu juga bukan karbohidrat. Atau kentang? Juga bukan karbohidrat.
Berterimakasihlah kepada para petani dan penjual benih padi serta pupuk2nya yang sudah menanam beras. But first berterimakasihlah kepada Allah SWT karena kita bisa makan nasi dari beras petani.
Nasi itu simple. Kalian tinggal memasak beras di rice cooker bukan.
Se simple itu juga kalian kadang membuang-buang nasi saat makan?. Yakan?.
Kuharap kalian yang membaca tulisan sepanjang tol jakarta ini tidak lagi membuang-buang nasi lagi.
Jadi nasi itu dibuat dari beras kan. Dari petani yang menanam padi.
Petani jaman sekarang mana ada yang muda? Pasti udah tua semua. Bukannya iba sih. Tapi ya begitulah.
Kakek aku petani. Tua. Renta. Setiap pagi pergi ke sawah. Melihat padi2nya berkembang. Supaya bisa dijual. Bisa dimakan kaliyan. Aku makan juga.
Aku benar-benar tahu bagaimana kasih sayang petani terhadap tanaman-tanamannya. Dikasih pupuk. Tanahnya dibajak supaya gembur. Subur. Tanamannya gemuk. Tidak hanya kakekku. Ini semua petani begitu.
"Tapikan kita beli berasnya. Yaudah dong terserah kita mau makannya habis apa sisa. Orang kita udah beli"
Pasti ada yang berpikir begitu. Haha. Aku dulu sempat berpikir begitu juga waktu makan tapi masih nyisain nasi.
Lalu papa aku bilang. Mungkin papa, ayah, bapak, bahkan ibu, mama, bunda kalian juga pernah bilang.
"Makan nasi itu dihabiskan. Bukannya apa. Kita kan harus saling menghargai. Kita menghargai petani. Menghargai yang memasak nasi. Kita menghargai nasi. Masa mau dibuang sia-sia nasinya. Kalau ambil ya dikit gitu kalo kurang baru nambah. Jangan nyisain gini."
Nahh wkwk. Semenjak itu. Aku makan secukupnya. Dan aku pikir harus habis bersih.
Aku beli nasi goreng atau dikasih nasi soto gitu juga harus habis. Karna aku ingin menghargai mereka. Banyak jalan yang dilalui padi,beras,nasi hingga berakhir di perut-perut kalian. Hargailah. Ya. Bisa? Sanggup?.
"Nanti dikira rakus. Kok sampe habis."
Aku tidak peduli ada yang bilang begitu. Toh mungkin mereka juga belum tau tulisan aku ini. Hahaha.
"Dari nasi aja sampek baper gini. Blablabla..."
Hehehe aku ngasih tau aja. Itu balik lagi ke diri kalian. Terserah. Bebas. Aku tidak mengekang.
Nenek aku suka marahin kalo buang-buang nasi.
"Yaampun. Nasi kok dibuang-buang. Mbahkung (kakek) aja susah payah ke sawah, mengangkut gabah (padi kering) trus diselep biar jadi beras. Lha ini kamu buang-buang ya eman nduk. Banyak diluar yang gabisa makan nasi. Ini malah dibuang-buang."
Aduh ngerasa bersalah banget gak sih.
Ya pokoknya gitu deh. Soalnya aku juga agak susah ngungkapin wkwk. Maaf bila ada salah kata gitu. Apa gimana.
Ini tulisan terpanjang akudeh kayaknya wkwk. Terimakasih udah baca sampai akhir.
Semoga kalian lebih menghargai nasi seutuhnya.