Tulisan 34#
Nak,
Dalam pelukmu yang pertama,
Disana ada senyum bunda,
Dalam tangismu tanpa dosa,
Disana ada ayahmu yang meronta-ronta
Kiasan jeritmu di selasar rumah sakit
Mengawali narasimu yang hinggap terhimpit
Persoal lusa, persoal dewasa
Persoal kemarin jadi tanggungan ayah bunda
Dalam sebuah perumpamaan tentang fase kehidupan,
Aku adalah alam yang menunggumu pulang
Aku adalah apa yang akan terjadi nanti
Aku adalah apa yang sebelumnya tergenapi
Melankolia bersenandung ari-ari…
Nak, senang sedihmu tlah kau mulai ini hari…
Terbenamlah dulu dalam mimpimu…
Dunia tak senyaman rahim ibu…
Dunia kami tidak akan pernah sama
Karena kau mengisi hidup kami dengan kegembiraan
Dunia kami tidak akan pernah sama
Sayang, sayang, sayangku.
Dunia kami tidak akan pernah sama
Saat kita mendengarkan tangisanmu
Dunia kami tidak akan pernah sama
Saat kau menatap mata kami
Dunia kami tidak akan pernah sama
Saat aku membelai kulit sutramu.
Dunia kami tidak akan pernah sama lagi
Saat perjalanan kita sekarang dimulai













