Alhamdulillah masih dipertemukan dengan idul Adha, masih bisa berjalan ke lapangan, sholat dua rakaat, mendengar gema takbir, mendengar kultum setelah sholat dengan tema yang hampir serupa setiap tahun. Namun, nyatanya manusia memang perlu sering-sering diingatkan.
Kisah nabi Ibrahim as, dan putranya Isma'il as adalah kisah tentang keimanan seorang nabi, bahwa keduanya tidak bertanya "mengapa?" ketika Allah perintahkan, bahkan untuk perintah yang tidak masuk akal dan terdengar keji, yaitu menyembelih ismail.
Ibrahim tidak memaksa, dia membuka dialog dengan sang anak Isma'il tentang mimpinya. Dan dengan keimanan yang tak kalah hebat, isma'il menjawab "jika itu perintah Allah, maka lakukanlah"
Ibrahim dan Isma'il tidak tahu, bahwa sesaat sebelum di sembelih, sang anak akan Allah gantikan dengan seekor domba.
Keduanya berpasrah dan siap untuk melepaskan segalanya, tanpa tapi, tanpa banyak bertanya.
Ketika semua terjadi, ketika Allah selamatkan Isma'il. Petikan-petikan hikmah dari kisah hebat ini terbuka.
Bahwa yang Allah inginkan bukan mengorbanlan sang anak, tetapi mengorbankan rasa kepemilikan atas segala sesuatu yang ada di dunia ini.
Kisah tentang keimanan yang sangat luar biasa.
Ibrahim as dan Isma'il as, taat tanpa bertanya kenapa, tanpa mencari tahu apa manfaat dan pahalanya, tanpa penasaran apa hikmahnya. Bahwa iman adalah tentang ketundukan, tak perlu dipertanyakan.
Dan bahwa di dunia ini tak ada yang sepenuhnya milikmu, bahkan anakmu sekalipun.
Malu sekali diri ini, terkadang masih suka mencari-cari, apa pahala ibadah ini, apa pahala kebaikan ini, apa hikmah dari perintah ini, apa mudharat dari larangan ini, yang sejatinya jika itu perintah Allah, maka tak perlu ditanyakan lagi. T.T
Ditulis berdasarkan kultum-kultum idul Adha, sependek-sefakir pengetahuanku sebagai pendengar. Jika ada kesalahan silakan dikoreksi