Sampai pada titik dimana kita tidak memiliki siapapun untuk menceritakan kesedihan yang sedang kita lalui. Hanya diam, sendiri, larut dalam doa.
Misplaced Lens Cap
art blog(derogatory)
Acquired Stardust
DEAR READER
One Nice Bug Per Day
dirt enthusiast
YOU ARE THE REASON
PUT YOUR BEARD IN MY MOUTH
i don't do bad sauce passes

izzy's playlists!
2025 on Tumblr: Trends That Defined the Year
Sade Olutola
Peter Solarz

tannertan36

oozey mess

PR's Tumblrdome
h

blake kathryn
noise dept.
No title available
seen from Türkiye

seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from Netherlands

seen from United States

seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from Netherlands
seen from Sweden

seen from Israel

seen from Malaysia
@helloiminel
Sampai pada titik dimana kita tidak memiliki siapapun untuk menceritakan kesedihan yang sedang kita lalui. Hanya diam, sendiri, larut dalam doa.
Aku berjalan di belakangmu, agar aku bisa selalu melihat langkah kakimu. Agar aku bisa melindungi mu saat tergelincir. Dan paling penting, agar kau tau kau tak pernah berjalan sendiri.
Ah, sejatinya begitulah Tuhan menciptakan seorang Kakak.
Dik, kelak saat kita dewasa, berjanjilah, kita akan selalu saling melindungi. Jauh dari rasa saling membenci.
Dik, berjanjilah, kelak saat dewasa kita takkan lupa bagaimana kedua orang tua kita mengajarkan kita untuk selalu saling menyayangi.
Sebab Hatiku Adalah...
“Sebab hatiku bukan kayu, melainkan langit yang maha luas. Namun kau harus tau, langit pun pernah menangis.”
- Panji Ramdana
Sudah satu paket, maka berbesar hatilah
Ketika kita memilih pasangan kemudian memutuskan menikah, maka harus selalu sadar bahwa dia akan membawa bahagia, tapi juga membawa ujian -satu paket-
Ada suami yang perhatian, ringan membantu pekerjaan rumah, dll. Tapi kurang bisa bekerja keras dalam hal pekerjaan.
Ada suami yang pekerja keras, tanggung jawab, bisa diandalkan dalam keuangan. Tapi tidak mampu mengekspresikan rasa sayang, terkesan cuek dan dingin
Ada yang pekerja keras juga perhatian, tapi kurang bisa nyambung ketika diajak ngobrol, kurang bisa membaca situasi dan ekspresi lawan bicara.
Ada istri yang tidak terlalu cantik, tapi begitu teduh dalam kesederhanaan
Ada yang mampu bekerja selevel laki-laki, mandiri dalam finansial tapi kurang rapi dalam mengerjakan pekerjaan rumah
Ada yang pintar dalam pekerjaan rumah, tapi belum mampu mandiri dalam finansial.
Ada yang pintar bekerja juga dalam pekerjaan rumah, tapi mudah mengomel dan marah.
Kelebihannya adalah sumber bahagiamu, kekurangannya adalah ujian kesabaran untuk kamu taklukan. Satu paket.
Jangan terlalu berekspektasi tentang perubahan, cobalah berbesar hati menerima kekuranganya sembari pelan-pelan saling memberi saran (dengan cara yang baik), lalu tumbuh mendewasa bersama.
Sabar, sabar, sabar. Saling memaafkan.
Dia membawa begitu banyak hari-hari tenang dan bahagia, sepaket bersama ujiannya (yang sebenarnya kalau mau dipikirkan lebih dalam tidak sebanyak hari bahagia yang dia berikan)
Berharap bahagia selamanya di dunia adalah sebuah kemustahilan.
Merauke, 24 Februari 2024
Jikapun pada akhirnya kami tidak bisa bersama, Tuhan, tolong berikan aku kemampuan untuk mengikhlaskan..
Malam itu malaikat menepuk pundakku. Aku menatapnya, dan dia justru tertawa meledek. Seakan dimatanya, doa-doaku selama ini tak lebih dari pameo belaka. Hal uzur yang patut ditertawakan.
Mungkin, dia sudah berkali-kali berkata, bahwa tak usah berharap terlalu banyak. Dan, aku pun bukan bajingan tengik yang melawan. Sesekali aku setuju. Namun, di depan kenyataan bahwa sekarang dia memilih seseorang yang ternyata bukan aku, rasanya anjing juga.
Doa yang aku sembunyikan dari lirikan mata malaikat itu, ternyata pada akhirnya hanya menjadi kepak sayap yang tak pernah berhasil terbang pada tujuannya. Dia serupa tisu untuk buang ingus. Dibuang di tempat yang tak lebih bacin dari keadaanku sekarang.
Segala juang, segala usaha, dan segala pencapaianku tak membuatnya melirik padaku sekalipun. Berkali-kali tertawa, menertawai diri sendiri. Ternyata, firasatku benar. Pada akhirnya, kau menerima cinta dari orang yang dulu kau bilang bukan siapa-siapa.
Malaikat menepuk pundakku sekali lagi.
Kali ini dia tidak tersenyum—seperti turut berduka pada doa yang tak berhasil dia sampaikan kepada Tuhan.
“Bagaimana? Bagaimana rasanya setelah berjuang sejauh ini, dan ternyata di matanya, tetap bukan kamu yang dia cari?”
- Brian Khrisna (The Book of Almost)
The scariest part of relationship - making a decision between letting go or holding on. And what's worst it's not only up to you.
"Now you're just somebody that I used to know.."
-Gotye
"Without you here, there is less to say"
- Colin Hay
Betapa benci aku pada diri sendiri. Sementara keadaan dan waktu semakin menarikku jauh dari tubuhmu, tetapi tetap merindukanmu aku masih selalu. Sedangkan kau? Kurasa mengingat aku pernah ada saja kau lupa.
(via mbeeer)
Oh betapa aku ingin mendatangimu sekali lagi. Memukulmu keras-keras hingga kepalamu terkelupas, dan kupaksa memasukkan aku kedalam sana. Biar kau merasakan, biar kau kengerti, bagaimana sakitnya ketika dipaksa terluka karena harus menerima keadaan. (di Gramedia Matraman)
tunggu.
Bagaimana jika tidak ada lagi orang yang mau menunggumu? Ia yang kamu percaya akan menunggumu, ternyata pergi meninggalkanmu. Selama ini hanya perasaanmu saja, merasa bahwa orang lain akan mau menunggu ketidakpastian datangmu. Bagaimana jika tidak ada lagi orang yang mau menunggumu? Yakinkah bahwa kamu benar-benar orang yang ditunggu? Sempatkan berpikir sudah berapa lama kamu membiarkan waktunya habis untukmu. Lalu, masih berpikirkah kamu untuk menyalahkannya sebab dia telah meninggalkanmu lebih dulu. Bagaimana jika tidak ada lagi orang yang mau menunggumu. Karena kamu tidak pernah tepat waktu. Sampai kapan kamu berharap orang lain akan selalu bisa memahami keterlambatanmu? Sampai kapan kamu berpikir bahwa orang lain selalu bisa menerima ketidaktepatanmu? Mungkin sampai kamu benar-benar merasa tidak satu orang pun lagi yang mau menunggumu. Mungkin saat itu baru kamu sadar. Bahwa kamu telah membuang orang-orang yang tadinya begitu sabar terhadapmu. Dan kini, mereka meninggalkanmu, katamu. Sadarkah, bahwa kamu yang meninggalkan mereka. Karena kamu tidak pernah menghargai waktu yang mereka miliki. Karena kamu telah menyia-nyiakan kepercayaan yang telah ia berikan. Karena kamu telah menahan mereka untuk maju. Hanya demi menunggumu, yang tidak pernah mereka bisa pastikan. Kapan datangnya. Bagaimana perasaanmu, saat kamu tahu tidak ada satu orang pun yang mau menunggumu (lagi)? Temanggung, 30 Januari 2014 | (c)kurniawangunadi
biarlah segala tanya terkubur ditemani tiap-tiap mimpi yang perlahan melebur.
z (17/08/17, 01:11)
Sia-sia
Penghabisan kali itu kau datang Membawaku kembang berkarang Mawar merah dan melati putih Darah dan Suci Kau tebarkan depanku Serta pandang yang memastikan: untukmu.
Lalu kita sama termangu Saling bertanya: apakah ini? Cinta? Kita berdua tak mengerti
Sehari kita bersama. Tak hampir-menghampiri
Ah!
Hatiku yang tak mau memberi Mampus kau dikoyak-koyak sepi.
(Chairil Anwar, Februari 1943)
jangan
: aku Pada tiba saat teriknya matahari yang menemani teriakan tetangga dan oceh racau tukang ojek, Ketika kusut wajah membuka mata yang berat tak bersandar di kelopak yang menolak bekerja, Dimana otak meraba sadar, masihkah rutinitas yang sama dari wajah-wajah harap cemas, gaji bulan ini untuk jalan-jalan atau lunasi kredit motor. Selamat pagi jelang siang. Aku menyapamu di antara ketiak bus transjakarta, didesak tubuh, didesak butuh. Jangan mati. Mimpi. (Jangan kalah oleh waktu. Jangan sepertiku)