Takusah kau banding-bandingkan, setiap orang punya arti sukses masing-masing, setiap orang punya tujuan hidup masing-masing dan setiap orang punya rencana untuk kedepannya masing-masing.
Han

@theartofmadeline
"I'm Dorothy Gale from Kansas"
★
almost home
Doug Jones
sheepfilms
Noah Kahan

Kiana Khansmith
Fai_Ryy

Product Placement
untitled
d e v o n
The Bowery Presents
taylor price

Andulka
Not today Justin
Misplaced Lens Cap

❣ Chile in a Photography ❣

PR's Tumblrdome
NASA
seen from United States

seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from Brazil
seen from United States

seen from South Africa
seen from Mexico
seen from Austria
seen from United States
seen from Vietnam

seen from Iraq
@hanssnap-blog
Takusah kau banding-bandingkan, setiap orang punya arti sukses masing-masing, setiap orang punya tujuan hidup masing-masing dan setiap orang punya rencana untuk kedepannya masing-masing.
Han
Terkadang kita melihat hidup orang lain lebih bahagia, padahal bisa saja dia lebih sulit, hanya saja dia tidak mengeluh.
Han
Kalau setiap doa dikabulkan, nanti kamu lupa bagaimana caranya berusaha.
Han
Hidup hanya perihal meninggalkan atau ditinggalkan. Setiap yang datang, masing-masing memberikan warna, ketebalan dan panjang garis yang berbeda. Ada yang panjang dan ada yang pendek, ada yang berwarna warni cerah ataupun sekedar hitam dan putih, lalu ada yang langsung hilang dan ada yang masih membekas.
Han
Sepenggal kalimat untuk anak muda yang masih bersemangat
Aku termasuk orang yang setuju kalau masa muda harus dinikmati secara maksimal. Aku suka jalan-jalan, aku suka punya teman baru, aku suka anak kecil, aku suka bermanfaat untuk orang lain. Aku sadar bahwa dulu aku bukan orang yang banyak bicara, tidak mempunyai banyak teman karena kegiatan rutin dari kelas 6 SD hingga SMA adalah bimbel. Lokasi SD ku yang lumayan jauh dan padatnya kegiatan belajar di sekolah membuatku untuk berangkat jam 6 pagi dan pulang jam 3 sore. Sayang sekali buatku jika hanya menghabiskan waktu kuliah hanya untuk organisasi internal dan belajar. Lulus cepat itu penting, tapi kalau bisa lulus tepat waktu dan punya pengalaman di luar jauh lebih penting. Buat orang yang sudah terlalu nyaman pada zona seperti aku, sulit untuk memulai hal ini, terutama kemauan orang tua yang ingin kegiatan anaknya hanya belajar dengan baik. Maka, keluarlah dari zona nyaman. Utarakan setiap kegiatanmu pada orangtua sehingga mereka tau apa yang kamu lakukan, ceritakan apa saja yang di lakukan hari itu dan ilmu apa yang kamu dapatkan. Seiring waktu mereka akan paham kenapa anak muda harus keluar zona nyaman. Sebenarnya tinggal kita yang bagaimana bisa memegang kepercayaan mereka. Karena banyak kesempatan yang hanya bisa dilakukan jika status kita masih anak muda, misalnya kepanitiaan event-event nasional bahkan internasional, menjadi delegasi untuk sebuah acara nasional, melihat kehidupan secara luas, dll. Karena secara tidak langsung kamu akan bertemu orang-orang baru yang membuat kita sedikit berpikir kita bukan apa-apa dibandingkan mereka dan merasa belum siap untuk terjun ke fase selanjutnya.
Salam untuk kamu, anak muda yang masih bersemangat. Yuk, berbenah bareng.
Hari Minggu bersama Dede Gemez yang (ga) Gemez
Ada yang tau Rumbang? Nggak ya hahaha.. Jadi, Rumbang itu Isbanban (Istana Belajar Anak Banten) chapter Kabupaten Tangerang.
“Hanum ikut isbanban?” (muka kaget, please)
Saat itu sempet kepikiran, “Kok, mengabdinya tempat orang mulu ya...” dan kebetulan kuliah lagi ga padet (re: (masih) mahasiswa semester akhir) dan sekarang pulang-pergi Tangerang-Serang yang perjalanannya 2 jam. Lama ya :( Karena udah pernah ngerasain capeknya gimana pas SMA sekolah di Jakarta, yaudahlah jalanin aja, siapa tau cinlok dengan sesama pejuang Tangerang-Serang (?)
Tau Isbanban karena temen-temen banyak yang ikutan di chapter Kota Serang sama Kabupaten Serang, jadi kedapetan info kalo Isbanban lagi buka oprec. Nah, suka sama anak kecil dari semester 3, pas masih mikir kuliah itu nyelo. Tapi bener sih nyelo, saking nyelonya males nyelsain tugas akhir (baca: skripsi). Astagfirullah, jangan dicontoh ya adik-adik.
Sabtu dan Minggu (18-20 Feb) ada acara open house relawan baru Rumbang. Hanum adalah relawan baru yang ga ikut wawancara sama first meeting. Jadi tiba-tiba abis daftar langsung dateng open house. Jangan dicontoh lagi ya, adik-adik (ga ada kaka kaka gemes yang baca kan? haha). Sebenernya acara ini nginep, cuma karena Hanumnya yang emang dasarnya ga teliti, awalnya baca kalo acaranya dari pagi sampe sore. Padahal tulisannya “8 pagi (sabtu) - 4 sore (minggu)” dan baru sadar pas sampe tkp karena lagi baca ulang infonya. Jadi belum sempet ijin sehingga tidak bisa menginap dan kebetulan lagi hari pertama (you know what I mean).
Agenda hari Sabtu itu materi tentang pengajaran pake metode Gasing. Nah, minggunya itu main sama dedek-dedek gemez yang ga segemez dibayangkan. Bukan for the first time sih berhadapan sama dedek, cuma baru kali ini ngementorin dedek :( so, I don’t know how to mengendalikan mereka.
“Num, kamu pilih aja mau kelompok mana, ya..” kata ka Abeth
Yaudah deh liatin satu-satu memperkirakan mana yang ga buas. Kemudian akhirnya pilihan dijatuhkan pada kelompok dua, dan aku berdiri di depan kelompok dua. Nah disebelahnya itu kelompok 1, isinya cowok semua 5 orang, gabisa diem, ngomong kasar mulu, baris aja dorong-dorongan. Aku yang kebetulan ada di deket mereka, refleks sibuk nenangin.
“Ayo kaka relawan semuanya ambil posisi kelompok adik-adiknya.” kata ka Abeth
Aku (masih) sibuk nenangin yang gabisa ditenangin. “Hanum pegang kelompok 1 kan?” tanya ka Abeth. Sebenernya aku mau nolak, tapi males dibilang pemilih, masa hari pertama udah milih-milih anak kecil :( dengan berat hati, aku ngeiyain.
“Siapa yang mau jadi ketuanya?” kutanya mereka, dan tiga orang nunjuk tangan sambil ngerengek minta dipilih. Akhirnya kupilih yang inisiatif langsung baris paling depan. “yaudah kamu ketua.”
“Ih kak, masa ketuanya pendek kecil gitu? udah si marcel aja” mereka pada protes. Aku cuma kasih tatapan maut dan mereka diem. Baguslaa~
“Ayok jalannya pegangan pundak depannya biar barengan.”
Baru 3 detik pegangan, “Ih gamau pegangan ah” dan semuanya melepaskan pegangan. Badrun nih emang biang kerok. “Kita ke sawah kan? Kita lari aja yuk biar sampe duluaaaan!!”
“Eh jangan, emangnya kalian tau sawahnya yang mana?”
“Taulah kak!” dan mereka lari-larian -_- aku yang males ngejar aku biarin aja. Tapi ka Oki yang melihat mereka pada lari, ngejar mereka, tapi mereka larinya jadi makin kenceng pas dikejar hahaha
Tapi ternyata mereka salah sawah, jadi diteriakkin suruh balik lagi dan aku omelin, “sok tau kan kalian. Orang sawahnya ini. Makanya jangan dulu-duluan”
“Ih kak, sawahnya yang bagus disana, ini jelek. Jangan disini kakkk ga ada tempat duduknya, ayo disana aja” mereka masih kekeuh.
“Ntar dulu ya, yuk kita duduk di rumput dulu aja ya..” berusaha tegar *tjaelah haha
“Gamau, kak, kotor!”
Aku diemin (lagi)
Panitia masih ngecek lokasi dulu karena ternyata terlihat rawan jatoh. Tapi anak kecil ini langsung pada turun ke sawah ngikutin panitia.
“Eh ayok pada naik, ntar jatoh.” kataku
“Nggaklah kak, gabakal jatoh, udah bisa”
“Adik-adik, jangan ada yang turun dulu ya. Coba absen, kelompok satu mana?” kulupa itu kata siapa.
“Kelompok satu udah turun kak :(” kuhanya jawab pasrah dan pasang muka sedih tapi tetep cantik (?)
Si ketua yang gabisa diem juga, belum sempet turun dan mau ikutin temen-temennya. Tapi langsung aku peluk biar diem. “Eh kamu ketua, nurut ya sama aku. Kamu disini aja temenin kaka” tapi dia masih ngerusuh -_- akhirnya relawan cowoknya yang nahan dia.
Akhirnya diputuskan untuk pindah sawah ke sawah yang anak-anak ini maksud. Tapi kita semua dikerjain lewat jalan yang agak jauh, padahal ada yang lebih deket, dan seperti biasa mereka lari ninggalin yang belakang, aku yang posisinya ga ngejar mereka ada di paling depan, yang berarti mimpin jalan. Tapi anak-anaknya udah ga keliatan soalnya ada persimpangan jalan.
“Num, kemana jalannya?”
“Duh gatau kak, kemana ya, merekanya ilang soalnya lari.”
Akhirnya nanya ibu-ibu wkwk
“Huuu pada lama banget jalannya” bukan sambutan yang baik, dik.
Terus mereka semua lari naik ke tempat duduk yang tinggi terbuat dari bambu gitu. Satu orang makan di saung karena dia bilang lapar jadi aku suruh makan duluan.
“Ayok kumpul di sini, absen ya, mana kelompok satu?”
“Diatas sana kak” kataku polos tak berdosa.
“Yaudah kamu situ aja, aku yang suruh mereka turun” kata ka Abeth.
Diawali bikin lingkaran, mereka udah pada males karena katanya laper. Tiap menit nanya kapan makan. Setiap nanya aku cuma bilang sebentar lagi. Sampai akhirnya masuk materi tentang 4 sehat 5 sempurna. Biar mereka lupa sama lapernya, aku selalu pancing sama pertanyaan selama materi berlangsung.
“Nah sekarang tentang vitamin. salah satunya ada di buah-buahan, misalnya buah Apel” kata relawannya.
“Eh kalian suka apel gak?” tanyaku.
“Sukaaaaa” teriak mereka wkwk
“Warna apel ada apa aja?”
“Meraaaaaah” teriak mereka (lagi) dan semua orang malah merhatiin mereka hahaha
“Ini namanya buah apa?” tanya relawan ke semuanya.
“Alpukaaaaat”
“Teriak lebih keras lagi, ga kedengeran.” kataku ngompor.
“ALPUKAAAAAAATTTT!!” teriakan mereka berhasil bikin semua orang diem hahaha
Pemberian materi ditutup dengan makan siang bersama.
“Kak aku mau pulang”
“Ngapain?”
“Makan, rumahku deket kok, nanti kesini lagi”
“Yaudah sana”
“Kak aku makan diatas sana ya”
“Ih jangan, sini aja makan bareng-bareng”
Belum selesai aku ngomong mereka udah lari-larian. Oke, bhay! Aku keliling nemuin relawan lain, ngobrol.
“Kelompokmu mana, num?”
“Kelompokku? Oh, ada yang pulang, ada juga yang lagi makan... diatas sana hehehe”
“Ya ampuuuuun sabar banget ya num ngehadapin mereka”
Aku senyum pait.
Selesai makan siang, disuruh kumpul bareng mentornya untuk kembali ke basecamp. Aku ga tertarik, berniat ingin membiarkan mereka. Tapi ternyata mereka nyariin aku dikerumunan orang-orang, dan pas liat aku langsung lari kearahku semua. “Hoooh kalian nyariin ya, kirain udah bodo amat” Tapi setelah mereka berlima kumpul, mereka ngambil air mineral gelas di kardus, bolongin atasnya dan main semprot-semprotan air. Aku ngapain? Aku biarinin aja -_- “udah dong, jangan main air, yuk kita pulang” bujukku.
Aku minta tolong relawan lain untuk ambil kardus ini dan bawa jauh-jauh, akhirnya mereka udahan, tapi.. lari lagi pas pulang ke basecamp.
Jadi, kurang lebih gitu kegiatan di hari Minggu. kerjaannya cuma olahraga seharian (re: ngejar anak kecil). Semoga ga kapok ya, Num.
“Aku akan jadi pilot. Tunggu ya, kak!”
Membaca adalah kunci sukses
Sebaik-baiknya kehidupan adalah memberikan apa yang bisa diberi 💙
This is why anak kecil terlihat lucu 💞
“When we grow up, We will remember what you teach. Thank you!” Siswa-siswi SDN Kaungcaang, Pandeglang.
“Psssstt.. Aku lagi belajar menghitung!” Siswa SDN Kaungcaang, Pandeglang.
Their laugh is my morning vibe
The best thing of life is want to learn. Happy Studying!
Games while studying is a good method.
One Star for One Smile
“Terimakasih kak atas ilmunya” siswa-siswi SDN Marunda 04 Petang